Percikan Masa Lalu

Percikan Masa Lalu
Chaoter 61


__ADS_3

Chapter 61🌹


"Aku tidak merasa sakit,Aku merasa gerah aja di dalam ruangan, Aku ingin bertemu dengan kamu, tapi aku melihat kamu berbicara dengan mereka di lorong, makanya aku menemui kamu."


Arga menghela nafasnya dengan panjang sembari berucap.


" Aku menemui Sonia untuk bicara padanya dan Aku tidak memaafkan Sonia setelah apa yang diperbuatnya padamu."


Vie tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


" Sonia memang berbuat seperti itu karena itu adalah haknya, tapi sebenarnya yang sangat kejam itu ambisinya yang sangat meluap-luap, tapi ada sisi baiknya juga sebenarnya didirinya itu, dan ada juga sisi penyesalannya, aku yakin dengan ucapanku kalau aku memaafkannya dan dia pasti akan berubah."


Arga tersenyum sembari mengusap kepala kekasihnya tersebut.


" Baiklah, kamu istirahat aja, besok pagi kita akan ke lokasi, setelah itu kita akan kembali ke kota kita, karena aku akan segera mengatakan semuanya pada mama dan ingin melangsungkan pernikahan denganmu, karena aku tidak ingin lagi kamu disakiti oleh siapapun." ucapnya sembari lagi-lagi mengusap kepala Vie, dan Vie hanya menganggukkan kepalanya, dan tersenyum, mereka berdua berdiri dari duduknya dan melangkah menuju ke arah pintu ruangan tersebut, setelah Arga keluar dari kamarnya, Vie kemudian merendahkan tubuhnya di kasur empuknya tersebut, beberapa saat dia terdiam dan kemudian matanya pun dilanda kantuk yang sangat berat, Akhirnya dia pun tertidur, di samping dia kelelahan ada pengaruh obat yang diminumnya tersebut yang sudah diberikan oleh dokter rumah sakit.


***

__ADS_1


Keesokan paginya tepat jam 07.00 pagi Arga mengetuk pintu ruangan Vie, karena Vie sudah merasa siap, mereka pun kemudian sarapan pagi di hotel itu, setelah mereka sarapan pagi, pimpinan Prima grup pun mengutus orang untuk menjemput mereka dan melihat lokasi di mana tempat proyek pembangunan sebuah hotel yang melibatkan beberapa perusahaan di dalamnya.


Merekapun semua meninggalkan hotel itu menuju ketempat lokasi.


***


Di saat semuanya sudah dikunjungi, Arga serta yang lainnya mendapatkan penjelasan dari pimpinan Prima Group, mereka pun kembali tepat makan siang, Arga tidak bersama makan siang dengan mereka, karena Arga tidak ingin terjadi sesuatu kembali pada Vie, mereka pun berdua memilih untuk makan siang terpisah dari mereka, karena Arga menjaga kemungkinan yang ada.


Setelah makan siang, mereka pun beristirahat di hotel kembali, di ruangan Om Drajat dia duduk di balkon seorang diri sembari mengambil ponselnya dan menghubungi istrinya tersebut, karena tadi malam dia tidak sempat untuk menghubungi keluarganya itu, dikarenakan pikirannya yang banyak menumpuk tentang Vie yang akan menikah dengan seorang pengusaha yang terkenal kaya dan memiliki beberapa perusahaan terbaik di dalam negeri dan di luar negeri.


" Kenapa baru sekarang Papa menghubungi mama.?"


" Tidak bohong kan?"


Terdengar Om darajat mengelola nafas panjangnya.


" Ada apa, katakan pada Mama apa yang terjadi di sana.?"

__ADS_1


" Aku bertemu dengan Vie dan dia terlibat dalam proyek ini."


" Apa?Vie terlibat dalam proyek ini? bagaimana ceritanya.?"


" Aku tidak tahu bagaimana dia bisa terlibat dalam proyek besar ini, yang tidak aku percaya dia adalah kekasih seorang pengusaha yang menanam saham terbesar di prima grup ini."


" Apa?"


Lagi lagi istrinya terkejut mendengar keterangan dari sang suami.


" Kamu tidak bercanda kan pah?"


" Aku tidak bercanda mah, ini beneran, aku juga merasa tidak percaya tapi ini kenyataan dan yang membuat aku sangat terkejut dan tidak habis pikir dia akan melangsungkan pernikahan."


" Bagus dong! kalau dia menikah, jadi dia tidak lagi mengurusi soal perusahaan yang ada dengan papa saat ini."


" Itu tidak bagus! malah membuat aku khawatir.!"

__ADS_1


" Maksud Papa ?"


__ADS_2