
Chapter 40🌹
" Ah! Gagal aku hari ini ingin membuat masakkan spesial untuk Vie." ucap Arga di dalam mobil, beberapa saat kemudian mobilnya pun berhenti di depan Apartemennya seperti biasa, dia pun memarkirkan mobil tersebut,dia melangkah menuju ke arah lobby dengan sedikit berlari menuju ke arah lift dan memasuki lift tersebut dia pun memecat tombol lift menuju ke arah lantai di mana kamar Apartemennya berada, sesampainya di lantai atas dia pun bergegas menuju ke arah kamar Apartemennya itu, di dalam dia pun langsung segera membersihkan dirinya karena dia tidak ingin terlambat di saat Vie berkunjung ke Apartemennya.
Di rumah Melva, berapa kali ketukan pintu di rumah itu pun mengejutkan mereka yang sedang duduk di ruang tengah, mereka menatap ke arah pintu tersebut, seorang laki-laki memasuki rumah Melva, dia tersenyum pada mereka siapa lagi kalau bukan Dokter Adnan yang ingin mengajak Namira keluar bersama dengannya.
" Silakan duduk." ucap Melva sembari tersenyum,dokter Adnan duduk sambil tersenyum dan menganggukkan kepalanya, dia duduk di sofa, dokter Adnan pun tanpa basa-basi langsung menjelaskan keinginannya mengajak Namira keluar bersamanya pada Vie dan dia juga menceritakan pada Vie kalau mereka berdua sudah memiliki hubungan khusus,Vie dan Melva hanya tersenyum.
" Aku sudah tahu kok semua yang dikatakan kamu itu sudah dikatakan oleh Namira padaku."
" Syukurlah kalau kamu sudah tahu." ucap dokter Adnan pun hanya tersenyum.
" Aku berpesan padamu, bahagiakan adikku, kalau kamu memang sudah tidak suka dengan adikku nantinya kamu bisa kembalikannya padaku dan tolong jangan khianati dan sakiti dia di belakangnya,."
" Aku tidak akan menghianati dia Vie, bahkan aku menunggu persetujuan dia."
" Untuk apa?"
" Aku ingin melamarnya Vie, aku ingin menjadikan dia sebagai istriku dan aku ingin menjadikan dia tanggung jawabku."
Melva dan Vie pun terkejut dengan ucapan dokter Adnan.
__ADS_1
" Aku tidak bohong Vie, aku sudah berulang kali mengatakan pada Namira, walaupun kami baru beberapa hari jadiannya, tapi aku menginginkan pacaran kami setelah menikah, tapi Namira belum memberikan jawaban yang pasti."
Vie menatap ke arah sang adik.
" Bagaimana dengan perasaan kamu Namira? Apakah kamu memang menyayangi dan mencintai Adnan?"
Namira menghela nafasnya dengan panjang.
" Sebenarnya Namira memang menyayangi Mas Adnan."
" Terus kenapa kamu tidak memberikan jawaban yang tepat untuk Adnan."
" Baiklah kalau itu maumu Dek, Adnan kamu mendengar sendirikan apa jawaban dari Namira, Tapi kalau memang benar-benar kamu menunggu Namira selama 3 hari jawaban dari Namira, dia pasti akan menjawabnya, kalian bisa mengatakannya pada Melva ataupun menghubungi aku."
" Kamu mau ke mana Vie?"
" Aku dan Bosku mau ada pekerjaan keluar kota."
Dr Adnan mengganggukan kepalanya.
" Aku pasti menunggunya, sampai kapanpun aku tetap akan menunggunya, karena aku yakin aku akan bahagia bersama dengan Namira."
__ADS_1
Melva dan Vie pun menganggukkan kepalanya, kemudian dokter Adnan pun berpamitan pada kedua wanita tersebut, mereka berdua pun kemudian meninggalkan Vie dan Melva, dokter Adnan mengajak Namira memasuki mobilnya, beberapa saat kemudian mobil dokter Adnan pun meninggalkan rumah Melva.
Vie menghela napasnya dengan panjang, dia pun lalu menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa, beberapa saat dia terdiam, kemudian dia pun dikejutkan oleh suara Melva yang membuyarkan rasa diamnya tersebut.
" Vie,ini sudah jam tujuh malam lewat loh, kamu nggak jadi ketemu dengan Pak Arga?"
Vie pun kemudian menengok ke arah jam yang menggantung di dinding rumahnya Melva.
" Astaga! kenapa kamu tidak mengingatkan aku Melva, Ya Tuhan pasti dia sudah menunggu aku di sana, dikiranya nanti aku membohonginya bertemu ke dengan dia."
" Ya udah ayo sekarang kamu siap-siap, aku antarkan kamu ke Apartemen pak Arga."
Vie pun kemudian melangkah menuju ke dalam kamar pribadinya, dia mengambil tasnya, karena dia memang sedari tadi sudah siap, Kemudian mereka pun bergegas melangkah menuju ke arah mobil pribadinya, beberapa saat kemudian mobil itu pun meninggalkan rumah kediaman pribadinya itu menuju ke arah Apartemennya Pak Bosnya itu.
Arga yang sudah lama menunggu di dalam Apartemennya itu pun merasa gelisah dan diapun langsung keluar ruangan, rencana hatinya dia ingin menunggu Vie dilantai lobby sekalian untuk membawanya makan malam bersama, saat dia melangkah menuju Lift tersebut dari dalam Lift itu keluar Sonia yang sudah tersenyum padanya, terlihat kekesalan diwajah Arga saat Sonia hendak meraih tangan Arga,suara Vie mengejutkan mereka berdua.
" Arga! " ucapnya sembari memanggil Arga tanpa embel-embel kata Pak.
Mereka berdua langsung menoleh kearah suara, Arga pun kemudian mendekati Vie tanpa menghiraukan Sonia dan Arga langsung saja meraih tangan Vie dan membawanya memasuki lift yang lain, membuat Sonia merasa penasaran dengan Vie.
" Siapa wanita itu?" gumamnya sembari menatap kepergian mereka berdua.
__ADS_1