Percikan Masa Lalu

Percikan Masa Lalu
Chapter 27


__ADS_3

Chapter 27🌹


Di kediaman kedua orang tua Sonia...


Mobil Bayu yang sudah berhenti di depan rumah kedua orang tua Sonia itu pun bergegas turun dari mobilnya, Dia berharap hari ini dia bisa membawa Sonia pulang ke rumahnya seperti biasanya dan dia juga ingin memperbaiki kembali rumah tangganya yang sudah hampir di ujung tanduk.


Dia berjalan menuju ke arah pintu utama rumah tersebut dengan senyuman sembringahnya berharap yang membukakan pintu itu adalah Sonia dengan senyuman manisnya seperti yang dulu pernah dia lihat.


Bayu kemudian memencet bel rumah itu beberapa saat kemudian pintu itu pun terbuka terlihat wajah mertuanya memberikan senyuman manisnya pada dirinya sang menantu.


" Selamat malam mah...."


" Malam Bayu..." silakan masuk.


Bayu menganggukkan kepalanya sembari melihat ke kiri dan kanan karena dia mencari sosok sang istri tapi sayangnya dia tidak menemukan sosok tersebut.


Mertuanya itu pun mengetahui kedatangan Bayu ke rumahnya itu.


" Kamu pasti mencari Sonia kan.?"


Bayu menganggukkan kepalanya.


" Silahkan duduk dulu nanti Mama akan ceritakan padamu kemana perginya Sonia."


Bayu hanya menganggukkan kepalanya mengikuti langkah Ibu mertuanya tersebut menuju ke arah sofa, kemudian mereka duduk saling berhadapan terdengar helaan nafas dari mertuanya tersebut.


" Kemana Sonia pergi Mah? ini kan sudah malam."


" Sonia dari sore tadi sampai sekarang belum kembali, dia mengatakan ingin bertemu dengan teman-temannya."


" Bertemu dengan teman-temannya.?"

__ADS_1


Dianggukan oleh sang mertua .


Bayu merasa tidak yakin kalau Sonia bertemu dengan teman-temannya, karena saat Bayu menuju ke arah rumah mertuanya ini dia bertemu dengan tiga orang temannya tersebut yang sedang bersama dengan para suaminya yang kebetulan saat itu Bayu menegur mereka dan mengetahui mereka ingin pergi ke mana,


" Tidak mungkin kalau Sonia mengikuti mereka itu."


Perkiraan Bayu itu memang benar, Sonia tidak bersama dengan ketiga temannya walaupun sebenarnya ketiga temannya itu sudah diberitahu oleh Sonia agar bertemu di sebuah Cafe, namun ketiga temannya itu membatalkan pertemuan tersebut karena suami mereka masing-masing membawa mereka ke acara yang lain, sedangkan Sonia hanya menghabiskan waktunya seorang diri di kafe tersebut dengan menikmati minuman yang beralkohol.


Dengan setengah mabuk dia pun kemudian memanggil sebuah taksi dan setelah memberitahukan alamat tempat rumahnya tersebut taksi itu pun membawanya menuju ke alamat yang diberikan oleh Sonia padanya.


" Lebih baik Mama istirahat aja biar Bayu yang menunggu Sonia."


" Baiklah, Mama akan beristirahat tapi Mama ingin mengatakan sesuatu padamu."


" Apa itu mah?"


" Mama berharap kamu tidak berpisah dengan Sonia, karena hanya kamu yang bisa membahagiakan Sonia, Mama yakin Sonia akan bahagia bersama denganmu." ucap sang mertua sembari berdiri dan menepuk pundak menantunya itu, dia pun kemudian melangkah meninggalkan Bayu yang sedang duduk di ruang tengah rumahnya tersebut.


" Maafkan aku Mah, karena aku sudah mengecewakan Mamah, Aku adalah menantu yang tidak baik untukmu, ini semua aku lakukan karena aku membuang ke kekesalanku pada Sonia, selama hidup bersama dengan Sonia, Sonia selalu menunda memiliki seorang anak, sedangkan seorang anak itulah yang ditunggu oleh kedua orang tuaku, mungkin aku tidak bisa jujur sama Mama, karena Mama terlalu baik kepadaku Mama adalah mertua yang terbaik untukku, Tapi sayangnya Mama tidak mengetahui sikap pola Sonia seperti apa, sehingga membuat aku melarikan diriku untuk bersenang-senang dengan wanita lain, walaupun sebenarnya kejelekanku ini sejak dulu sudah ada di hidupku, Tapi sejak menikah dengan Sonia Aku tidak ingin lagi mengulanginya,Tapi sayangnya Sonia lah yang membuat aku seperti ini." gumamnya di dalam hati sembari menghela nafasnya dengan panjang.


Bayu kemudian berdiri dan mematikan lampu ruang tengah rumah mertuanya tersebut, dia sengaja memadamkan lampu tersebut agar dia mengetahui kedatangan Sonia nantinya, pintu rumah sengaja tidak dikuncinya agar memudahkan Sonia masuk ke dalam rumah tersebut.


🌹🌹🌹🌹🌹


Arga kemudian mengantarkan Vie untuk pulang ke rumah, sedangkan Leo mengatur dirinya untuk beristirahat di kamar pribadi sang kakak, karena di apartemen itu Arga memilih memiliki satu buah kamar saja.


Vie terpaksa diantarkan oleh Arga karena Melva dan Namira sudah terlebih dulu pulang ke rumah, mereka berdua memang sengaja membiarkan Vie dan Arga bisa bersama-sama karena mereka berdua merasa Kalau Arga memiliki perasaan khusus pada Vie.


Beberapa saat kemudian Arga pun sampai di rumah kediaman Melva, Arga terkejut ternyata rumah kediaman Melva dan apartemennya itu tidak sangatlah jauh, berjalan kaki pun sangat dekat sekali, tapi karena Vie tidak menghafal jalan tersebut, jadi Vie tidak mengetahui kalau mereka sebenarnya berdekatan.


Arga pun menghentikan Mobilnya di depan rumah Melva, Arga tersenyum Begitu juga dengan Vie.

__ADS_1


" Astaga! rupanya Aku selama ini berdekatan dengan rumah Melva,aku tidak mengira kalau rumah Melva dengan apartemenku sangat dekat sekali, jika aku tahu seperti ini tidak mungkin aku menggunakan mobil untuk mengantarmu ke rumah Melva, lebih enak jalan kaki agar aku bisa menikmati malam bersama denganmu." ucap Arga, Vie terkejut dengan ucapan Arga begitu saja, Arga pun tersadar dengan ucapannya Dia memalingkan wajahnya sembari tersenyum tersembunyi dan bergumam di dalam hati.


" Ya Tuhan, kenapa aku sampai keceplosan gini sih." ucapnya.


" Oh maaf, bukan maksudku seperti itu, maksud aku biar kita bisa jalan kaki menikmati malam bersama-sama, suasana malam itu kan sangat menyegarkan."


" Suasana malam yang sudah larut seperti ini tidak menyegarkan Pak, eh maaf maksudku Arga."


" Memangnya kenapa? padahal kan angin malam itu seger, dingin, dan tidak panas, seperti di waktu siang hari, kita bisa menikmati sinar rembulan yang bertaburkan bintang di atas langit."


" Memang suasananya sangat dingin, namun tidak baik untuk kesehatan."


" Hehehe...oke, oke, Maaf, aku salah bicara, karena aku sedang berbicara dengan seorang dokter." ucapnya tertawa pelan, Begitu juga dengan Vie yang hanya tersenyum.


Arga turun dari mobilnya Dia mengambil kursi roda Vie, Dia membantu Vie untuk duduk di kursi roda tersebut, Dia kemudian mendorong kursi roda itu menuju ke arah pintu utama rumah Melva yang ternyata sedari tadi Melva dan Namira sudah menunggu di teras rumahnya tersebut, Namira pun kemudian menyambut kedatangan sang kakak dia mengambil alih kursi roda tersebut dari tangan Pak Bos kakaknya itu.


" Terima kasih ya Pak, sudah merepotkan Bapak untuk mengantarkan kakak saya."


" Tidak apa-apa, saya senang kok mengantarkan Kakak kamu, Oh ya Melva, ternyata rumah kita berdekatan ya, saya tidak tahu kalau rumah Kamu di sekitar sini."


" Sudah lama Pak, berada di sekitar sini rumahnya, mungkin sejak saya SMA sudah berada di sini." ucap Melva tersenyum.


" Rupanya saya ya yang baru di sini Saya tidak tahu" ucapnya tersenyum.


" Bapak tidak mampir dulu?" ucap Melva menawarkan sang Bos untuk mampir sebentar di rumahnya itu.


" Oh tidak usah, terima kasih, karena ini sudah larut malam, lebih baik Saya pulang dulu."


" Baiklah Pak, terima kasih banyak."


Arga hanya menganggukkan kepalanya, kemudian Arga pun melangkah menuju ke arah mobilnya kembali, beberapa saat kemudian mobil itu pun sudah menghilang dari hadapan rumah Melva.

__ADS_1


__ADS_2