Perjalanan Cinta 3 Pria Psycophat

Perjalanan Cinta 3 Pria Psycophat
Karen Senang


__ADS_3

Kini mereka di dalam mobil tidak ada satupun berbicara, Karen hanya menatap jendela menyembunyikan lukanya sedangkan David hanya menatap ke depan dan tidak ingin berbicara hanya sekali kali melirik melihat wajah sedih Karen.


Kini mereka sudah sampai di mansion milik David. David keluar dari mobil tanpa memperdulikan Karen. Karen hanya bisa menghembuskan nafasnya perlahan dan berusaha untuk tersenyum dan tegar menghadapi semuanya. Karen turun dari mobil dan mengikuti suaminya dari arah belakang. Baru beberapa langkah David menghentikan langkahnya begitu pula dengan Karen.


" Siapkan aku makanan." ucap David tanpa membalikan badannya dan melanjutkan langkahnya.


" Baik." jawab Karen singkat.


David menaiki anak tangga sedangkan Karen berjalan menuju ke arah dapur untuk memasak. Karen membuka kulkas untuk mencari apa yang ada di dalam kulkas. Setelah tahu Karen mengeluarkan bahan - bahan yang diperlukan kemudian mengolah makanan.


Bau harum masakan membuat David yang baru saja menuruni anak tangga menuju meja makan tercium bau masakan Karen membuatnya lapar. David duduk di meja makan sambil menatap Karen dari arah belakang. Rambutnya yang di gulung ke atas menampilkan leher putihnya membuat David menelan salivanya dengan kasar.


( " Kenapa lihat istriku seperti ini ingin menerkamnya dan adik kecilku ikutan sesak ingin merasakan nya. Tidak.... tidak... itu tidak boleh terjadi.. kalau istriku hamil aku tidak bisa menyiksanya lagi." ucap David dalam hati ).


Tidak terasa Karen pun selesai memasaknya dan menaruhnya di piring kemudian diletakkan di atas meja makan tanpa memperdulikan David yang menatap dirinya. Karen tahu kalau David duduk di meja makan ketika Karen sedang mengambil bumbu masakan.


Karen berjalan melewati David tanpa menyapa membuat hati David kesal. David menarik tangan Karen hingga Karen terjatuh di pangkuan David. Karen menatap wajah David sedangkan David menatap bibir Karen.


cup


" Temani aku makan." pinta David sambil mengecup bibir Karen.


" Badanku lengket ingin mandi." ucap Karen dengan nada dingin.


Karen mengangkat tubuhnya dari pangkuan David dan pergi meninggalkan David sendirian. Baru beberapa langkah David mengatakan sesuatu membuat Karen terkejut.


" Habis mandi temani aku makan kalau tidak salah satu pelayan akan mendapatkan hukuman." ucap David dengan nada dingin juga.


Karen menghembuskan nafasnya perlahan tanpa membalikkan badannya.


" Baiklah, tunggu aku selesai mandi." ucap Karen sambil melanjutkan langkahnya.


skip


Kini Karen duduk di meja makan setelah selesai mandi dan berpakaian. Karen mengambil makanan untuk David kemudian untuk dirinya sendiri. Selesai makan mereka berdua berjalan ke arah kamar mereka tanpa ada satupun yang bicara.


David duduk di sofa sambil membuka laptopnya untuk melanjutkan pekerjaan yang tertunda sedangkan Karen duduk dengan bersandar di kepala ranjang sambil membuka ponsel untuk mencari aplikasi yang berisi tentang komik humor setelah menemukan Karen membaca komik. Karen tersenyum ketika ada ceritanya lucu bahkan tertawa ketika ceritanya sangat lucu.


David yang penasaran menutup laptopnya dan mendekati Karen.


" Kamu kenapa senyum? pacaran sama pria lain?" tanya David kesal sambil merampas paksa ponsel milik Karen.


Karen berusaha menahan ponselnya hingga tubuhnya tengkurap agar tidak di rebut oleh suaminya.


" Cemburu ya?" goda Karen


" Siapa yang cemburu kamu itu istriku jadi cewe jangan centil " ucap David sambil berusaha merebut ponsel milik Karen.


David kini berada di atas tubuh Karen sedangkan posisi Karen tengkurap. Adik kecil David mulai menegang dan Karen merasakan bokongnya terasa ada yang mengganjal. Tangan kiri David menahan tubuhnya sedangkan tangan kanannya membalikkan tubuh Karen hingga Karen dan David saling berhadapan.

__ADS_1


David dan Karen belum tersadar, Karen berusaha menyembunyikan ponselnya dan tubuh bagian int**nya saling bergesekan dengan bagian int**m milik David membuat adik kecilnya semakin terasa tegang barulah mereka tersadar.


cup


David mencium singkat Karen kemudian menciumnya kembali ketika Karen tidak menolaknya. Tangan David mulai membuka kancing milik Karen dan entah bagaimana tubuh mereka kini polos tanpa sehelai benangpun.


David bagai bayi menyusu dengan rakus sedangkan tangan kanannya memi**n salah satu pucuk gunung kembar milik Karen.


" Sstttt akhhh... " desah Karen


Karen meraba keris milik David membuat David merem melek merasakan tubuhnya seperti tersetrum.


" Sayang... akhh.. terus... " ucap David tanpa sadar sambil ke dua tangannya meremas dua gunung milik kembar Karen.


David yang sudah tidak bisa menahan hasratnya memegang tangan Karen yang memegang keris miliknya. Keris David perlahan dimasukkan ke daerah privasi Karen membuat Karen memejamkan mata menahan rasa sakit.


" sstttt sakit.." rintih Karen


" Lama - lama enak sa..." ucap David terpotong karena ponsel milik David dan Karen berdering bersamaan membuat aktifitas mereka berhenti seketika.


" Si*l." umpat David kesal


Berbeda dengan Karen yang bernafas dengan lega karena keris milik David hanya masuk sedikit. David bangun dari ranjangnya dan memakai celana boxernya. David berjalan ke arah balkon sambil membawa ponselnya.


" Hallo." panggil David dengan nada kesal


" Maaf tuan, perusahaan cabang di luar negri bermasalah." ucap Ronald.


" Besok ada panggilan interview untuk lowongan sekretaris." ucap Ronald


" Bagaimana orang kepercayaan kita yang baru, bisa di percaya?" tanya David


" Bisa tuan." Jawab Ronald.


" Bagus, ada yang lainnya?" tanya David


" Tidak ada tuan." jawab Ronald


Tut Tut Tut


David mematikan secara sepihak.


" Si*l sudah dua kali gagal." ucap David sambil menyandar tubuhnya ke besi pembatas balkon.


" Mungkin memang tidak boleh kita melakukan itu." ucap David.


Ketika David pergi ke arah balkon Karen yang berbaring di ranjang langsung buru - buru bangun dari ranjang dan memakai pakaian yg yang berserakan di lantai. Selesai berpakaian Karen mengambil ponselnya yang berada di bawah lantai.


" Hallo." panggil Karen

__ADS_1


" Dengan nona Karen Triatmaja?" sapa seorang wanita dari sebarang.


" Ya, saya sendiri. Maaf dengan siapa?" tanya Karen lembut.


" Kami dari perusahaan Aliandro memberitahukan besok jam 8 pagi ada wawancara. Silahkan bawa CV dan jangan sampai terlambat datang." ucap seorang wanita dari sebrang.


" Baik, saya akan datang tepat waktu. Terima kasih atas informasinya." jawab Karen


" Ok." jawab wanita sebrang kemudian mematikan ponselnya secara sepihak.


Karen mengecup ponselnya dan berputar putar karena Karen senang dirinya mendapatkan pekerjaan. Sepasang mata yang melihatnya menatap tajam dengan ekspresi kesal ke arah Karen tanpa di sadari oleh Karen yang sedang memutar tubuhnya.


xxxxx


Hallo, mampir ke karyaku yang lain ya :



Gadis Culun dan Ceo Lumpuh.


Cinta Satu malam Bersama Mafia


Cinta Satu Malam Bersama Mafia Sension 2


Cinta Pertama Psychopath


Cinta Pertama Mafia.


Perjalanan Cinta Sang Psychopath


Perjalanan Cinta 3 Pria Psychopath



Dan


Mohon dukungan dan Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉


Komentar 😍


Like 😍


vote 😍


tip 😍


Agar Author tetap semangat dalam menulis novel ini. Terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.


Salam Author

__ADS_1


Yayuk Triatmaja


xxxxxx


__ADS_2