
" Karena honey sangat perhatian padaku, memberikan cinta yang sangat besar untukku hingga aku selalu berdoa agar anak yang ku kandung ini mirip dengan honey. Honey ingat setiap malam honey selalu membelai perutku dan di setiap hari pulalah aku selalu berdoa agar anak kita mirip denganmu." ucap dokter Clarissa berkata dengan jujur.
" Terima kasih sayang, mudah - mudahan setelah setahun atau dua tahun lagi ada adiknya Cavin." ucap Gavin.
Dokter Clarissa tersenyum sambil memandangi wajah anaknya yang sangat mirip dengan suaminya pada hal anak itu adalah anak Ronald dengan dirinya.
Setelah puas memandangi, Cavin diberikan ke perawat kemudian merekapun keluar dari ruangan khusus bayi menuju ke kamar perawatan.
xxxxxxx
Di Perusahaan Milik David
David yang melihat pipi Karen memerah dan sudut bibir Karen berdarah langsung berdiri dan mengambil jasnya kemudian keluar dari ruangan menuju pintu lift bertepatan dengan kedatangan Ronald. Ronald mendengarkan sedikit percakapan tuannya dengan seorang pria.
" Ronald kita ke mansion." perintah David dengan mata berubah warna menjadi merah sambil menaruh ponselnya ke saku kemejanya kemudian memakai jasnya yang tadi di pegangnya.
" Baik tuan." Jawab Ronald yang sudah tahu perubahan warna mata tuannya merupakan jiwa psycopath tuannya mulai keluar.
Ting
Pintu lift terbuka mereka berjalan dengan langkah cepat menuju ke parkiran mobil. Ronald membuka pintu belakang agar tuan nya duduk di kursi belakang pengemudi kemudian menutup pintu mobil setelah selesai Ronald memutari tubuhnya ke arah pengemudi dan duduk di kursi pengemudi.
" Ronald kemudikan secepat mungkin." perintah David
" Baik tuan." jawab Ronald
Ronald pun mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi.
" Si*l seharusnya tuan Ferguson aku bu**h waktu itu." ucap David sambil mengusap wajahnya karena memikirkan istri dan anak yang dikandung istrinya.
" Sebenarnya apa yang terjadi tuan?" tanya Ronald dengan nada penasaran.
" Kamu ingat dengan Stefanie anak dari tuan Ferguson yang memberikan obat perang***g untukku dan kita menyiksa dan membunuh Stefanie?" tanya David
" Hmmm... saya ingat tuan." jawab Ronald
" Tuan Ferguson tahu kalau kitalah pelakunya dan kamu tahu sebagian penghuni mansion adalah kaki tangan Ferguson termasuk pelayan yang bernama Imel." ucap David
" Apa???" ucap Ronald dengan nada terkejut.
" Tuan Ferguson kini telah menyandera istriku, aku sangat takut Ronald, kandungan istriku sangat lemah. Sungguh aku tidak sanggup kehilangan mereka berdua." ucap David
" Terlebih sudah lama aku sangat menginginkan seorang anak." sambung David
Ronald hanya diam karena dirinya sangat terkejut mendengar ucapan tuan David mengenai sebagian penghuni mansion adalah kaki tangan Ferguson termasuk pelayan yang bernama Imel terlebih Imel, dirinya menyangka kalau Imel orang baik ternyata dirinya salah besar.
" Tuan, lihat itu sahabatku bersama istrinya." ucap Ronald sambil menghentikan mobilnya kemudian membunyikan klakson.
Federick yang mobilnya di klakson langsung memalingkan wajahnya ke arah belakang dan melihat mobil sahabatnya.
" Berhenti." perintah Federick
" Baik tuan." jawab sopir yang merangkap bodyguard sambil menghentikan mobilnya.
__ADS_1
" Mommy di dalam mobil, Daddy ingin bertemu dengan sahabat daddy." ucap Federick
" Baik dad, sepertinya kak Ronald dan kak David sangat serius di lihat dari wajahnya." ucap dokter Sandra
" Iya benar." jawab Federick sambil membuka pintu mobilnya dan berjalan keluar.
Ronald dan David juga keluar dari mobil mereka berjalan menuju ke arah Federick dan kini mereka saling berhadapan.
" Ada apa?" tanya Federick tanpa basa basi.
David pun menceritakan semuanya tanpa ada yang ditutupi membuat Federick berfikir.
" Sekarang kamu pulang ke mansion selamatkan istrimu. Aku dan Ronald akan melihat situasinya terlebih dahulu baru bertindak ." ucap Federick
" Ok." Jawab David singkat sambil membalikkan badannya menuju ke arah mobilnya dan melanjutkan perjalanan menuju ke mansion yang kini tidak begitu jauh.
Dua orang bodyguard membuka gerbang mansion dan mobil David masuk ke dalam mansion.
David memarkirkan mobilnya secara sembarangan kemudian membuka pintu mobil sambil menatap tajam para bodyguardnya dan para bodyguard itupun membalas dengan tatapan tajam.
" Tuan David sudah di tunggu oleh tuan Ferguson." ucap bodyguard
" Aku tidak menyangka jika kalian semuanya pengkhianat." ucap David
" Kami semua bukan pengkhianat karena kami semua adalah anak buah tuan Ferguson yang menyamar menjadi bodyguard tuan David." ucap salah satu bodyguard nya.
David tidak menjawabnya karena dirinya sangat kuatir dengan Karen. David berjalan ke arah gudang tempat di mana istrinya di sekap.
ceklek
" Apa kabar tuan David?" tanya tuan Ferguson
" Brengs*k istriku tidak tahu apa - apa kenapa diperlakukan seperti itu!!!" bentak David
" Karena aku tahu kelemahanmu adalah istrimu, benar bukan? sekarang berlutut!!" bentak tuan Ferguson
David diam tidak mau berlutut karena bagi dirinya sangat anti untuk berlutut.
plak
Tuan Ferguson menampar Karen tapi Karen berusaha menahan rasa sakit sambil menggelengkan kepalanya tanda agar David jangan melakukannya.
" Berlutut atau anak buahku bernama Imel menembak istrimu dan juga bayi kalian berdua!!" bentak tuan Ferguson
bruk
David terpaksa berlutut sambil menahan amarah.
" Hahahaha... sudah aku duga pasti kelemahan dirimu pada istrimu." ucap tuan Ferguson sambil tertawa puas
" Pukuli tuan David cepat!!" teriak tuan Ferguson ke arah para bodyguard dan juga semua pelayan para pria.
bugh
__ADS_1
duak
bugh
duak
David hanya diam sambil menatap wajah Karen yang menangis.
" Honey.. hiks... hiks... jangan pedulikan kami... lawan mereka honey...hikss. hiks.." ucap Karen sambil menangis.
Hati David terasa sakit melihat istri kesayangannya menangis. David hanya menatap wajah cantik istrinya walau mulut, hidung dan tubuhnya mengeluarkan darah segar.
" Honey... hiks... hiks... aduh... perutku sakit honey .."teriak Karen sambil menahan rasa sakit di perutnya sedangkan ke dua tangan dan kakinya masih terikat dengan kuat. Tidak berapa lama darah segar keluar dari sela - sela paha Karen.
Karen berusaha menahan rasa sakit sambil menatap wajah suaminya yang sudah mulai lebam.
" Honey... hiks... hiks... aku mohon...lawan mereka." pinta Karen dan tidak berapa lama Karen pun memejamkan matanya untuk menahan rasa sakit di perutnya.
David yang melihat Karen tersiksa langsung menahan salah satu kaki bodyguard-nya kemudian mematahkan kakinya membuat tuan Ferguson marah.
dor
akhhh
dor
akhhhh
Ke dua kaki David terluka terkena tembakan bertepatan kedatangan Ronald, Federick dan beberapa pengawal Federick. Mereka sudah berhasil membunuh para anak buah tuan Ferguson yang berada di luar.
" Berhenti!!" teriak Ronald
" Lawan mereka cepat!!" perintah tuan Ferguson
Tuan Ferguson yang sangat dendam terhadap David menatap tajam ke arah David.
" Matilah kamu tuan David." ucap pria tersebut
dor
akh
dor
akh
dor
akhh
bruk
Tuan Ferguson menembak ke dua mata David dan dada David membuat David langsung ambruk.
__ADS_1
" Karen I Love You." ucap David dan tidak berapa lama Davidpun tidak sadarkan diri.
" Honey!!!" teriak Karen dan tidak berapa lama Karen pun ikut tidak sadarkan diri.