
" Saya Albert, tuan." jawab Albert
" Siapa yang sakit?" tanya Federick
" Adik saya Elisabeth mengalami Kecelakaan sepertinya motor adik saya di tabrak dan yang menabraknya kabur melarang diri." ucap Albert.
Federick hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti. Tidak berapa lama orang tua Elisabeth datang.
" Albert gimana keadaan Elisabeth?" tanya ibunya
" Belum tahu Bu, lagi ditangani sama dokter." jawab Albert.
Ibunya hampir saja terjatuh tapi suaminya menahan tubuh istrinya dan mendudukkan di kursi. Ronald hanya melihat sepintas kemudian berjalan ke ruang perawatan tempat di mana tuan David di rawat sedangkan Federick masih setia menunggu dokter Sandra di ruang UGD.
ceklek
Seorang dokter keluar dari ruangan ugd membuat Federick dan anggota keluarga yang anaknya mengalami kecelakaan ikut berdiri.
" Bagaimana keadaan istri saya dok?" tanya Federick dengan nada cemas
" Bagaimana keadaan putri kami Elisabeth dok?" tanya sepasang suami istri secara bersamaan.
" Untuk istri tuan Federick, istri tuan mengalami pendarahan jadi harus melakukan operasi Caesar. Apakah tuan Federick bersedia?" tanya dokter tersebut
" Lakukan yang terbaik untuk istriku dok." jawab Federick.
" Baik akan kami lakukan dan untuk putri tuan dan nyonya, maaf keadaannya sangat kritis banyaklah berdoa agar putri tuan dan nyonya bisa keluar dari masa kritisnya." ucap dokter tersebut.
Dokter itupun masuk kembali ke dalam ruangan ugd sedangkan Federick dan keluarga dari Elisabeth hanya bisa pasrah dan berdoa. Merekapun duduk kembali menanti keajaiban. Tidak berapa lama terdengar suara tangisan bayi.
oooeeeeee
oooeeeeee
Federick merasa lega kini dirinya bisa melihat sepasang putra dan putri dan bisa memeluknya. Tidak berapa lama seorang perawat keluar mendorong dua inkubator yang berisi bayi milik Federick dan dokter Sandra.
" Selamat ya tuan, anaknya laki - laki dan perempuan." ucap perawat tersebut.
Federick hanya diam tidak menjawab ucapan selamat perawatnya karena Federick menatap pria kecil yang sangat mirip dengan dirinya dan juga putri yang juga sama mirip dengan dirinya membuat dirinya sangat senang. Setelah lima menit perawat itupun mendorong inkubator menuju ke ruang perawatan.
__ADS_1
Setelah satu jam lamanya brankar milik dokter Sandra akhirnya keluar dari ruangan ugd dan langsung di pindahkan ke ruang perawatan VVIP.
xxxxxxx
Ketika menjalani operasi pada Karen dan David untuk mengambil ke dua mata, ke dua ginjal dan jantung milik Karen dan dipindahkan ke David membuat Karen langsung meninggal dan roh Karen melayang-layang melihat suaminya.
Karen membelai pipi suaminya tapi tidak bisa membuat dirinya sedih dan menangis. Para dokter termasuk sahabatnya dokter Sandra sedang sibuk mengoperasi David memasangkan jantung milik Karen, mengoperasi mata dan juga mengoperasi ke dua ginjal milik David.
" Hiks... hiks... honey... semoga perjuangan ku tidak sia - sia, aku sangat mencintaimu honey walau aku harus meninggalkan mu untuk selama - lamanya." ucap Karen sambil terisak.
" Honey, aku sudah mengirimkan beberapa rekaman video ke email honey sebagai kenang-kenangan terakhirku." sambung Karen dengan bercucuran air mata yang membasahi pipinya yang chubby.
" Sandra, sahabatku aku juga sudah mengirimkan pesan dan video lewat email semoga kamu melindungi putra kami. Aku sangat mencintai kalian semuanya." ucap Karen.
Selesai operasi jenasah Karen ditutupi oleh kain putih, Karen melihat mata suaminya dibalut oleh perban begitu pula dengan bekas operasi jantung pada dada David juga perutnya juga di balut oleh perban. Dua orang perawat mendorong brankar Karen dan dua orang perawat lagi mendorong brankar David suami yang sangat dicintainya dengan setia Karen mengikuti ke dua brangkar tersebut.
Hingga dua brangkar tersebut keluar dari ruangan ugd ada satu brankar masuk ke dalam ruang ugd yang juga di dorong oleh dua orang perawat membawa seorang gadis culun yang bersimbah darah tanpa sengaja tangannya menyentuh tubuhnya. Karen merasa rohnya ditarik dan masuk ke dalam tubuh gadis culun tersebut setelah itu dirinya tidak ingat apa-apa lagi.
xxxxxxx
Dua Hari Kemudian
Karena merasa lelah Ronald tidur di kursi dekat ranjang tuan David dengan bersandar di ranjang dan tangannya sebagai bantalannya. Ke dua tangan David mulai bergerak - gerak, David berusaha membuka matanya tapi matanya terasa seperti di tutupi oleh kain.
David menggerakkan ke dua tangannya dan pergerakan tangan David membuat Ronald terbangun.
" Mataku kenapa di perban?" tanya David.
" Karena mata tuan sudah dua hari yang lalu di operasi. Saya akan panggilkan dokter untuk memeriksa tuan." Ucap Ronald terkejut karena David Sadar dari komanya.
Ronald berdiri dan menekan tombol yang berada di dinding di atas kepala tuan David. Tidak berapa lama pintu terbuka tampak seorang dokter dan perawat datang. Dokter itupun mengecek kondisi David dengan dibantu perawat. Setelah selesai memeriksa perawat itupun membereskan peralatan milik dokter.
" Bagaimana keadaan tuan? adakah yang sakit?" tanya dokter dengan ramah.
" Kata Ronald mataku di Operasi, apakah mataku rusak atau ada yang mendonorkan mataku? lalu dada dan perutku juga diperban memangnya aku kenapa?" tanya tuan David penasaran.
" Benar tuan, ke dua mata tuan rusak akibat tembakkan itu dan ada seseorang yang menyumbangkan ke dua matanya, mengenai dada tuan karena orang itu juga menyumbangkan jantung untuk tuan karena dada tuan juga sama di tembak dan mengenai jantung tuan." ucap Ronald karena Ronald takut dokter tersebut mengatakan yang sejujurnya kalau istrinya yang telah menyumbangkannya.
" Lalu kenapa perutku juga di perban kan perutku tidak di tembak?" tanya David sambil memegangi perutnya yang sudah di perban.
__ADS_1
" Karena ke dua ginjal milik tuan sudah rusak akibat dulu tuan sering mengkonsumsi minuman alkohol dan orang itu juga yang mendonorkan nya." ucap Ronald
" Kamu tahu dari mana Ronald?" tanya David
" Dari dokter Sandra sahabatnya nona Karen." ucap Ronald
" Karen, Ronald bagaimana dengan keadaan istri dan anakku?" tanya David.
" Anak tuan laki - laki dan masih di ruangan bayi, anak tuan sangat mirip sekali dengan tuan." Jawab Ronald
" Kalau istriku? bagaimana? dia baik - baik sajakan?" tanya David dengan nada kuatir
" Istri tuan sedang koma, tuan harus istirahat dulu agar cepat pulih agar bisa melihat putra tuan yang sangat tampan dan mirip tuan." ucap Ronald.
" Aku ingin bertemu dengan istriku." pinta David
Hening
Hening
" Ronald, ada apa dengan istriku? kamu menyembunyikan sesuatu dariku?" tanya David
" Tidak tuan." Jawab Ronald berusaha menghilangkan gugupnya.
" Ronald dan dokter aku ingin bertemu dengan istriku." pinta David
ceklek
Federick membuka pintu dan berjalan mendekati mereka.
" Bagaimana kabarmu Dav?" tanya Federick sambil menggenggam tangan sahabatnya.
" Federick, aku ingin bertemu dengan istriku?" ucap David mengulangi perkataannya.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Sebentar lagi novel ini tamat dan ada sension ke dua. Minta tolong di vote, like, komentar dan hadiahnya agar novel Gadis Culun Dan Psycopath lulus kontrak.
Terima kasih banyak atas vote, like, komentar dan hadiahnya.
__ADS_1