Percikan Masa Lalu

Percikan Masa Lalu
Chapter 44


__ADS_3

Chapter 44🌹


Beberapa jam kemudian mobil yang dikendarai Arga sudah memasuki halaman parkir hotel yang sudah disediakan pihak Prima group untuk mereka tinggal selama berada diluar kota.


" Kita sudah sampai, Ayo kita turun..." ajak Arga tersenyum menatap kearah Vie, Vie menganggukkan kepalanya dan turun dari mobil Arga.


Mereka berdua melangkah memasuki lobby hotel dan mereka pun disambut salah satu orang kepercayaan dari Prima Group.


" Pak Arga?saya Jerry dari perusahaan Prima group, selamat datang pak dihotel yang sudah kami sediakan, dan sesuai dengan pesanan Bapak dua kamar sudah kami siapkan bersebelahan." ucapnya tersenyum, dan Arga hanya mengangguk sembari membalas senyuman Jerry.


" Mari pak saya antarkan kekamar Bapak." ucapnya sembari mempersilahkan Arga dan Vie menuju kearah kamar hotel yang sudah dipersiapkan pihak Prima Group.


Saat mereka menuju kearah kamar hotel dua buah mobil memasuki halaman hotel tersebut hanya berbeda beberapa detik saja, mereka memarkirkan mobil mereka masing-masing dan turun dari mobil tersebut.


Saat mereka melangkah menuju kearah pintu Lobby mereka saling berpandangan kemudian mereka tersenyum dan saling bersalaman.


" Pak Bayu?" sapa Om Drajat sembari mengulurkan tangannya disambut Bayu dengan senyumannya.

__ADS_1


" Pak Drajat..." Sahutnya sembari menyambut uluran tangan Om derajat, Rio yang baru saja menyusul tersenyum melihat Bayu dia kemudian menyalami Bayu juga disambut dengan uluran tangan Bayu, Bayu kemudian mengenalkan Sonia sebagai istrinya dengan anggunnya dan memperlihatkan kalau rumah tangga mereka tidak bermasalah Sonia pun menyambut uluran tangan keduanya kemudian mereka berempat pun menuju masuk ke dalam lobby, sampainya di tengah logi mereka disambut oleh Jerry, dia pun kemudian menyalami para klien perusahaannya tersebut dan kemudian menjelaskan ruangan yang sudah memang dipesan untuk mereka, Jerry pun kemudian mengarahkan ke kamar hotel untuk mereka beristirahat.


Saat di dalam ruangan kamar hotel Vie pun kemudian merebahkan tubuhnya di kasur empuk tersebut, Dia kemudian mengambil ponselnya dan menghubungi sang adik, Dia berbicara dengan adiknya tersebut dan juga Melva senyum dan tawa pun tercipta di sela-sela Dia berbicara di saat Vie menikmati pembicaraannya dengan adik dan sahabatnya tersebut, berbeda dengan Arga yang ada di samping kamar Vie tersebut.


Arga yang memang merebahkan tubuhnya di kasur empuk kamarnya itu pun terkejut mendengar ponselnya berdering, Dia kemudian melihat ponselnya yang ada di meja tidak jauh dari tempat tidurnya itu, dia melihat layar ponselnya nomor ponsel baru yang masuk memanggilnya karena dia tidak mengetahui nomor tersebut.


" Siapa nomor ini? jangan-jangan nomor ini adalah nomor Sonia yang baru, aku yakin dia mungkin sudah berada di hotel ini juga, aku harus menyusun rencana agar dia tidak selalu mengikuti aku dan memberi kan peluang agar aku bisa kembali padanya lagi." gumamnya.


Namun dia tetap tidak menjawab panggilan tersebut, kemudian dia pun merijek panggilan di ponsel pribadinya itu, dia kembali meletakkan ponselnya dan merebahkan tubuhnya kembali di kasur empuknya itu, saat dia menatap ke langit-langit kamar hotel tersebut dia pun dikejutkan kembali dengan suara ponselnya berbunyi, dia tidak menghiraukan ponselnya yang berbunyi tersebut.


Beberapa kali ponselnya berbunyi, Akhirnya dia pun melihat kembali ke layar ponselnya, ternyata pemanggilnya adalah pemilik perusahaan Prima Group, dia pun langsung duduk dari tidurnya dan duduk di bibir ranjangnya sembari mengambil ponselnya dan menjawab panggilan tersebut.


Arga hanya tertawa pelan sembari menjawab ucapan Pak Reza tersebut.


" Bapak tidak mengganggu kok, Oh ya kapan kita bisa bertemunya Pak?" tanya Arga.


" Saat makan malam pak, Saya mengundang Bapak untuk makan malam bersama beserta klien yang lain, apakah Bapak mau menerima undangan saya ini?"

__ADS_1


" Baiklah Pak, dengan senang hati saya akan menghadiri jamuan makan malam itu."


" Baiklah Pak Arga, saya akan menunggu Bapak nanti malam jam 07.00." ucapnya sembari tertawa pelan.


" Baiklah Pak terima kasih." ucap Arga sembari membalas tawa dari Pak Reza tersebut kemudian mereka berdua pun memutus sambungan bicaranya, Arga kemudian meletakkan kembali ponselnya di atas meja semula, Dia kemudian berdiri dan melangkah menuju ke arah balkon kamar hotel tersebut, dia pun kemudian menyandarkan tangannya di pagar balkon tersebut sembari menatap jauh lepas keluar sembari tersenyum saat dia menoleh ke kiri dia melihat Vie yang menyunggingkan senyum di wajahnya sembari menutup matanya dan merentangkan sedikit tangannya di pembatas balkon itu, Arga langsung melangkah mendekati batas tembok kecil yang ada di balkon itu, dia menyisihkan bunga yang menutupi antara balkon tempat dia berdiri dan balkon kamar hotel yang ditempati oleh Vie, dia menatap Vie dengan lekat sesekali dia tersenyum sembari bergumam dalam hatinya.


" Dengan melepaskan lelah mu dengan gaya seperti itu menambah rasa semangat di diriku, Astaga! kenapa aku seperti ini?" ucapnya sembari menepuk jidatnya sendiri dan mengalihkan pandangannya sesaat dari Vie, saat dia menatap ke arah Vie lagi dia pun terkejut karena Vie sudah berada di hadapannya walaupun dibatasi dinding tembok, mereka saling berhadapan walaupun mereka masing-masing berdiri di balkon kamar hotelnya itu.


" Kenapa Bapak berdiri bersembunyi di situ?" tanya Vie.


Arga pun tersipu malu karena sudah ketahuan sama Vie, karena Vie sebagai objek pandangannya yang tidak bisa mengalihkannya ke mana-mana, matanya hanya ingin menatap wajah Vie yang tidak bisa dilupakannya itu, selalu saja menghantui pikirannya seakan selalu ingin terus dipandangnya.


" Oh tidak, Aku tidak bersembunyi, tapi Aku memang senang bersandaran seperti ini, sejak kapan kamu berada di situ?" tanya Arga, Vie hanya tersenyum sembari menjawab pertanyaan Arga.


" Sejak tadi saya memperhatikan Bapak yang tersenyum dan bersembunyi di balik bunga ini." ucap Vie, Arga pun lagi-lagi tertawa.


" Bagaimana kalau kita pergi ke pantai, Ada yang ingin aku bicarakan denganmu."

__ADS_1


" Pantai? bolehlah." ucapnya, dianggukan oleh Arga Kemudian mereka pun masuk ke dalam untuk mengganti pakaiannya, beberapa saat kemudian Arga sudah keluar dan menunggu Vie di pintu kamar hotelnya tersebut, tak lama Arga menunggu, Vie pun keluar dari kamarnya tersebut, mereka berdua kemudian melangkah beriringan menuju ke arah pintu lift, saat dia menunggu pintu lift terbuka, Rio yang melangkah menuju ke arah lift juga itupun melihat Vie bersama dengan Arga, dia pun menghentikan langkahnya sembari mengenali lelaki yang bersama dengan Vie, namun sayangnya dia tidak melihat jelas wajah Arga, kemudian mereka pun masuk kedalam Lift saat Arga berbalik ke arah depan pintu lift pun sudah tertutup, Rio tidak melihat sama sekali Siapa lelaki bersama dengan Vie, dia pun hanya bisa bergumam didalam hatinya.


" Siapa yang bersama dengan Vie itu? Kenapa Vie ada di hotel ini? bukankah dia tidak bekerja di perusahaan, aku dengar dia belum mendapatkan pekerjaan sama sekali, setelah perusahaan keluarganya berpindah tangan pada Om Drajat, Aku penasaran sekali siapa lelaki itu." gumamnya.


__ADS_2