Percikan Masa Lalu

Percikan Masa Lalu
Chapter 63


__ADS_3

Chapter 63๐ŸŒน


" Memiliki calon suami?" tanya Risma merasa heran.


Sang mama hanya menganggukkan kepalanya dan diapun menceritakan kembali siapa calon suami Vie pada Risma, terlihat Risma tercengang antara percaya dan tidak dengan cerita sang Mamah tentang calon suami Vie yang termasuk orang terkaya ditanah Air.


" Kekasihnya itu adalah seorang pengusaha kaya raya yang memiliki perusahaan di luar dan di dalam negeri bahkan perusahaan kita aja tidak ada apa-apanya, semudah membalik telapak tangan dia bisa menghancurkan perusahaan kita, itulah yang papah kamu pikirkan saat ini, sewaktu-waktu Vie akan mengambil alih perusahaan itu "


Lagi-lagi Risma tercengang dengan ucapan sang Mama, karena dia tidak menyangka kalau Vie memiliki seorang kekasih yang melebihi dari calon suaminya itu.


Risma terdiam sesaat, kemudian dia pun mengambil ponselnya dan menghubungi Rio.


Beberapa panggilan Risma terabaikan, karena Rio tidak menjawab panggilan dari Risma.


Rio yang berada di ruangannya itu pun hanya melirik ke arah ponsel yang berdering, karena dia tahu kalau yang memanggilnya adalah Risma, Rio larut dalam pikirannya, karena dia tidak menyangka saat bertemu dengan Vie untuk kedua kalinya, setelah Vie mendapati kesadarannya, ternyata Vie sudah memiliki seorang kekasih yang lebih di atasnya, dan dia tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kekasih sekaligus calon suami Vie itu.


Lagi-lagi ponselnya Rio berbunyi, namun lagi-lagi Rio mengabaikan panggilan Risma.


" Kenapa dia tidak menjawab panggilanku, apa yang dia lakukan di sana." ucap Risma


Kemudian dia pun mengalihkan panggilannya ke ponsel sang papa.


Berapa saat ponselnya berdering Om Drajat pun kemudian menjawab panggilan dari anak semata wayangnya itu.


Sesaat papah dan Anak itupun berbicara melalui ponsel pribadi mereka masing-masing, dan setelah selesai bicara Om Drajat meletakkan kembali ponselnya dan dia pun kembali merebahkan tubuhnya lagi.

__ADS_1


Om Drajat menghela nafasnya dengan panjang.


Dikamar Rio...


" Kenapa sekarang aku baru menyadari penyesalan yang dalam, kenapa aku tidak bisa menahan untuk tetap bertahan bersama dengan Vie kala itu dan kenapa aku harus tergoda dengan Risma."


Rio menghela nafasnya dengan panjang, dia kemudian melangkah masuk ke dalam dan merapikan beberapa pakaiannya dan memasukkannya ke dalam koper, karena rencananya mereka semua akan meninggalkan kota itu, kembali ke kota asal mereka masing-masing.


Kemudian dia duduk kembali di bibir ranjang yang ada di dalam ruangan itu, lagi-lagi dia menghela nafasnya dengan panjang.


" Ya Tuhan, kenapa aku tidak bisa menghilangkan pikiranku tentang Vie, seharusnya aku menerima kenyataan kalau Vie berbuat seperti itu padaku dan membalaskan rasa sakit hatinya padaku, aku seharusnya sadar, kalau Vie itu tidak mungkin lagi bersama denganku, tapi kenapa aku tidak bisa melepaskan Vie." ucapnya sembari menopangkan kedua tangannya di pahanya dan memegang belakang kepalanya sembari menundukkan kepalanya tersebut.


" Aku harus terima kenyataan kalau Vie sekarang bukanlah milikku, aku tidak bisa untuk memaksakan kehendakku agar Vie kembali kepadaku, biar bagaimanapun dia pasti akan merasa sangat sakit hati, seharusnya aku sebagai kekasih tempat dia berlindung tidak pernah meninggalkannya, tapi aku tidak mampu bertahan di saat itu, Maafkan aku Vie Maafkan aku, mungkin aku akan menghilang dari kehidupanmu, kamu akan mendapatkan kebahagiaanmu bersama orang yang sangat kamu cintai, walaupun kamu tidak memaafkanku, aku terima itu, karena itu pantas bagiku, Aku sangat menyesal karena sudah menyakitimu dan menanamkan luka yang dalam di hatimu, pantas bagiku tidak dapat kata Maaf darimu, tapi kata maafku sekali lagi Vie aku ucapkan padamu, walaupun kamu tidak mendengar kata maaf yang sudah aku ucapkan ini semoga saja kamu bisa memaafkan aku " ucapnya sembari menghela nafasnya dengan panjang dan dia pun mengusap wajahnya dengan kasar, kemudian dia berdiri dari duduknya dan menutup koper pribadinya itu, dia melangkah meninggalkan kamar hotelnya itu yang seharusnya dia pergi besok hari bersama dengan mereka, namun Dia memutuskan untuk pergi hari itu juga meninggalkan hotel tempat dia menginap beberapa hari tersebut.


Saat dia sampai di pintu lobby dia bertemu dengan om Drajat, Om derajat pun kemudian menegurnya.


" Aku mau pulang Om."


" Pulang? kalau kamu mau pulang, terus aku ikut siapa? kamu mau meninggal aku di hotel ini? Kamu ini calon menantu bagaimana sih, Masa calon mertuanya kamu tinggalkan di hotel ini, keterlaluan banget Kamu ini.!"


" Om bisa menggunakan kendaraanku, aku bisa ikut kendaraan yang lain."


" Tidak bisa! kamu tunggu Om di sini, Om akan berkemas dan Om juga akan pulang hari ini."


" Baiklah Om, kalau itu maumu, aku akan tunggu di dalam mobil." ucapnya, Om Drajat pun kemudian menganggukkan kepalanya dan bergegas menuju ke arahkan kamar hotel mengemasi barang-barangnya, Rio pun melangkah menuju ke arah mobilnya sembari menghubungi pak Reza.

__ADS_1


" Ya halo Pak Rio ada apa.?"


" Begini Pak Reza, maafkan saya karena nanti malam saya tidak bisa ikut, perjamuan makan malam untuk penutup kita bersama tentang proyek ini."


" Memangnya kenapa, bapak sakit atau bagaimana.?"


" Saya ada keperluan mendadak Pak, terpaksa saya harus check out dari hotel."


" Oh ya tidak apa-apa, terima kasih ya Pak Rio, atas kehadirannya, maafkan kami kalau kami menjamu bapak tidak sesuai dengan keinginan bapak."


" Tidak Pak, Ini juga lebih dari cukup dan terima kasih sudah menjamu saya di kota ini."


" Iya Pak." Kemudian mereka pun memutus sambungan bicaranya, Rio menyandarkan tubuhnya di jok mobilnya sembari menatap ke arah depan, terlihat dua orang pasangan dengan berjalan penuh kemesraan menuju ke arah mobil yang ada di depan Rio, karena posisi mobil Rio dan mobil kedua orang itu saling berhadapan, siapa lagi kalau bukan Vie dan Arga.


Rio hanya menatap mereka berdua yang memasuki mobil tersebut dan meninggalkan hotel dengan membawa koper bawaannya, terlihat mereka berdua juga meninggalkan hotel dan kembali kekota mereka dengan senyum bahagianya.


Cinta Arga dan Vie tidak bisa dipisahkan lagi, mereka sama-sama mencintai dan sama-sama menyayangi, mereka berdua tidak ingin saling menyakiti dan selalu ingin membahagiakan satu sama lainnya.


๐ŸŒน Sampai Jumpa Sesason Kedua๐ŸŒน


-----\_\_\_\_\_----\_\_\_\_----


**** Lanjut Season kedua ya sahabat dengan judul yang berbeda.****


Season kedua dimana menceritakan pembalasn Vie pada keluarga Drajat dan tentang pernikahan Vie dan Arga,nantikan kelanjutan keseruan mereka, sengaja di pisah tentang pembalasn Vie dan perebutan kembali kekayaan Vie yang sudah diambil keluarga Drajat.

__ADS_1


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Salam sehat dan berkah rejeki selalu buat sahabat semuanya...Salam dari sischa cintara๐Ÿ˜Š๐Ÿ™๐ŸŒน


__ADS_2