
Chapter 35🌹
Setelah kepergian Vie dari ruangannya itu Arga pun tersenyum terlihat di wajahnya sangat bahagia sekali karena Vie mau memenuhi undangannya untuk membicarakan tentang proposal tersebut di rumahnya tepatnya di apartemennya, dia pun kemudian menghentakan tubuhnya di sofa dan menyadarkan tubuhnya itu di sandaran sofa sembari menatap ke arah langit-langit ruangannya di mana dia terus tersenyum yang tidak henti-hentinya tersebut.
Arga kemudian membuka proposal yang ada di hadapannya itu lalu dia menghubungi orang percayanya agar segera memasuki ruangannya, beberapa saat dia menunggu orang kepercayaan tersebut terdengar ketukan pintu di ruangannya, dia pun menyuruh si pengetuk masuk terlihat orang kepercayaannya itu pun tersenyum melangkah mendekatinya.
" Ada apa Pak sehingga Bapak memanggil saya masuk ke ruangan bapak." ucapnya.
" Aldi tolong kamu gandakan proposal ini setelah itu segera berikan kepada saya." ucap Arga sembari tersenyum pada Aldi.
Aldi mengambil proposal tersebut dan menganggukkan kepalanya kemudian dia pun berpamitan dengan Arga untuk segera melaksanakan perintah dari sang Bos tersebut.
Arga mengela nafasnya dengan panjang, dia mengingat ucapan dari Vie yang mengatakan kalau dia hanya numpang di rumah Melva.
" Sebenarnya apa yang terjadi dengan Vie, Apakah selama ini dia tidak kembali ke rumah pribadinya sendiri, tidak mungkin seorang Vie tidak memiliki rumah pribadi, aku harus mencari tahu siapa sebenarnya Vie, dia seperti misteri saja di kehidupan ini,dan dia saat ini yang perlu aku ketahui tentang siapa diri Vie sesungguhnya." ucapnya sembari menyandarkan kembali tubuhnya di sofa tersebut.
Ponselnya pun berdering dia melihat ponsel pribadinya dan siapa pemanggilnya, dia menatap lekat ke arah ponsel tersebut.
" Nomor siapa ini ?" dia pun langsung menjawabnya dan melangkah menuju ke arah jendela ruangannya itu.
" Halo Arga.. ini aku Sonia."
" Ada apa Sonia, Kenapa kamu menghubungiku lagi, Aku tidak ingin suamimu nanti marah terhadapku."
" Aku mau bertanya padamu, Apakah Syal ku tertinggal di tempatmu?"
" Iya memang ada tertinggal, Tapi aku tidak tahu sekarang di mana Syal itu berada, Kalau tidak salah Leo sudah membuangnya ke tempat sampah."
" Kenapa kamu melakukannya, itu adalah milikku pemberian kamu yang sangat berharga."
" Syal itu sudah berada di dalam tempat sampah yang tidak terpakai,itu menandakan hubungan kita sudah tidak ada lagi yang bisa diingat ataupun di buka kembali."
__ADS_1
" Arga itu adalah pemberian kamu yang sangat berarti yang aku simpan, kamu lupa ya saat kamu memberikan Syal itu padaku, kamu sangat romantis sekali memberikannya dengan penuh perasaan dan cinta kasihmu padaku, aku memang bersalah padamu, tapi setidaknya kamu jangan sampai membuang Syal pemberian kamu itu untukku, Karena itulah kenang-kenangan darimu."
" Maafkan aku Sonia, karena saat itu sudah mungkin di pembuangan sampah terakhir, aku tidak bisa lagi mencarinya untukmu lupakanlah Syal itu."
" Arga!kamu tega Ga, sebegitu bencinya kamu denganku, sehingga kamu membuang hadiah pemberian mau padaku, Syal itu mungkin tidak berarti bagimu, tapi sangat berarti bagiku."
" Sudahlah Sonia! jangan kau ingat lagi pemberian ku padamu, karena kamu itu adalah masa lalu ku, masih banyak Syal yang sangat bagus dari pemberianku itu dijual orang diluar sana, lebih baik kamu beli yang baru lagi karena uang suamimu juga banyak, Syal itu tidak sangat berarti karena itu adalah hanya sebuah Syal murahan saja." ucap Arga, kemudian terdengar ketukan di pintu ruangannya kembali dia menoleh ke arah pintu sembari bersuara untuk menyuruh pengetuk masuk.
Pembicaraan dengan Sonia pun sepihak diputus oleh Arga, dia pun kemudian langsung menuju ke arah meja kerjanya.
" Arga memang keterlaluan, begitu saja dia memutus sambungan bicaraku, Aku tidak akan pernah tinggal diam, aku tetap akan menemuinya saat ini, aku kira dia akan mengingat kenangan masa lalu di mana dia memberikan Syal itu begitu romantisnya kepadaku, di saat hari ulang tahunku, tapi ternyata Syal itu dibuangnya begitu saja dengan alasan adiknya yang membuangnya, aku rasa adiknya tidak mungkin berbuat seperti itu, Ini pasti perbuatan Arga sendiri." ucapnya sembari meletakkan ponselnya di atas meja riasnya tersebut, dia tidak menyadari saat dia menghubungi Arga suaminya mendengarkan pembicaraan tersebut.
" Ternyata dia masih menghubungi Arga, Walaupun dia tahu kalau aku masih ada di dalam kamar ini, ini tidak bisa dibiarkan, kelakuan Sonia sudah kelewat batas, dia masih ingin mendekati Arga, padahal Arga adalah masa lalunya, Aku tidak akan bisa membiarkan Sonia kembali pada Arga." ucapnya sembari melangkah mendekati Sonia yang sedang duduk di meja riasnya tersebut.
" Siapa yang kamu hubungi?!" tanya Bayu pada Sonia.
Sontak saja Sonia terkejut dia pun kemudian menatap ke arah Bayu sembari berdiri dari duduknya dan mensedekapkan tangannya didada, dia tidak menyadari saat dia menghubungi Arga dia tidak mengingat sama sekali kalau di kamarnya itu masih ada sang suami.
" Aku tidak menghubungi siapa-siapa, aku hanya menghubungi temanku, karena aku ingin bertemu dengan temanku itu."
" Buat apa aku menghubunginya, kamu selalu curiga padaku.!"
" Sudahlah Sonia! Kamu tidak usah berbohong lagi padaku, aku mendengar sendiri dengan kedua telingaku ini, aku tidak tuli Sonia! buat apa kamu mengingatkan Arga tentang masa lalu kamu bersama dengan dia, kamu tidak menghargai aku sebagai suamimu, Aku mengatakan kepadamu kalau aku ingin berubah dan kembali bersama untuk membina rumah tangga kita, tapi apa kenyataannya, kamu malah menghubungi Masa Lalu kamu itu!!"
Sonia hanya tersenyum sinis, kemudian dia melangkah hendak keluar kamar tersebut, Namun Bayu langsung meraih tangannya sedikit kasar Sonia pun meringis.
" Aww!! sakit Bay!! lepaskan tanganku! itukah yang dikatakan kamu ingin berubah hah?! kamu aja sudah menyakiti fisikku, kalau kamu ingin berubah, Kamu tidak akan pernah menyakiti aku lagi.!!"
" Maafkan aku, aku terbawa emosi." ucapnya sembari melepaskan tangannya.
" Apa?kamu terbawa emosi? karena kamu selalu cemburu padaku, kamu tidak tahu apa yang aku bicarakan di dalam ponsel tersebut, yang hanya di otak kamu Aku berbicara selalu dengan Arga, padahal aku berbicara dengan Mega! teman kuliahku dulu, seharusnya kalau kamu ingin berubah kamu tidak perlu curiga padaku, kamu harus percaya pada dirimu sendiri, kalau kamu ingin merubah dirimu untuk membina sebuah rumah tangga kembali denganku."
__ADS_1
Bayu pun mengusap wajahnya dengan kasar.
" Saat ini aku tidak ingin bicara denganmu! Aku ingin menenangkan diriku dengan teman-temanku." ucapnya melangkah meninggalkan Bayu.
" Sonia tunggu dulu!" ucapnya sembari meraih kembali tangan Sonia karena Sonia ingin pergi meninggalkannya.
" Sonia, kita sekarang pulang ke rumah ya." ucapnya merendahkan nada bicaranya.
Sonia tidak memperdulikan ucapan Bayu diapun menepiskan tangan Bayu darinya.
" Sonia dengarkan Aku!" ucapnya sembari duduk di bibir ranjang kamar tersebut sembari mendengus dengan kesal, Sonia pun pergi meninggalkan Bayu sendiri di kamarnya tersebut.
Di klinik kantor AL Group.
Terdengar ketukan pintu di klinik tersebut.
" Boleh saya masuk Bu dokter." ucap Arga.
Vie pun tersenyum menganggukkan kepalanya.
" Silahkan Pak.." ucapnya sembari tersenyum.
" Ini Bu dokter proposal yang Ibu dokter ingin minta copy-an dari proposal yang aslinya itu."
Vie pun mengangguk sembari mengambil proposal tersebut dari tangan Arga.
" Makasih Pak sudah mengantarkannya ke ruangan saya, sebenarnya saya yang akan mengambilnya, biar Bapak tidak capek berjalan ke sini."
" Saya tidak merasa capek untuk mengantarkan apapun ke ruangan Ibu dokter, karena rasa cape itu akan hilang setelah melihat wajah cantik Ibu dokter." ucapnya sembari menggoda Vie.
Vie yang mendapat godaan dari Arga pun hanya tersenyum malu-malu.
__ADS_1
Arga tersenyum melihat wajah Vie memerah merona seperti itu, dia merasa Vie semakin cantik dengan rona merah di wajahnya tersebut.
" Jangan lupa jam tujuh malam." ucapnya sembari berlalu dari hadapan Vie,dan dianggukan oleh Vie, Vie hanya menatap kepergian Arga dari ruangannya tersebut, dia pun hanya tersenyum sembari menghela nafasnya dengan panjang, dia kemudian memperhatikan dan membaca isi proposal tersebut di sela waktu luangnya saat itu karena tidak ada yang memerlukan bantuannya sebab tidak ada yang mengeluhkan rasa sakit kepadanya.