
Chapter 52 🌹
Sebelum Arga memperkenalkan Vie pada mereka semua, Vie sudah berbicara terlebih dahulu menyapa Om Drajat dan Rio.
" Apa kabar pak Drajat,Pak Rio, kalian berdua pasti terkejut melihat aku duduk bersama dengan kalian di sini."
Om Drajat dan Rio hanya tersenyum.
" Kabar kami baik-baik aja." sahut Om Drajat.
__ADS_1
" Baguslah kalau kalian berdua baik-baik saja, mungkin saat ini kalian merasa baik tapi nanti aku tidak menjamin kabar kalian akan baik-baik saja." ucap Vie, sedangkan pak Reza sebagai pimpinan Prima grup merasa heran karena Vie sudah mengenal kedua orang yang ada duduk di ruangan tersebut.
" Apakah kalian berdua saling kenal dengan Nona ini ?" tanya pimpinan Prima grup.
Sebelum mereka berdua menjawab Arga pun langsung berbicara.
" Wanita yang ada di samping saya ini adalah kekasih saya tepatnya calon istri saya, karena sebentar lagi kami mau melangsungkan pernikahan, mungkin setelah pulang dari pengunjungan Pak proyek ini."
" Aku tidak percaya kalau Vie mau menikah dengan laki-laki itu, karena aku kenal dengan Vie, dia tidak semudah membalikan telapak tangan jatuh cinta pada orang lain, aku saja dulu mendapatkannya bertahun-tahun harus mengenalnya terlebih dahulu, Bagaimana kepribadian dia dan bagaimana tentang rasa sukanya padaku, tidak semudah itu Vie jatuh cinta." gumamnya di dalam hati sembari menatap lekat kearah Vie, Vie pun melirik ke arah Rio dia hanya tersenyum sinis, kemudian dia pun tersenyum kembali dengan Arga.
__ADS_1
" Wah! saya senang mendengarnya, Jangan lupa undang saya ya Pak Arga." ucap pak Reza pimpinan Prima grup itu terlihat senang dengan kabar yang dikatakan secara langsung oleh Arga.
" Apa cuma pimpinan Prima grup aja yang diundang nih,kami-kami juga kan?" sambung Bayu.
Arga pun langsung tersenyum sembari menganggukan kepalanya.
" Itu pasti, secepatnya akan saya undang kalian kalau sudah urusan kami selesai, karena saya jujur juga tidak sabar ingin segera menikah dengan kekasih saya ini." ucapnya sembari menyentuh tangan sang kekasih, dianggukan oleh Vie terlihat senyum bahagia di wajah Vie, sedangkan Om Drajat mulai salah tingkah dia beberapa kali menghapus keringat dingin yang keluar dari wajahnya sembari bergumam di dalam hatinya.
" Aku tidak percaya kalau dia ingin menikah dengan laki-laki itu, atau mungkin ini hanya permainannya saja? mungkin dia sengaja berbicara seperti itu agar aku merasa terkejut dan merasa tidak percaya, tapi nyatanya aku memang terkejut dan merasa tidak percaya kalau dia akan menikah dengan laki-laki yang ada di hadapanku ini, kalau seandainya ini terjadi, matilah aku! mungkin aku akan menjadi pengemis jalanan, Karena laki-laki yang ada di hadapanku ini terkenal memiliki kekayaan yang berlimpah dan dia bisa saja membeli perusahaanku, semudah dia membalikkan telapak tangannya." ucapnya dalam hati, sembari lagi-lagi mengusap wajahnya dengan kasar, Arga pun menatap ke arah Om Drajat dan Rio, Dia kemudian mengulurkan tangannya berpura-pura tidak mengenal mereka berdua, karena sebenarnya dia sudah mengetahui Mereka berdua adalah orang yang sudah menyakiti calon istrinya tersebut di masa lalu dan menyengsarakan hidup sang kekasih dan adiknya sampai sekarang.
__ADS_1
" Oh, bukankah ini Pak Drajat dan Pak Rio, senang bertemu dengan kalian berdua, Karena saya hanya bisa mendengar nama kalian saja dan sekarang saya bisa berhadapan dengan kalian berdua secara langsung, Sekali lagi saya senang bertemu dengan kalian berdua." ucapnya sembari menyalami kedua orang yang ada di hadapannya itu, mereka berdua hanya tersenyum saja, Bayu yang sadari tadi menunggu istrinya itu selalu menatap ke arah pintu, dia pun bergumam di dalam hatinya.
" Ke mana Sonia, sampai sekarang lama sekali dia ke belakang, kalau aku menyusulnya ke belakang tidak mungkin meninggalkan mereka, sepertinya tidak sopan kalau aku menyusul Sania ke belakang." gumamnya sembari mengguratkan senyum di wajahnya, padahal di pikirannya itu memikirkan tentang sang istri.