
Chapter 58🌹
" Kamu tidak apa-apa kan sayang." ucap Arga sembari menatap ke arah Vie, mereka berdua sudah berada di sebuah rumah sakit, Arga langsung membawa Vie berganti pakaian dengan membeli pakaian yang tidak jauh dari tempat mereka Resto acara makan malam tersebut dan Arga langsung membawa Vie memeriksakan keadaannya, karena makanan yang ditumpahkan kearah Vie itu dalam keadaan panas.
" Aku tidak apa-apa, tadi dokter sudah memberikan aku obat, namun agak sedikit perih di sekitar perut, karena air makanan itu tadi sedikit panas mengenai kulitku."
" Aku akan menemui pihak restoran itu, siapa yang menyuruh pelayannya itu sehingga dia menumpahkan makanan kepadamu, aku tidak percaya kalau dia itu hanya sengaja saja pasti ada orang yang menyuruhnya."
" Udah, Nggak usah, biarkan aja aku kan tidak apa-apa."
" Memang tidak apa-apa tapi kamu merasakan sakit perihnya, kamu tidur sendirian, aku tidak bisa menjaga kamu kalau terjadi apa-apa nanti malam dengan kamu gimana.?"
" Kamu tidak usah khawatir, aku baik-baik aja kok, nanti kalau aku merasa sakit ataupun terjadi apa-apa denganku Aku akan segera menghubungi kamu, kamu kan tidak jauh dariku, kamu di samping aku maksudnya di samping kamar aku." ucap Vie sembari tersenyum Arga pun kemudian tersenyum,mereka berdua memasuki mobil dan meninggalkan Rumah Sakit tersebut menuju ke hotel di mana tempat mereka menginap.
Arga mengantarkan Vie sampai ke depan pintu kamarnya itu setelah Vivi terlihat masuk dia pun pura-pura masuk ke dalam kamarnya tapi melainkan dia langsung meninggalkan kamarnya lagi dan menuju ke arah restoran tersebut.
__ADS_1
Sesampainua di restoran itu dia memarkirkan mobilnya seperti pertama saat dia berada di restoran itu dia melangkah menuju ke arah dalam.
" Maaf, saya ingin bertemu dengan pimpinan restoran ini, kalau perlu pemilik restoran ini sekalian."
" Tunggu sebentar Pak, kami panggilkan." ucap salah satu pelayan yang ada di restoran tersebut.
Berapa saat Arga menunggu seorang laki-laki berpakaian rapi pun menemuinya.
" Apa Bapak mencari saya.?"
" Iya, Apakah anda pemilik restoran ini.?"
" Baiklah kalau seperti itu, saya ingin bertemu dengan seorang pelayan yang tadi melayani kami di ruangan eksklusif itu."
" Tamunya pimpinan Prima Group yang memesannya itu Pak.?"
__ADS_1
Arga menganggukkan kepalanya.
" Sebelumnya saya minta maaf atas kelalaian kami dalam melayani para tamu, saya selaku manajer di restoran ini memohon maaf pada Bapak yang sebesar-besarnya."
" Saya tidak perlu permohonan maaf dari kalian tapi saya perlunya dengan pelayan itu, karena saya ingin bertanya pada dia siapa yang menyuruh dia untuk menumpahkan makanan panas itu pada calon istri saya, kalau anda tidak memanggil pelayan itu saya minta pimpinan resto untuk bertemu dengan saya sekarang." ucap Arga, Karena dia sudah terbakar amarahnya.
" Baiklah Pak, saya akan panggilkan pelayannya tadi."
Manager itu pun kemudian memanggil salah satu pelayan agar membawa pelayan yang melayani ruangan eksklusif yang sudah dipesan oleh pimpinan Prima Group tersebut.
Pelayan yang diperintahkan itu pun membawa wanita tersebut ke hadapan Arga.
" Saya mau bertanya denganmu, Siapa yang menyuruh kamu.?!"
" Maafkan saya pak, sebenarnya saya tidak mau diperintah oleh wanita itu, tapi dia terus memaksa dan memberikan saya imbalan, karena saya perlu dengan imbalan tersebut makanya saya mau disuruhnya."
__ADS_1
" Siapa wanita itu katakan pada saya, kalau kamu tidak mengatakannya masalah ini akan saya perpanjang tapi kalau kamu mengatakannya pada saya, Saya akan memaafkan kamu dan masalah ini sampai di sini saja." ucap Arga dengan tegas.
" Ibu Sonia, tamu dari ruangan itu juga." ucapnya, Arga pun terkejut dengan ucapan pelayan tersebut.