Percikan Masa Lalu

Percikan Masa Lalu
Chapter 43


__ADS_3

Chapter 43 🌹


Arga pun mengajak Vie meninggalkan taman tersebut, dan menuju kearah rumah Melva untuk mengantarkan Vie pulang, tidak banyak berbicara didalam mobil mereka hanya banyak berdiam larut dalam pikiran mereka masing-masing.


Sesampainya dirumah Melva, Vie tidak menyadarinya kalau mobil Arga sudah sampai didepan rumah Melva, Arga menoleh kearah Vie kemudian dia pun mendekatkan wajahnya kearah Vie, Vie terkejut, diapun memejamkan matanya, Arga menatap Vie sangat dekat, Vie merasakan hembusan nafas Arga diwajahnya, pikiran Vie pun sudah kemana-mana, namun dia dikejutkan dengan suara Arga yang pelan.


" Aku hanya ingin melepaskan sabuk pengamanmu, karena kita sudah sampai didepan rumah Melva." ucapnya tersenyum, Vie akhirnya membuka matanya dia terlihat tersipu malu karena dia sudah berpikiran yang aneh-aneh pada pak Bosnya itu.


" Oh, Maaf, saya tadi keasyikan melamun, sampai tidak sadar sudah sampai." ucapnya beranjak hendak turun dari mobil Arga dan tangan Arga langsung meraih tangannya Vie membuat Vie menoleh kearah Arga.


" Istirahat dengan nyaman, jangan pikirkan yang lain, biar besok kita berangkat kesana dengan pikiran yang tenang, aku akan menjemput kamu jam delapan pagi." ucapnya tersenyum, Vie hanya menganggukkan kepalanya dan langsung turun dari mobil Arga dan melangkah menuju kearah dalam dengan dipandangi Arga dari dalam mobilnya dengan senyuman manisnya, setelah Vie memasuki rumah Melva Arga pun melajukan kembali mobilnya menuju kearah rumah sang Mamah, karena dia tidak ingin pulang ke Apartemennya, dia tidak ingin bertemu kembali dengan Sonia, dia beranggapan Sonia pasti akan datang lagi ke Apartemennya itu.


Vie yang sudah berada didalam kamarnya itupun hanya tersenyum saat terbayang kejadian dimobil tersebut.


Diapun tersenyum dan menggulingkan tubuhnya dikasur dengan sangat gembiranya.


" Kenapa aku rasanya bahagia sekali ya, padahal dia hanya melepaskan sabuk pengamanku saja,. kok aku merasa sangat bahagiaaaa sekali..." ucapnya sembari memegang bantal yang ada diatas tempat tidurnya itu.


" Apakah aku menyukainya?Hemmm...tidak mungkin dia menyukai aku juga, mungkin dia merasa simpati aja padaku, karena aku sudah menceritakan semuanya padanya tentang diriku dan keluarganya, Vie...Vie...sadar Vie..." ucapnya menepuk kepalanya pelan dengan senyum mengembang diwajahnya itu.


Dikediaman Mamah Diana...


Mobil Arga yang terparkir ditempat parkir itu langsung saja dia turun dari mobilnya dan menuju pintu utama rumah sang mamah, dan dia memencet Bel rumah tersebut, pintu terbuka diapun langsung masuk kedalam namun sebelumnya dia meminta maaf sama Asisten rumah tangga sang Mamah, karena sudah membangunkannya itu, sang Asisten hanya menganggukkan kepalanya sembari tersenyum, Arga melangkah menuju kearah kamar pribadinya yang berada dirumah sang Mamah, dia masuk kedalam dan dengan cepat menghentakkan tubuhnya dikasur empuk tersebut dan merentangkan tangannya sembari menatap langit-langit kamarnya itu, dan tak lama dia pun tertidur dengan mengukir senyum diwajahnya.


🌹🌹🌹🌹🌹


Keesokan harinya seperti biasa Ibu Diana sarapan pagi dia terkejut melihat Asistennya menyiapakan tiga piring diatas meja makan diapun lalu bertanya pada sang Asisten.

__ADS_1


" Kenapa tiga Mbak?"


" Iya Nyonya besar, karena ada Tuan Muda Arga."


" Arga ada dirumah ini?"


" Iya Nyonya, tadi malam Tuan Muda Arga datang dan tidur dikamar pribadinya."


" Oh, Ya udah, terimakasih ya..." ucap Ibu Diana sembari duduk ditempatnya seperti biasanya.


" Tumben anak itu tidur dirumah Mamahnya, biasanya jarang mau tidur disini." ucap Ibu Diana sembari menggelengkan kepalanya seraya tersenyum.


" Hai Mah..." ucap Arga dan Leo.


" Hai..." ucap Ibu Diana sembari menatap sang anak yang mengambil duduk disamping kiri dan kanannya.


" Iya Mah, Leo juga tadi kaget kakak masuk kamar Leo." ucap Adik kesayangannya itu.


Arga menceritakan semuanya pada Bu Diana dan Leo kenapa dia sampai memilih tidur dirumah sang Mamah, sambil mengambil sarapannya yang sudah tersedia diatas meja.


" Kamu harus segera pindah Aparteman."


" Iya kak, aku juga khawatir takutnya si Sonia terus datang ke Apartemennya kakak."


Arga menganggukkan kepalanya.


" Aku sudah menemukan Apartemen yang baru nanti setelah pekerjaan diluar kota selesai aku langsung pindah kesana."

__ADS_1


" Baguslah kalau kaya gitu." ucap Ibu Diana sembari dianggukkan Leo.


" Jadi hari ini kamu pulang ke luar Negeri?" tanya Arga.


" Iya kak..."


" Kamu jadikan berangkat hari ini keluar kotanya?" tanya Ibu Diana.


" Iya Mah...Oh ya Mah, Mamah tidak salah dengan pilihan mamah tentang Vie.."


" Maksud kamu? ada apa dengan Vie?"


" Arga sudah tahu semuanya Mah, siapa sebenarnya dokter Vie itu." ucapnya kemudian diapun menceritakan semuanya pada sang mamah seperti apa yang diceritakan Vie padanya, mendengar cerita Arga Ibu Diana dan Leo terkejut dan tidak menyangka kalau seorang dokter Vie memiliki keluarga yang berada dan juga terpandang.


" Dasar gila tuh Rio dan Drajat, bisa-bisanya menyakiti Vie dan mengambil haknya Vie, mamah berharap kamu bisa membantu Vie mendapatkan kembali hak keluarganya." ucap Ibu Diana menatap kearah anak sulungnya itu.


" Itu sudah Arga pikirkan Mah, Arga juga ingin melihat mereka berdua melihat Vie ada bersama dengan Arga."


" Dan kakak juga harus ingat kakak harus waspada dengan Sonia, karena Bayu juga berkecimpung di proyek kakak pastinya Sonia itu akan ikut." ucap Leo.


" Benar apa kata kamu Leo,Aku pasti akan waspada dengan mereka berdua." ucapnya tersenyum.


" Habiskan makan kalian, dan berangkatlah dengan hati-hati dijalan..." pesan Ibu Diana, dianggukkan mereka berdua, karena kedua anaknya itu akan melaksanakan tugas yang diberikan sang mamah, Arga berangkat menuju ke luar kota dan Leo keluar Negeri sama-sama dihari yang sama.


Setelah berpamitan dengan sang Mamah, Arga kemudian menjemput Vie yang ada dirumah Melva, Vie juga berpamitan dengan Melva dan adiknya, mereka berdua kemudian melajukan mobilnya menuju kearah tujuan, Arga sengaja menggunakan mobil menuju kelokasi karena hanya beberapa jam saja tempat tujuan mereka bisa dicapainya.


Dirumah Om Drajat,mobil Rio memasuki halaman dumah tersebut dan sudah ditunggu Om Drajat dan mereka juga melajukan mobilnya menuju kearah tujuan.

__ADS_1


Sedangkan dirumah pribadi Sonia, Bayu yang sudah bersiap-siap itupun langsung membawa barang keperluan sang istri, karena Sonia juga ingin menemaninya ketempat lokasi,Sonia terlihat senang karena Bayu mengijinkannya ikut bersamanya, dengan alasan Sonia ingin melepaskan lelah dari segala masalah rumah tangganya itu, sebenarnya Bayu merasa berat hati untuk mengajak Sonia ikut serta dikarenakan Bayu khawatir Sonia akan lebih banyak bertemu dengan Arga dan melupakan dirinya, dipikiran Bayu Arga tidak memiliki tambatan hati dan memudahkan Sonia akan terus mendekatinya, Mobil merekapun melaju meninggalkan rumah mereka menuju tempat tujuannya.


__ADS_2