Percikan Masa Lalu

Percikan Masa Lalu
Chapter 53


__ADS_3

Chapter 53 🌹


" Oh iya, saya ingin memperkenalkan juga selain Dia sebagai calon istri saya dia juga menjabat jadi penasehat di perusahaan saya."


Dengan ucapan Arga, Om Drajat dan Rio Saling pandang, dia berdua merasa tidak percaya karena jabatan yang diberikan pada Vie itu sangatlah tinggi, tidak semudah mendapatkan jabatan yang sekarang diduduki Vie,karena apapun kata penasehat di perusahaan itu akan dituruti oleh pimpinan perusahaan.


Pak Reza pimpinan Prima grup dan Bayu pun tersenyum seraya menganggukkan kepalanya sedangkan Om Drajat dan Rio hanya terdiam Arga kemudian menoleh ke arah mereka berdua.


" Oh ya,Saya mau tahu nih, kalian berdua mengenal calon istri sayakan, pastinya kalian tahu siapa calon istri saya ini seperti apa."


" Oh, kami tidak terlalu mengenalnya, tapi calon istri anda itu pernah bekerja di perusahaan saya sebagai sekretaris saya." ucap Rio dianggukkan oleh Om Drajat.


" Wow! hebat sekali pak, calon istri bapak memang sangat spesial .." sambung pak Reza disenyumi Arga.

__ADS_1


" Silakan kalian berbicara dulu dan silakan kalian memberikan keterangan pada calon suami saya, bagaimana sepak terjang saya di saat saya belum bertemu dengan calon suami saya ini." ucapnya sembari tersenyum dia pun kemudian berbisik pada Arga.


" Aku ke belakang sebentar." Arga pun kemudian menganggukkan kepalanya sembari berucap.


" Jangan lama-lama aku tidak bisa jauh dari kamu." ucapnya tersenyum, Vie menganggukkan kepalanya sembari memberikan senyum manisnya pada sang kekasih, pak Reza pun terkekeh, Begitu juga dengan Bayu sembari dia berucap.


" Ya Tuhan manis sekali." ucap pak Reza tertawa pelan.


Rio tersentak mendengar ucapan Arga dia pun kemudian mengusap wajahnya dengan kasar dan memalingkan pandangan matanya sembari berucap.


" Apa maksudnya berbicara seperti itu? apakah Vie sudah berbicara semuanya tentangku,kalau aku dan Vie pernah ada hubungan, asal dia tahu aku dan dia tidak putus secara resmi, aku akan bicara dengan Vie." ucapnya kemudian dia pun berdiri dari duduknya, Arga lalu menegurnya.


" Pak Rio mau ke mana? bukankah kita mau makan malam bersama, sebelum makanan dihidangkan kita bicara-bicaralah dulu."

__ADS_1


" Maaf pak Arga saya ke belakang sebentar karena udah tidak tahan lagi hehehe..." ucapnya sembari memberi kode pada Arga, Arga pun menganggukan kepalanya namun dia pun berpikir dalam hatinya.


" Dia sudah merasa dengan ucapanku tadi dan dia juga merasa karena telah menyakiti Vie." ucapnya sembari tersenyum di ujung sudut bibirnya itu.


Saat Vie keluar dari toilet dia melangkah santai menuju ke arah ruangan di mana mereka masih berada, tiba-tiba dia pun terkejut karena tangannya diraih dengan sedikit kuat.


" Heh! wanita yang tidak tahu malu, aku ingin bicara denganmu!" ucap Sonia.


" Maksud kamu siapa yang tidak tahu malu, aku apa kamu? lepaskan tanganku! " ucap Vie dengan tegas, Sonia pun kemudian melepaskan tangannya Vie, dia kemudian mensedekapkan tangannya di dada sembari menatap Vie kearah Vie.


" Kamu jangan menang dahulu, Kalau Arga sudah menjatuhkan pilihannya pada kamu, Dan kamu juga jangan senang karena Arga sangat mencintai kamu, asal kamu tahu Arga tidak akan pernah berpaling dariku, Dia sangat mencintaiku dia hanya pelarian saja dengan mencintai kamu, seharusnya kamu sadar diri karena kamu hanya dimanfaatkan oleh Arga, seharusnya kamu menyadari kalau Arga itu sangat mencintai aku, asal kamu tahu aku dan Arga sudah bertahun-tahun lamanya...." Belum selesai Sonia melanjutkan ucapannya itu Vie sudah memotong ucapan Sonia.


" sudah lama pisah!" ucap Vie memotong kata-kata dari Sonia, Sonia terkejut, dia menatap ke arah Vie dengan tatapan penuh arti.

__ADS_1


__ADS_2