Perjalanan Cinta 3 Pria Psycophat

Perjalanan Cinta 3 Pria Psycophat
Ronald dan Dokter Clarissa 2


__ADS_3

Tiba - tiba seorang pelayan restoran datang membawa bill yang di minta oleh dokter Clarisa. Dokter Clarissa membuka tasnya untuk membayar tapi Ronald langsung melarangnya.


" Biar aku saja yang bayar." ucap Ronald sambil mengeluarkan dompetnya dan mengeluarkan kartu kredit tanpa batas


" Ok. Terima kasih atas traktiran nya lain kali aku yang traktir." ucap dokter Clarissa


" Bisa masak?" tanya Ronald.


" Bisa, memang kenapa?" tanya dokter Clarissa dengan nada bingung


" Kalau begitu aku ingin traktiran nya merasakan masakan buatanmu bukan masakan orang lain. Bagaimana apakah bisa?" tanya Ronald sambil tersenyum.


" Hmmm... baiklah kapan - kapan aku masakin." ucap dokter Clarissa


" Ok. Aku tunggu masakan buatanmu. Hari ini mau kemana?" tanya Ronald


Dokter Clarissa melihat jam tangannya melihat masih ada waktu satu jam lagi istirahat nya, terserah kak Ronald mau kembali ke rumah sakit atau mau jalan - jalan?" tanya dokter Clarissa


" Kalau jalan - jalan bagaimana?" tanya Ronald


" Boleh, jalan - jalan kemana?" tanya dokter Clarissa


" Terserah, aku sich ikut aja." ucap Ronald.


" Di sebrang restoran ini ada mall bagaimana kalau kita ke mall?" tanya dokter Clarissa


" Boleh." ucap Ronald


Akhirnya mereka berdua keluar dari restoran sebenarnya Ronald ingin menggandeng tangan dokter Clarissa tapi dirinya takut kalau dokter Clarissa marah karena itu dirinya menahan untuk tidak memegang tangannya.


" Kita nyebrang aja ya?" tanya dokter Clarissa setelah mereka berada di luar restoran.


"Ok." jawab Ronald.


Tiba - tiba ponsel dokter Clarissa berdering, dokter Clarissa pun mengambil ponselnya di dalam tasnya dan melihat siapa yang menghubungi dirinya setelah tahu dokter Clarissa menggeser tombol berwarna hijau.


Dokter Clarisa mengikuti Ronald menyebrang sambil memegang ponselnya. Tanpa di sadari oleh dokter Clarissa sebuah mobil melaju dengan kecepatan tinggi tapi dengan tatapan elangnya Ronald melihat mobil itu mengarah ke mereka tepatnya di samping dokter Clarissa.


Ronald tanpa sadar langsung memeluk dokter Clarissa dari arah samping dan berjalan dengan cepat membuat dokter Clarissa terkejut dan tanpa sengaja melepaskan ponselnya. Mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi menabrak ponsel milik dokter Clarissa hingga hancur berkeping - keping. Dokter Clarissa sangat shock melihat kejadian itu dan dokter Clarissa langsung memeluk Ronald dari arah depan dengan tubuh masih gemetaran.


" Te..rima kasih." ucap dokter Clarissa dengan nada gemetaran.


" Iya, sstttt sudah kamu jangan takut. Ada yang terluka?" tanya Ronald sambil mendorong perlahan tubuh dokter Clarissa.


cup


" Tidak ada aku hanya shock melihat kejadian tadi, sekali lagi terima kasih." ucap dokter Clarissa dan tanpa sadar mengecup bibir Ronald


Tubuh Ronald membeku dan jantungnya berdetak sangat kencang mendapatkan ciuman mendadak dari dokter Clarissa.


" Maaf aku..." ucap dokter Clarissa menggantungkan kalimatnya karena merasa malu membuat dokter Clarisa melepaskan pelukannya tapi Ronald memeluknya erat agar tidak terlepas.

__ADS_1


" Tidak aku sangat senang menerima ciuman dari bibirmu. Maukah kamu menjadi kekasihku?" tanya Ronald


" Maaf aku belum bisa menjawabnya bagaimana kalau kita jalani saja dulu" usul dokter Clarissa


" Baiklah." jawab Ronald dengan nada kecewa.


" Maaf, aku tahu kak Ronald kecewa tapi saat ini jujur aku sedang memikirkan ke dua sahabatku Sandra hilang tanpa kabar dan satu lagi sahabatku Karen sedang hamil dan kehamilannya sedang bermasalah. Aku harap kak Ronald mengerti." ucap dokter Clarissa.


" Baik aku mengerti." ucap Ronald.


" Terima kasih atas pengertiannya. Kita jalani dulu apa adanya kalau memang kita berjodoh dan ditakdirkan bersama kita bisa menikah tapi kalau bukan jodoh kitakan bisa berteman." ucap dokter Clarissa.


" Kalau bukan jodoh paksain harus berjodoh." ucap Ronald maksa.


" Haish.. itu mah maksa." ucap dokter Clarissa.


" Kak Ronald lepaskan pelukannya tidak enak di lihat orang." sambung dokter Clarisa melepaskan pelukannya.


Ronald pun melepaskan pelukannya dan tanpa sadar memegang tangan dokter Clarissa. Awalnya dokter Clarissa melepaskan pegangan Ronald tapi Ronald menatap ke arah dokter Clarissa.


" Biarkan seperti ini, aku mohon." pinta Ronald


" Baiklah." jawab dokter Clarissa pasrah.


Merekapun berjalan dengan santai menuju ke mall.


" Aku ingin membeli ponsel dulu baru kita berkeliling." ucap Ronald.


" Ponsel kak Ronald rusak?" tanya dokter Clarissa


" Lalu untuk apa membeli ponsel baru?" tanya dokter Clarissa sambil memandang wajah Ronald.


Ronald menghentikan langkahnya begitu pula dengan dokter Clarissa. Ronald memandang wajah dokter Clarissa begitu pula sebaliknya.


" Aku ingin membeli buat kekasihku." ucap Ronald sambil memperhatikan perubahan wajah dokter Clarissa.


" Oh." Jawab dokter Clarissa dengan wajah mulai berubah.


" Kalau aku menerima kak Ronald menjadi kekasih berarti aku menjadi kekasih yang berapa?" tanya Dokter Clarisa.


Ronald hanya tersenyum dan kepalanya diarahkan ke depan dan melanjutkan langkahnya tanpa menjawab pertanyaan dokter Clarissa. Dokter Clarissa hanya bisa menghembuskan nafasnya secara kasar dan melepaskan tangannya tapi Ronald menahannya membuat dokter Clarissa pasrah dan membiarkan nya. Hingga mereka sudah sampai di sebuah counter ponsel.


" Ada yang kami bantu tuan dan nyonya?" tanya salah satu pelayan toko sambil mengedipkan matanya ke arah Ronald.


" Carikan ponsel keluaran terbaru dan limited edition." ucap Ronald dengan nada dingin tanpa melihat pelayan toko itu karena Ronald menatap wajah dokter Clarissa yang sedang cemberut.


" Baik tuan." ucap pelayan itu dengan senyum kecut karena Ronald tidak melihatnya atau meliriknya sedikitpun.


Pelayan itupun mengeluarkan beberapa ponsel dan diletakkan di atas etalase.


" Menurutmu ponsel mana yang wanita suka?" tanya Ronald

__ADS_1


Dokter Clarissa hanya memandang beberapa ponsel dan menunjuknya tanpa bicara sedikitpun. Ronald mengambilnya dan memberikan ke arah pelayan itu membuat pelayan itu sangat senang karena dirinya diberikan ponsel oleh Ronald.


" Aku ambil ini dan sekalian nomer cantik dan ini kartunya." ucap Ronald dengan nada masih dingin tanpa senyum sedikitpun.


" Baik tuan." jawab pelayan toko


Pelayan itupun mengeluarkan beberapa nomer cantik dan diletakkan di atas etalase.


" Menurutmu mana nomer cantiknya?" tanya Ronald


Dokter Clarissa menghembuskan nafasnya perlahan dan melihat - lihat nomer cantik sebentar dan menunjuknya. Ronald mengambilnya dan diberikan ke pelayan toko.


" Sekalian pasangkan kartunya." ucap Ronald dengan nada masih dingin.


xxxxx


Hallo, mampir ke karyaku yang lain ya :



Gadis Culun dan Ceo Lumpuh.


Cinta Satu malam Bersama Mafia


Cinta Satu Malam Bersama Mafia Sension 2


Cinta Pertama Psychopath


Cinta Pertama Mafia.


Perjalanan Cinta Sang Psychopath


Perjalanan Cinta 3 Pria Psychopath



Dan


Mohon dukungan dan Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉


Komentar 😍


Like 😍


vote 😍


tip 😍


Agar Author tetap semangat dalam menulis novel ini. Terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.


Salam Author

__ADS_1


Yayuk Triatmaja


xxxxxx


__ADS_2