Percikan Masa Lalu

Percikan Masa Lalu
Chapter 36


__ADS_3

Chapter 36 🌹


Pulang kantor Vie memberhentikan sebuah taksi karena dia pulang lebih dulu dari Melva yang saat itu masih ada kerjaan yang tidak bisa ditundanya, Vie awalnya dipersilahkan Melva menggunakan mobilnya tersebut, tapi karena Vie masih belum bisa melupakan pasca kecelakaan yang menimpanya itu dia pun menolaknya,Vie meminta pada sopir taksi tersebut untuk memberhentikan dirinya di sebuah kuliner jajanan karena dia ingin membeli sesuatu yang ingin dimakannya di rumah, sopir taksi itu hanya menganggukan kepalanya, setelah sampai di depan kuliner yang terkenal di kota itu, Vie membayar taksinya tersebut kemudian dia pun turun dari taksi itu melangkah masuk ke dalam kuliner yang menjual berbagai macam makanan khas Indonesia.


Vie berhenti di salah satu penjual kuliner yang menjual makanan kesukaannya dia memilih jajanan tersebut saat dia hendak membayar seseorang menegurnya.


" Vie..."


Merasa namanya dipanggil, Vie pun kemudian menoleh ke arah suara, dia terkejut karena Rio sudah ada di belakangnya, Rio kemudian menyentuh tangan Vie, namun dia langsung menepiskannya.


" Rio..?" ucapnya.


" Sayang, kamu sudah sadarkan diri, aku mencari kamu di rumah sakit ternyata kamu sudah keluar, Kenapa kamu tidak menghubungi aku, Aku berusaha untuk mencari kamu, kenapa kamu menghindari aku? sekarang kamu tinggal di mana." ucapnya sembari mengekspresikan wajahnya senang, karena sudah melihat Vie bisa berdiri tegap di hadapannya.


" Kamu masih peduli denganku.?"


" Iya sayang, aku masih peduli, Aku ini tunangan kamu, aku kangen denganmu, karena kamu adalah wanita yang sangat aku cintai."


Vie mendengus dengan kesal, dia menatap dengan tatapan tajamnya, kemudian dia pun dikejutkan oleh penjual kuliner tersebut untuk mengembalikan uang kembalian milik Vie, Vie pun mengambil uang kembalian tersebut dan langsung meninggalkan Rio yang ada di hadapannya tersebut, melihat Vie meninggalkannya Rio pun mensejajari langkah Vie.


Vie tidak ingin bertengkar di tengah kerumunan orang yang berbelanja kuliner tersebut, dia pun kemudian melangkah menuju arah keluar pusat kuliner tersebut, dia meninggalkan area kuliner itu dengan langkah tergesa-gesa, Rio terus mendekatinya sembari memanggil-manggil namanya.


" Vie...Vie sayang, kamu kenapa, Apa kamu tidak rindu selama ini denganku, maafkan aku karena saat kamu sadar aku tidak ada di sampingmu, tapi asal kamu tahu aku saat itu berada di luar kota, aku harus menyelesaikan proyek yang aku jalani saat itu, Maafkan aku sayang, Aku tidak tahu kalau kamu sudah sadarkan diri dan bisa berjalan seperti semula, Aku merindukan saat-saat bersama denganmu, aku bersusah payah mencarimu bahkan aku mendatangi rumah kamu ternyata rumah kamu tidak berpenghuni, Kamu tinggal di mana?" ucapnya sembari meraih tangan Vie tapi Vie langsung menepiskan pegangan tangan Rio, namun Rio terus mengejar Vie dan berusaha terus meraih tangannya.

__ADS_1


" Kamu apaan sih hah! ini di tempat umum tau nggak sih!! tolong jaga sikap kamu, Aku tidak ingin ada orang yang mengatakan tentang diriku ini yang tidak-tidak, karena ini di tengah jalan, kamu tidak lihat itu banyak orang yang memperhatikan."


" Aku tidak peduli, aku tidak melanggar aturan, karena aku berbicara dengan kekasihku sendiri."


" Apa kekasih kamu?! asal kamu tahu, kekasih kamu sudah lama mati tujuh bulan yang lalu!!" ucap Vie tersenyum sinis.


Mendengar ucapan Vie seperti itu, seakan-akan dia tidak menyadari kesalahannya terhadap Vie.


" Vie, Aku ini Kekasih kamu, Aku tidak salah berbicara Vie, bahkan kita sudah tunangan, Aku sadar dengan apa yang aku katakan ini sayang..."


" Rio! kalau kamu memang mengatakan Aku masih kekasih kamu kenapa selama aku tidak sadarkan diri kamu tidak peduli denganku!!"


" Sayang, Kata siapa aku tidak peduli denganmu, aku peduli, aku yang selalu mengurusmu, walaupun aku tidak ada di sampingmu saat kamu tidak sadarkan diri, tapi aku minta tolong dengan pihak rumah sakit untuk selalu menjagamu dan memberikan kabar tentangmu padaku."


" Apa maksud kamu sayang? aku tidak macam-macam, cintaku hanya satu hanya untuk kamu, aku setia, setiap hari berdoa untuk kesehatan kamu, aku saja bingung saat aku ke rumah sakit kamu sudah tidak ada, kucari kamu kemana-mana tapi kamu tidak aku temukan, tapi Tuhan sayang denganku, sehingga aku bisa menemukan kamu di pusat kuliner itu, aku senang, karena kamu sudah berdiri tegap seperti ini, Aku senang kamu seperti dulu lagi sayang..."


" Seperti dulu lagi?cih! tidak akan pernah kaya dulu lagi!! Aku sekarang tidak seperti yang dulu lagi,Aku sekarang tidak seperti apa yang kamu pikirkan saat ini." ucapnya sembari menatap lekat ke arah Rio, kemudian dia pun memberhentikan sebuah taksi, dia langsung memasuki taksi tersebut, Dia menyuruh sopir taksi itu segera pergi dari hadapan Rio.


Rio kemudian mengusap rambutnya dengan kasar sembari menatap kepergian Vie dari hadapannya.


" Apakah selama ini Vie mengetahui hubunganku dengan Risma? itu tidak mungkin, karena tidak ada yang berbicara dengannya, dan lagi pula dia tidak mengetahui sama sekali antara hubunganku dengan Risma, jangan-jangan Namira yang berbicara pada Vie kalau selama Vie tidak sadarkan diri aku tidak pernah menjenguknya kembali, tapi tidak mungkin Namira berbicara seperti itu pasti dia tidak ingin menyakiti kakaknya, aku tahu Namira sangat menyayangi kakaknya itu." ucapnya sembari melangkah menuju ke arah pusat kuliner tersebut dan dia pun menuju mobilnya yang terparkir, beberapa saat kemudian mobilnya pun meninggalkan pusat kuliner itu, ia pun berusaha mencari taksi yang ditumpangi oleh Vie agar dia tahu di mana Vie tinggal selama ini.


" Dimana dia tinggal, Kenapa taksi itu begitu cepat sekali sehingga aku tidak menemukannya." ucapnya sembari terus melihat kiri dan kanan mencari taksi yang ditumpangi oleh Vie.

__ADS_1


Vie pun tidak ingin langsung menuju ke arah rumah Melva, padahal jarak antara rumah Melva dan pusat kuliner itu tidak sangatlah jauh, dia kemudian meminta sopir taksi itu untuk membawanya kembali kekantor AL Group.


Beberapa saat taksi yang ditumpanginya itu pun berhenti di depan kantor AL Group, dia membayarnya dan taksi itu pun melaju meninggalkan kantor tersebut.


Vie berencana mendatangi Melva yang masih berada di ruangannya itu, saat dia memasuki lobby dia pun berpapasan dengan Arga.


" Dokter Vie..." panggil Arga.


Vie menoleh ke arah suara, dia tersenyum, Arga kemudian mendekatinya sembari memandangi Vie dengan lekat.


" Kok belum pulang, Ini kan sudah waktunya pulang."


" Oh... Maaf, pak Arga, ada yang ketinggalan jadi saya kembali lagi ke kantor."


" Oh gitu....Ya udah kalau memang ada yang ketinggalan silakan bu dokter ambil dulu ke ruangannya, nanti pulangnya saya antar, saya tunggu di parkiran." ucapnya sembari tersenyum langsung saja meninggalkan Vie, belum sempat Vie mengatakan pada Arga untuk menolak ajakannya tersebut, Namun Arga keburu meninggalkannya, Vie hanya mengikuti langkah Arga yang hilang dibalik pintu Lobby.


Dia kemudian mendekati Arga yang baru sampai di pintu mobilnya tersebut, Arga pun menoleh ke arahnya, dia merasa heran, begitu cepat Vie sudah berada di belakangnya.


" Sudah diambil barangnya yang ketinggalan Bu dokter?"


Vie hanya menganggukkan kepalanya, Arga tersenyum, kemudian dia mempersilakan Vie masuk ke dalam mobilnya, Vie pun menengok kiri dan kanan, dia pun langsung masuk ke dalam mobil tersebut, Arga pun menengok kiri dan kanan juga sembari bergumam.


" Ada apa dengan Vie, Kenapa terlihat sangat aneh sekali sih dia, seperti ada yang mengejarnya gitu, sampai masuk mobilku aja dia nengok kiri dan kanan, padahal tidak ada orang sama sekali, ini menambah rasa penasaran ku terhadapnya dan membangunkan keingintahuanku lebih besar lagi untuk mengetahui siapa sebenarnya dokter Vie ini." gumamnya sembari memasuki mobilnya tersebut, beberapa saat kemudian mobil pribadinya Arga pun meninggalkan kantor AL group menuju ke arah rumah Melva untuk mengantarkan Vie pulang ke rumahnya.

__ADS_1


__ADS_2