Percikan Masa Lalu

Percikan Masa Lalu
Chapter 33


__ADS_3

Chapter 33 🌹


Setelah dia berbicara dengan ponsel pribadinya itu lalu meletakkan ponselnya tersebut di atas meja yang ada di hadapan mereka.


" Kita tunggu dulu Arga sebentar." ucapnya.


Vie menganggukkan kepalanya sembari menundukkan kepalanya dan memainkan jari jemari tangannya, dia pun bergumam di dalam hatinya.


" Aku pasti akan lama berada di sana, aku pasti akan merasa kaku kalau berhadapan dengan Pak Arga."


Vie yang asik dengan kebingungan di hatinya itu pun hanya bisa berdamai dengan kebingungan yang ada, namun berbeda dengan ketiga orang yang ada di ruangan tersebut mereka tersenyum bahagia sembari saling bertatap mata karena Ibu Diana ingin sekali mendekatkan Vie dan Arga, ditambah lagi orang-orang di sekitar Ibu Diana pun mendukung misi yang sudah disiapkan oleh Bu Diana tersebut.


Ibu Diana bergumam dalam hatinya.


" Kalau tidak dengan alasan seperti itu, Vie mungkin tidak bisa ikut dengan Arga karena tidak ada kepentingan sama sekali di dalam proyek ini, tapi aku harus memberi peluang pada Vie dan Arga bisa berdekatan dengan waktu yang banyak, ditambah lagi di sana ada Bayu suaminya Sonia,karena Sonia pasti akan ikut dengan suaminya itu, Aku tidak ingin anakku kembali dekat dengan Sonia, walaupun hanya sesaat, kalau ada kehadiran Vie di samping Arga, pastinya Arga tidak akan bisa diganggu Sonia lagi." gumamnya dalam hatinya sembari mengukir senyum di wajahnya.


Terdengar pintu dikentuk dari luar, mereka menoleh ke arah pintu, dimana Arga terlihat berdiri,dia lalu membuka pintu ruangan sang Mamah dan masuk ke dalam, dia terkejut melihat Vie berada di dalam ruangan Mamahnya itu,dan dia juga terkejut karena dr Rossi juga ada diruangan sang Mamah.


Arga duduk di samping Leo sang adik dengan tatapan herannya pada sang Mamah dia menanti penjelasan Mamahnya itu, Kenapa mereka berdua sampai ada di dalam ruangan Mamanya itu.


Sebelum Arga bertanya pada sang Mama, Bu Diana menjelaskan semuanya pada anak sulungnya itu, Arga mendengarkan penjelasan Bu Diana.


" Mama memang sengaja mengirim dokter Vie agar menemani kamu dalam peninjauan lokasi, awalnya dokter Rossi yang akan Mama kirim untuk menemanimu, tapi karena dokter Rossi tidak bisa bepergian jauh, jadi dr Vie yang akan menemani kamu selama berada di sana." ucapnya sembari tersenyum.


Mendengar ucapan sang Mamah itu pun Arga langsung tersenyum lebar, dia merasa senang karena dia tidak jadi untuk berjauhan dengan Vie.


" Yes! " gumamnya dalam hati sembari mengekpresikan wajah senangnya yang tak terkira.


" Baiklah Mah, Arga setuju."

__ADS_1


" Sekarang Mama juga menyerahkan ke penasehatan kantor ini pada dokter Vie." ucap Bu Diana sontak saja Arga terkejut mendengar ucapan dari sang Mama, Begitu juga Vie langsung mengangkat wajahnya sembari menatap ke arah ibu Diana, Walaupun dia mengetahui seluk-beluk tentang dunia perkantoran, namun dia tidak mau berbicara kalau dia mengetahui semuanya itu.


" Maaf ibu, maksud ibu gimana ya?"


" Dr Vie, maksud saya selain sebagai seorang dokter pribadi sementara waktu untuk pak Arga, kamu juga sebagai penasehat perusahaan untuk bisa menemani Arga dalam peninjauan lahan proyek yang akan dibangun sebuah hotel berbintang tersebut."


" Tapi saya tidak tahu seluk-peluk tentang perkantoran Ibu." ucapnya berbohong karena dia tidak ingin mereka mengetahui dia menguasai dua bidang tersebut tentang ilmu kedokteran dan ilmu perkantoran.


" Hem...Saya yakin kamu bisa, kamu bisa menyetujui atau tidaknya tentang bagaimana mereka menjalankan proyek bersama itu nantinya, kamu bisa mengungkapkan pendapat kamu di saat mereka mengadakan rapat, tapi saya percaya kalau dokter Vie pasti bisa."


" Iya dr Vie, kami percaya dengan Anda, karena kami tahu anda pasti bisa menangani ini semua, di samping anda sebagai seorang dokter, saya juga tahu pasti anda mengetahui tentang dunia perkantoran." Ucap Leo sembari tersenyum,dan Vie menatap ke arah Leo tersenyum.


Leo hanya menganggukkan kepalanya saja, Vie hanya melukis senyum di wajahnya.


" Baiklah kalau seperti itu, Arga, bisa kamu perlihatkan tentang proposal yang sudah ada di ruangan kamu pada dokter Vie, agar dia bisa membacanya dan saat kalian nantinya mengadakan rapat bersama di sana, dokter Vie bisa mengungkapkan pendapatnya dan Mama harap kamu bisa mencerna pendapat dr Vie." ucapnya sembari dianggukan oleh Arga.


Namun sebelum dia pergi dari ruangan itu, ibu Diana pun berbicara.


" Dr Vie, sebelum kamu pergi dari ruangan ini, saya ingin bertanya satu hal denganmu."


Vie pun menatap ke arah ibu Diana.


" Apakah kamu tidak terpaksa ikut dengan Arga? dan saya serahkan jabatan saya padamu saat di sana nantinya, kamu sebagai mewakili saya karena saya tidak bisa pergi bersama dengan Arga."


Vie hanya menghela nafasnya dengan panjang.


" Awalnya saya memang keberatan Bu, tapi jujur karena ini adalah suatu pekerjaan, saya pun harus untuk menjalankan ini semampu saya, akan saya kerjakan dan akan selalu mendampingi Pak Arga saat di sana." ucapnya sembari tersenyum.


" Ya udah, silakan kamu mengikuti Arga ke ruangannya dan kamu bisa membaca proposal yang ada di ruangan tersebut, Saya berharap disaat mereka mengadakan rapat nanti, kamu tidak sungkan-sungkan untuk bertanya ataupun memberikan gagasan kamu pada mereka." ucap bu Diana dianggukan oleh Vie, Arga pun kemudian terdiri dari duduknya, dia menengok kiri dan kanan karena dia melihat Vie duduk di sofa bukan duduk di kursi rodanya.

__ADS_1


" Apa yang kamu cari Arga?" tanya Bu Diana.


" Kursi roda Vie..." ucapnya santai.


Mereka pun tersenyum...


" Saya sudah tidak menggunakan kursi roda lagi Pak, setelah bapak mengantar saya tadi malam, Saya berusaha melatih kaki saya, akhirnya dengan kekuatan tenaga dan pertolongan yang maha kuasa saya bisa berdiri kembali di kedua kaki saya ini." ucapnya membuat Arga tersenyum lebar, dia merasa bahagia mendengar ucapan Vie.


Kemudian Arga pun berpamitan dengan Mamanya dan adiknya beserta dokter Rossi yang ada di ruangan sang Mamah.


Arga kemudian melangkah mendekati pintu ruangan Mamanya itu, dia pun kemudian bersuara pada dr Vie yang mengikutinya dari belakang.


" Silahkan bu dokter...." ucapnya membukakan pintu ruangan tersebut,Vie pun tersenyum Dia kemudian melangkah keluar diikuti oleh Arga, sebelum Arga menutup pintu tersebut ia pun kemudian mengacungkan jempolnya pada ketiga orang yang ada di dalam ruangan itu, sembari tersenyum dan lalu menutup pintu itu kembali.


" Akhirnya aku bisa menyatukan kedekatan mereka secara perlahan, Aku berharap Arga bisa jatuh cinta kembali setelah ditinggalkan oleh Sonia selama 5 tahun lamanya." ucapnya yang dianggukkan oleh Leo dan dr Rossi pun menganggukkan kepalanya juga sembari berucap.


" Aku melihat Vie ini sepertinya lain dari yang lain, dia ini seperti orang yang cerdas banget, di samping dia berprofesi sebagai seorang dokter,aku menerkanya sepertinya dia ini menguasai dalam dunia perkantoran, jelas terlihat wajahnya tidak terlalu kaget dalam menerima jabatan sementara yang kamu berikan itu." ucap dr Rossi yang dianggukkan oleh Ibu Diana.


Saat mereka berjalan beriringan menuju ke arah ruangan Arga, Vie yang berjalan lebih dulu itu pun terus saja melangkah, sedangkan Arga yang mengikutinya dari belakang pun tersenyum-senyum sendiri, terlihat sekali di wajahnya kebahagiaan yang tiada taranya karena dia bisa selalu bersama dengan Vie.


Arga kemudian mensejajari langkahnya Vie sembari bersuara.


" Hai Bu dokter, akhirnya kita bisa bersama dalam menjalankan suatu pekerjaan."


" Iya Pak Arga, Saya juga tidak menyangka kita bisa menjalankan pekerjaan bersama-sama di tempat yang jauh dari tempat tinggal kita, ataupun kantor kita sendiri, saya mohon bimbingannya nantinya, kalau seandainya saya salah dalam menjalankan pekerjaan tersebut, karena jujur saya juga merasa gugup, baru ini saya menjalankan tugas kantor selain dari profesi saya sebagai seorang dokter."


Arga hanya menganggukkan kepalanya sembari tersenyum.


" Mamah memang hebat,dapat ide agar aku dan Vie bisa banyak waktu untuk bisa bersama dengannya." ucapnya dalam hati. Mereka pun kemudian menuju ke arah ruangan Arga bersama-sama.

__ADS_1


__ADS_2