Percikan Masa Lalu

Percikan Masa Lalu
Chapter 41


__ADS_3

Chapter 41 🌹


Didalam Mobil...


" Astaga! kenapa aku memanggil pak Arga dengan sebutan nama? waduh! mati aku." ucapnya sembari melirik sesaat Arga yang fokus menyetir.


Vie memberanikan berbicara.


" Pak Arga...Maafkan saya ya..." ucapnya dengan rasa takut bercampur debaran didadanya karena dia takut Arga akan marah dengan ucapannya tadi.


Arga tersenyum sembari menoleh sesaat kearah Vie yang duduk disampingnya itu.


" Kamu nggak salah, apa yang mesti aku maafkan?"


" Ucapan saya tadi?"


" Ucapan apa? kamu sudah mengucapkannya dengan benar." ucap Arga santai mengucapkannya, membuat Vie merasa bingung, dia mengira Arga marah padanya tapi nyatanya dia tidak marah sama sekali dan nampak tersenyum dengannya.


Mobilnya terus melaju menuju arah tujuan, yaitu resto mewah favorite Arga dikala dia ingin makan diluar.


Beberapa menit kemudian mobil yang dikendalikan Arga itu pun memasuki halaman Resto, dia memarkirkan mobil tersebut dengan rapi dia menoleh sesaat ke arah Vie


" Ayo kita turun, temani aku makan malam, nanti aku akan ceritakan semuanya Siapa wanita tadi yang kamu lihat." ucap Arga sembari menatap ke arah Vie.


Vie menghela nafasnya dengan panjang, kemudian dia pun menganggukkan kepalanya, Arga kemudian turun dari dalam mobil diikuti oleh Vie, mereka berdua melangkah beriringan masuk ke dalam Resto tersebut.


Arga kemudian duduk di meja yang selalu dia tempatin di saat dia berada di resto itu, dia kemudian memanggil seorang pelayan Resto tersebut setelah memesan makanannya dan juga makanan Vie pelayan itu pun meninggalkan mereka berdua sembari menunggu makanan mereka disajikan Arga pun kemudian berbicara pada Vie


" Dokter Vie.." panggil Arga.


" Maaf Pak Arga, tolong jangan panggil dokter, bapak bisa panggil saja saya dengan sebutan nama."


" Baiklah, kalau itu mau kamu, tapi Aku juga bisa meminta satu permintaan padamu, Kamu tidak usah memanggil ku dengan sebutan Bapak, di saat kita berdua seperti ini, kamu bisa sebut saja Aku seperti kamu memanggil Aku tadi di saat berada di Apartemenku."

__ADS_1


" Tapi Pak... Eh maksud saya Arga...


" Itu lebih tepatnya Kamu memanggil Aku Arga saja tidak pakai embel-embel Bapak, karena saat kita berada di luar Aku tidak ingin antara Aku dan kamu itu terlihat ada pembatasnya."


Vie hanya menganggukkan kepalanya sembari menatap ke arah Arga.


" Sebenarnya kamu sudah tepat tadi memanggil Aku dengan sebutan Arga, di hadapan perempuan itu."


" Maafkan saya karena kata-kata itu begitu saja keluar dari mulut saya."


Arga tersenyum...


" Kamu tidak salah, karena Aku sudah sangat bersyukur sekali kamu menyebut Ku tidak ada embel-embel bapak di kala perempuan itu ada di samping ku." ucapnya sembari menghela nafasnya dengan panjang dan menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi yang dia duduki saat itu.


" Maaf Pak, eh salah maksud saya Arga, sebenarnya wanita itu siapa.?"


Arga menatap ke arah Vie kemudian dia pun membenarkan duduknya kembali dan meletakkan kedua tangannya di atas meja sembari memainkan kunci kontak mobilnya.


" Dia adalah masa lalu aku, kami sudah putus lama dia memilih seorang laki-laki yang mungkin baginya lebih baik daripada aku, Setelah 5 tahun lamanya kami berpisah dan dia pun menikah dengan laki-laki pilihannya, tanpa sengaja kami pun bertemu kembali, sejak pertemuan pertama kali di kantor itu dia sering menemuiku berkali-kali juga, Aku mengatakan padanya agar tidak ada salah paham lagi diantara Aku dan dirinya terutama suaminya, namun dia tidak mengerti, Untung saja saat itu aku keluar dari Apartemen dan saat itu juga kamu datang memanggil aku dengan sebutan Arga, mungkin sekarang dia bertanya-tanya di dalam hatinya siapakah kamu sebenarnya."


" Nasib kita berdua sama Arga, kamu dikhianati oleh kekasihmu dan berterus terang memilih laki-laki lain di hadapanmu, tapi berbeda denganku, di saat aku mengalami musibah orang yang aku cintai itu malah menyelingkuhiku di belakangku."


Vie menghela nafasnya dengan panjang.


" Mungkin Nanti di saat kita keluar kota Aku akan terus bertemu dengannya."


" Memangnya kenapa, Apakah dia ada di salah satu perusahaan yang ikut di dalam proyek yang kita tangani ini."


" Dia tidak ikut melainkan suaminya, tapi kalau dia tahu proyek yang ditangani oleh suaminya itu berada campur tangan perusahaanku dia pasti akan ikut bersama dengan suaminya."


" Suaminya?"


Arga menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


" Bayu Purba pemilik perusahaan BP Group."


Vie menganggukkan pelan kepalanya sembari berpikir.


" Sepertinya aku pernah mendengar nama perusahaan itu." gumamnya dalam hati.


Arga menatap ke arah Vie..


" Ada apa Vie, sepertinya kamu berpikir keras tentang perusahaan BP group, Apakah kamu mengenal pemilik perusahaan itu sekaligus suaminya Sonia.?"


" Sonia.?"


" Iya, perempuan tadi bernama Sonia."


" Saya tidak mengenal Sonia tapi saya pernah rasanya mendengar perusahaan BP Group itu."


" Perusahaan BP Group itu memang banyak menjalin kerjasama di perusahaan-perusahaan yang ada di kota ini, saat itu dia datang ke kantorku ingin mengajukan kerjasama, tapi aku masih tidak menyetujuinya, sampai sekarang pun mereka tidak menyenggol lagi tentang kerjasama itu yang aku dengar sekarang dia sudah mendapatkan perusahaan yang mau menyetujui kerjasama dia."


" Perusahaan mana.?"


" Perusahaan RD Group yang dipimpin oleh Pak Drajat."


Vie langsung terkejut setelah Arga menyebutkan RD group namun dia berusaha untuk menyembunyikan rasa terkejutnya tersebut.


" Awalnya aku tidak tahu kalau mereka saling memiliki kerjasama dan mereka berdua juga ikut di dalam proyek yang sedang kita tangani itu, tapi karena kepiawaian Leo akhirnya aku mengetahui kalau BP grup itu menjalin kerjasama dengan RD group dan sekarang mereka sama-sama satu tim antara Bayu purba dan Pak Drajat itu."


Vie lagi-lagi menghela nafasnya dengan panjang sembari tetap bergumam di dalam hatinya.


" Ternyata Om derajat sudah melebarkan sayapnya untuk menyetujui siapa saja yang menanam saham pada perusahaan almarhum ayahku yang sudah direbutnya dari aku dan adikku."


" Hemmm... tapi Leo memberikan keterangan padaku saat itu katanya ada yang aneh dengan perusahaan RD grup ini."


" Ada yang aneh? maksudnya aneh bagaimana saya jadi tidak mengerti."

__ADS_1


" Apakah kamu pernah mendengar perusahaan RD Group dia berdirinya sekitar 7 bulan atau 8 bulan yang lalu tapi terlihat perusahaan itu sudah meningkat sangat pesat padahal perusahaan itu baru berubah nama sekitar 7 atau 8 bulan, ya sama aja berdirinya perusahaan itu baru seumur jagung, tapi dia dengan mudahnya menyetujui Bayu dan perusahaannya bekerja sama dengan perusahaan Pak Drajat ini, ini yang membuat aku aneh, aku akan mengawasi mereka karena dia masuk di dalam proyek yang akan kita tangani ini, terang Arga sembari menatap ke arah Vie.


" Itu tidak aneh, tapi itu Karena perusahaan yang sudah melaju pesat itu saat kepemimpinan almarhum ayahku, aku tidak bisa mengatakan semuanya ini padamu, karena aku belum siap untuk memberitahumu semuanya." gumamnya dalam hati sembari menatap ke arah Arga, kemudian pelayan Resto itu pun datang dan menyajikan makanan yang sudah mereka pesan, mereka berdua pun kemudian menikmati makan malamnya walaupun dengan pikiran yang kacau Vie tetap menyelesaikan makan malamnya menemani Arga sang Bos.


__ADS_2