
Chapter 45🌹
Om Drajat yang melihat Rio hanya berdiri didepan pintu lift itu dia kemudian mendekatinya.
" Ada apa? Aku perhatikan dari tadi hanya melongo aja didepan lift, sedari tadi pintu lift sudah menutup dan membuka tapi kamu tidak masuk-masuk juga kedalam, apa yang kamu pikirkan?" tanya Om Drajat sembari menyentuh pundak Rio, yang langsung saja menoleh kearah Om Drajat.
" Aku tadi melihat Vie dihotel ini Om."
" Apa? Vie?"
" Iya Om, dia bersama dengan seorang lelaki."
" Lelaki? apakah kamu kenal dengan lelaki itu?"
" Tidak Om." ucapnya sembari menggelengkan kepalanya.
" Kerena Aku melihat belakang lelaki itu saja dan wajahnya tidak terlihat."
__ADS_1
" Hahahaha...kaya nggak tahu aja kamu."
" Maksud Om?"
" Seorang wanita yang terlihat dengan seorang pria disebuah hotel mewah seperti ini, itu artinya wanita itu sudah tidak benar, dan lagi dia mau kerja apa coba, kan dia tidak punya kerjaan? ditambah lagi perusahaan dan kelasihnya sudah tidak punya, darimana dia mendapatkan uang secara instan kalau tidak dengan panggilan via ponsel dari hotel kehotel, kamu pahamkan apa maksud ku." ucapnya tersenyum kemenangan karena dia merasa yakin kalau Vie memilih bekerja didunia hitam.
Rio merasa tidak suka Om Drajat berbicara seperti itu di hadapannya tentang Vie.
" Aku rasanya tidak terima kalau seandainya benar apa yang dikatakan oleh om Drajat tersebut kalau Vie bekerja di dunia hitam Karena aku belum pernah menyentuhnya sama sekali, ini tidak adil bagiku, Kenapa dia tidak bekerja di tempat yang semestinya sesuai dengan kepandaiannya." gumamnya di dalam hati sembari memalingkan wajahnya ke arah lain, Om Drajat pun menatap ke arah Rio.
Rio langsung menoleh ke arah Om Drajat dia pun tersenyum.
" Aku tidak mencintai dia Om, aku masih mencintai Risma, Aku cuma tidak habis pikir kenapa dia sampai berbuat seperti itu, seharusnya dia bisa bekerja dengan kepintaran yang dimilikinya itu, kenapa dia mesti bekerja kayak gitu."
" Biarkan saja, itu adalah hak dia, aku bersyukur juga kalau dia memiliki pekerjaan seperti itu, karena aku tidak merasa terganggu, tapi aneh juga sih, dia tidak sama sekali menggangguku sampai saat ini, setidaknya dia pasti menanyakan tentang usaha Almarhum Ayahnya, tapi mungkin dia tidak ingin kembali lagi ke perusahaan keluarganya itu,yang ada di tanganku saat ini, lagi pula perusahaan itu bukan lagi milik dia." ucap Om Drajat dengan begitu bangganya karena dia merasa selama ini Vie tidak menghiraukan lagi apa yang sudah didapat oleh Om Drajat dari keluarga Vie, karena selama ini Vie pun tidak menghiraukan, itulah perasaan Om Drajat saat ini, padahal jika seandainya mereka mengetahui bagaimana niat Vie yang sangat kuat ingin merebut kembali hak kedua orang tuanya yang sudah diambil paksa dari dirinya dan adiknya.
" Ya Om, tapi ngomong-ngomong ada apa Om mencariku tadi.?"
__ADS_1
" Oh begini,karena pimpinan Prima Group ingin mengundang kita makan malam."
" Oh Bagus dong, Jadi kita bisa lebih akrab lagi dengan orang-orang yang ikut andil di dalam proyek besar kita ini."
" Ngomong-ngomong Kamu mau ke mana Rio?" tanya om Drajat.
" Awalnya aku ingin jalan-jalan keluar hotel ini, tapi karena Om memanggilku dan aku juga melihat kehadiran Vie berada di hotel ini, aku jadi mengurungkan niatku untuk keluar, karena aku merasa malu, melihat ulah Vie yang tidak baik itu, aku sebagai mantan kekasihnya juga merasa malu kalau memang benar dia bekerja dengan cara seperti itu."
Om Drajat hanya menganggukkan kepalanya sembari tersenyum dan menepuk pundak Rio pelan.
" Sudahlah, kamu Jangan memikirkan itu, lebih baik kita sekarang beristirahat aja, karena nanti malam kita juga akan lebih lama berbicara dengan pemilik perusahaan Prima Group dan yang terpenting lagi kita bisa berbicara dengan pemilik perusahaan AL group yang sudah banyak menanamkan saham kerjasamanya di dalam proyek ini, karena aku ingin mengenalnya lebih dekat lagi dan aku bisa mengetahui cara kerja mereka di perusahaan, sehingga mereka memiliki omset yang sangat besar." ucapnya sembari tersenyum dianggukan oleh Rio, padahal Rio memikirkan Vie, karena dia masih mencintai Vie jauh di lubuk hatinya yang paling dalam, tapi karena penghianatan yang sudah dia lakukan terhadap Vie tidak bisa merubah lagi perasaan Vie padanya, Vie terlihat sangat membencinya.
Mereka berdua pun kemudian meninggalkan depan lift tersebut menuju ke arah kamar mereka masing-masing.
Arga dan Vie memasuki mobil pribadi Arga, beberapa saat mobil Arga itu meninggalkan depan hotel menuju ke arah sebuah pantai yang sangat indah, karena Vie baru saja mengenal daerah yang sudah mereka kunjungi tersebut.
Mobil melaju menuju kearah tujuan dengan senyum sumringah mereka menikmati jalanan itu, sesekali Vie menatap kearah Arga begitu juga dengan Arga dia menatap kearah Vie dan akhirnya mereka saling senyum dan menikmati kembali jalanan tersebut.
__ADS_1