
Chapter 46 🌹
Sesampainya ditempat tujuan Arga memarkirkan mobilnya di tempat parkir yang sudah disediakan, mereka berdua turun dari mobil menuju ke arah tepi pantai di mana banyak orang yang menikmati keindahan pantai tersebut ada yang bermain pasir ada yang berlari-larian dan ada yang menikmati suasana pantai sekedar duduk di pasir tersebut.
Mereka berdua beriringan berjalan sembari menatap ke arah laut lepas tersebut.
" Maaf Pak Arga...."
" Kamu lupa lagi ya?"
" Maaf....hehehe..." tawa kecil Vie,
" Arga... katanya tadi ada yang ingin dibicarakan.?"
" Iya ada yang memang ingin aku bicarakan padamu."
" Tentang apa?"
" Nanti malam aku diundang oleh pimpinan Prima grup untuk makan malam bersama, maukah kamu menemani aku saat malam nanti.?"
Vie terkejut dan menghentikan langkahnya dan Arga pun menatap Vie dengan lekat.
" Kamu tidak mau ya nemani aku,hemm, tidak apa-apa kalau kamu tidak mau mungkin kamu merasa capek karena kita menempuh perjalanan yang jauh, Kamu bisa istirahat di kamar kamu, biar aku sendiri saja yang datang di pertemuan jamuan makan malam itu."
" Oh, bukan itu maksudnya tapi..."
" Tapi kenapa"
" Tapi....Berapa orang yang datang nantinya di jamuan makan malam itu.?"
__ADS_1
" Aku tidak tahu berapa yang datang, yang jelas mungkin pemilik perusahaan yang tertera di dalam proposal itu."
Vie menganggukkan kepalanya namun dia tidak bersuara.
" Bagaimana, Apakah kamu mau menemani aku dalam jamuan makan malam itu.?"
" Hem...Aku mau, sekalian kamu bisa memperkenalkan aku sebagai penasehat di kantor kamu."
" Apa? aku memperkenalkan kamu sebagai penasehat di kantorku.?"
" Iya,memangnya kenapa? biar mereka tidak salah paham, mungkin mereka pernah kerjasama dengan kamu, tapi kala itu kan tidak ada penasehatnya, Ibu Diana tidak mungkin ikut dan lagi tidak ada menjalankan proyek yang jauh dari kantor kamu."
" Aku tidak mau memperkenalkan kamu sebagai penasehatku."
" Terus kamu mau memperkenalkan aku sebagai apa.?"
Arga menatap lekat kearah Vie,membuat Vie salah tingkah.
Vie terkejut dengan ucapan Arga, dia hanya menundukkan kepalanya saat Arga mengeluarkan kata-kata itu dan bertepatan dengan degupan jantungnya yang sangat kuat, pipinya merona merah Arga tersenyum melihat perubahan di wajah Vie.
" Kamu tidak keberatan kan aku memperkenalkan kamu sebagai kekasihku.?"
" Ah, tidak, aku tidak keberatan kok, itu kan cuma bohongan aja kan? bukan kenyataankan, karena kita sama-sama berhadapan dengan mantan kekasih dan juga mantan kekasihmu dan suaminya, Aku tidak keberatan kok, kalau kita memerankan sandiwara ini." ucap Vie tersenyum.
Saat Vie berkata seperti itu, di dalam hatinya terasa berdesir, karena sebenarnya dia mengharapkan Arga mengatakan itu bukan hanya sandiwara belaka.
Vie menghela nafasnya dengan panjang dia menatap lepas ke laut dan angin laut pantai menerpa wajahnya.
Arga tersenyum dia menatap ke arah Vie.
__ADS_1
" Tapi sayangnya ini bukan sandiwara."
Sontak saja membuat Vie menatap ke arah Arga.
Arga menatap penuh kemesraan.
Sedangkan wajah Vie terkejut dan dia merasa tidak percaya Arga berbicara seperti itu.
" Maksud kamu.?"
" Aku tidak ingin hubungan kita hanya sandiwara saja, di hadapan mereka aku ingin hubungan kita ini menjadi nyata, karena selama aku mengenal dan melihat kamu pertama kali aku sudah jatuh cinta padamu, Aku ingin mengatakan itu padamu tapi aku takut kamu menolakku,sekarang ditepi pantai ini menjadi saksi aku mengatakan ini, maukah kamu menerima cintaku?" ucap Arga, Vie hanya terdiam antara senang sedih bercampur menjadi satu, dia belum tahu mau menjawab apa.
" Vie, mungkin keinginanku menjadikan kamu kekasihku itu terlalu cepat, tapi aku ingin mengetahui apakah kamu menerima aku atau tidak.?"
Sejenak Vie terdiam, dia menundukkan kepalanya sejenak, ingin rasanya dia langsung menjawab iya, kalau dia sebenarnya menyukai Arga,tapi dia tidak mampu mengatakannya,yang sebenarnya kata-kata itulah yang diinginkannya keluar dari mulut Arga.
" Bagaimana, Apakah kamu mau aku perkenalkan sebagai kekasihku di hadapan mereka semua, tapi ini tidak sebagai sandiwara tapi melainkan kenyataan kalau kamu adalah kekasihku."
Vie mengangkat wajahnya kemudian dia mengukir senyum di wajahnya dan menganggukkan kepalanya, melihat anggukan Vie Arga pun tersenyum lebar, dia meraih tangan Vie dengan penuh kemesraan.
" Sekarang kita berpacaran, kita sekarang sepasang kekasih, bolehkah aku memegang tanganmu?" ucap Arga sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Vie.
Vie hanya tersenyum sembari berkata.
" Bukankah sedari tadi kamu sudah memegang tanganku?"
Arga pun terkekeh, Mereka kemudian bergandengan tangan sambil berjalan menikmati indahnya suasana pantai tersebut.
" Sekarang kita sudah menjadi sepasang kekasih, tidak ada lagi yang bisa menyakiti kamu tanpa seijinku."
__ADS_1
Vie hanya menganggukkan kepalanya, Arga pun merangkul Vie.
Vie merasa bahagia sekali, kebahagiaan yang dia dapat itu tidak bisa terukirkan dengan kata-kata, dan tidak bisa juga dilukiskan di atas kertas, Karena kebahagiaan yang Vie dapatkan itu sangat berarti dalam hidupnya.