Perjalanan Cinta 3 Pria Psycophat

Perjalanan Cinta 3 Pria Psycophat
Federick dan Dokter Sandra


__ADS_3

cup


Federick mencium dokter Sandra yang sudah menjadi candunya karena tidak ada penolakan Federick menciumnya kembali lama kelamaan berubah menjadi luma**n. Ciuman berhenti ketika dokter Sandra menepuk - nepuk dada Federick.


" Kalau ciuman itu bernafas." ucap Federick


Dokter Sandra memukul bahu Federick dan menatap tajam membuat Federick tersenyum.


" Itukan ciuman pertamaku, kenapa menciumku?" omel dokter Sandra.


Federick tersenyum mendengarnya karena dialah pria pertama yang menciumnya.


" Yang mulai duluan siapa?" goda Federick


" Ya kamulah." ucap dokter Sandra tanpa memanggil sebutan tuan lagi.


" Kok aku? kenapa bibirmu menempel di bibirku? ya sebagai lelaki normal pasti menciumnya." ucap Federick santai


" Berapa banyak wanita yang sudah merasakan bibirmu?" tanya dokter Sandra


" Berapa ya?" ucap Federick sambil pura - pura berfikir.


Federick hanya mencium wanita sebanyak dua kali kekasihnya yang mengkhianatinya dan yang kedua gadis yang berada dihadapannya. Federick sangat senang melihat perubahan wajah gadis itu seperti cemburu.


" Sudah ah aku mau pulang." ucap dokter Sandra sambil mendorong pelan Federick


" Kenapa buru - buru?" tanya Federick


" Jam 9 pagi aku ada pasien." ucap dokter Sandra


" Kamu dokter?" tanya Federick


" Iya, bukannya sudah tahu ketika kita pertama kalinya bertemu.


" Oh iya, dokter apa?" tanya Federick


" Dokter - dokteran." jawab dokter Sandra asal karena hatinya entah kenapa sangat kesal ketika pria dihadapannya sering melakukan ciuman.


" Pffftthh hahahaha.." tawa Federick pecah memenuhi ruangan lantai satu.


Semua penghuni mansion terkejut karena baru pertama kalinya bosnya bisa tertawa lepas. Mereka berharap kehadiran wanita yang semalam dibawanya bisa merubah sifat bosnya yang suka menyiksa bahkan membunuhnya ketika melakukan kesalahan.


Mereka ingin keluar dari mansion tersebut tapi karena gajinya lebih besar membuat mereka tergiur dan berusaha tidak melakukan kesalahan.


" Kenapa tertawa memangnya ada yang lucu?" omel dokter Sandra.


" Kamu tidak takut denganku?" tanya Federick


" Tidak memang kamu hantu." ucap dokter Sandra

__ADS_1


" Kamu takut hantu?" tanya Federick


" Iya." jawab dokter Sandra singkat


" Selain itu?" tanya Federick


" Kecoa. Oh iya dasinya sudah ku pasang dan tinggal rapikan kemeja dan jasnya... selesai." ucap dokter Sandra.


cup


" Terima kasih." ucap Federick sambil tersenyum kemudian mengecup kening dokter Sandra.


" Terima kasih doang nich tidak ada hadiahnya?" goda dokter Sandra


deg


Jantung Federick berdetak kencang ketika mendengar kata hadiah dari mulut wanita yang perlahan mengisi hatinya. Wajah Federick yang tersenyum berubah menakutkan.


( " Semua wanita sama, sama - sama matre. Padahal aku bersamanya merasa nyaman, apakah aku harus mengalami patah hati lagi?" ucap Federick dalam hati ).


" Kenapa dengan wajahmu?" tanya dokter Sandra bingung.


Federick langsung merubah wajahnya menjadi tersenyum. Federick sangat pintar merubah ekspresi hingga orang dapat tertipu olehnya.


" Tidak apa - apa, apa yang kamu minta?" tanya Federick penasaran


" Banyak juga tidak apa, aku akan penuhi. Apa yang kamu inginkan?." tanya Federick sambil menahan emosi untuk tidak memu*****i dokter Sandra.


Federick jika bertemu dengan wanita dan ketika mengetahui wanita itu matre akan di siksa dan berakhir mati ditangannya. Sebenarnya Federick ingin memu*****i Karen karena Karen perempuan matre tapi karena sahabatnya melarang makanya Federick sengaja menambahkan racun ke dalam obat yang disuntikan ke Karen.


Jika Karen hamil maka Karen akan mengalami pendarahan dan ketika melahirkan akan berakhir dengan kematian.


" Tidak, 2 saja cukup tapi janji ya penuhi 2 permintaanku ini?" pinta dokter Sandra sambil berharap.


" Ya aku janji, katakanlah." ucap Federick


" Yang pertama aku ingin tuan ada rasa perduli terhadap orang lain dan tidak menghukum orang lain walau sekecil ataupun sebesar apapun seperti tadi aku melihat tuan ingin mencambuk pelayan juga ketika sahabatku jatuh tuan tidak menolongnya." pinta dokter sambil matanya tidak pernah berhenti menatap mata Federick.


deg


Jantung Federick berdetak kencang mendengar ucapan dokter Sandra ternyata perkiraannya salah.


" Apakah permintaan pertamaku bisa tuan penuhi?" tanya dokter Sandra


" Kenapa kamu perduli dengan orang lain? orang bersalah pantas di hukum." ucap Federick dengan nada dingin dan memalingkan wajahnya.


" Ya aku tahu tapi apakah hukumannya harus seperti itu? Bisakah hukumannya berbeda jika pegawai kurangi gajinya tanpa perlu di hukum berat. Jika bukan pegawai laporkan ke polisi agar polisi yang memberikan hukuman. Bisakah permintaan pertamaku ini dipenuhi?" tanya dokter Sandra ulang sambil memegang ke dua pipi dengan ke dua tangannya agar menatap dirinya sambil menatap mata Federick.


" Yang kedua?" tanya Federick menjawab pertanyaan dokter Sandra dengan pertanyaan.

__ADS_1


" Turunkan aku dari meja kata orang tuaku tidak baik duduk di meja. Bisakah turunkan aku?" pinta dokter Sandra sambil menampilkan puppy eyesnya.


Wajah Federick menjadi berubah, hatinya sangat bahagia mendengar dua permintaan dokter Sandra.


" Pffftthh hahahaha.." tawa Federick pecah kembali memenuhi ruangan lantai satu.


" Kenapa tertawa lagi sih. Turunkan aku." ucap dokter Sandra sambil memukul bahu Federick pelan.


" Iya... iya.." ucap Federick sambil mengangkat tubuh dokter Sandra.


Ke dua tangan Dokter Sandra dikalungkan ke leher Federick agar dirinya tidak terjatuh.


" Terima kasih." jawab dokter Sandra setelah berdiri.


Federick hanya tersenyum sambil menatap wajah dokter Sandra. Dokter Sandra tiba - tiba ingin mengatakan sesuatu tapi ragu membuat Federick penasaran.


" Ada apa? katakanlah?" tanya Federick


" Motorku yang semalam..." ucap dokter Sandra terpotong


" Oh sudah dibawa oleh orang suruhanku dan ada di garasi. Oh iya kita belum kenalan? namaku Federick, kalau kamu?" tanya Federick


" Aku Sandra, tuan." ucap dokter Sandra sambil mengulurkan tangannya ke arah Federick.


Federick membalas tangan dokter Sandra sambil tersenyum.


" Jangan panggil tuan, panggillah Federick." pinta Federick


" Tidak sopan, bagaimana kalau kakak? Kak Federick. ucap dokter Sandra.


" Terserah tapi jangan tuan. Aku juga pagi ini ada meating bagaimana kalau aku antar ke rumah sakit?" tanya Federick


" Aku pulang ke apartemenku dulu baru ke rumah sakit. Jadi aku berangkat naik motor saja." ucap dokter Sandra menolak permintaannya.


" Baiklah akan aku antar ke apartemen baru aku antar ke rumah sakit." ucap Federick


" Tapi bukankah pagi ini kak Federick ada meating?" tanya dokter Sandra.


" Iya, masih ada waktu, ayo aku antar." ucap Federick


" Tapi motorku bagaimana." tanya dokter Sandra


" Gampang setelah aku tahu alamat apartemenmu biar orang suruhanku yang membawanya." ucap Federick.


" Baiklah, ayo kita berangkat ucap dokter Sandra.


" Ayo." jawab Federick singkat.


Merekapun berjalan berdampingan membuat penghuni mansion sangat senang melihat perubahan wajah bosnya yang sangat berbeda daripada biasanya yang selalu menampilkan wajah menakutkan membuat penghuni mansion ketakutan kini wajahnya menampilkan senyuman. Mereka berharap wanita yang berada di sampingnya bisa menjadi pendampingnya agar sifat arogant dan suka menghukum bisa membuat bosnya berubah.

__ADS_1


__ADS_2