
" Rhoma." panggil David
Rhoma yang merasa namanya di panggil langsung mendekati David.
" Iya tuan." jawab Rhoma
" Berikan wanita ini obat perangsang dosis sangat tinggi kemudian lakukanlah secara beramai - ramai." perintah David dengan nada dingin
" Baik tuan." jawab Rhoma dengan mata berbinar karena dirinya dari tadi sudah sangat terangs**g melihat tubuh mulus Stefanie.
" Aku mohon padamu jangan lakukan itu padaku." pinta Stefanie sambil mengeluarkan air mata agar David luluh.
" Kamu pikir aku akan luluh hah!! kamu tahu aku berjuang mati - matian untuk menghilangkan efek obat itu dan itu sangat menyiksaku." ucap David sambil mencengkram leher Stefanie dengan kencang
Stefanie tidak bisa bernafas akibat cekikikan David membuat wajah Stefanie memerah dan tidak lama David melepaskan tangannya.
uhuk uhuk uhuk uhuk
Stefanie terbatuk - batuk kemudian menghirup nafas dan mengeluarkan dengan cepat bersamaan kedatangan Rhoma. Rhoma membawa suntikan kemudian berjalan mendekati Stefanie dengan wajah mesumnya, Rhoma memberikan suntikan ke lengan Stefanie membuat Stefanie berontak tapi karena diikat membuat usaha Stefanie menjadi sia - sia malah membuat pergelangan ke dua tangan dan kedua kakinya memerah.
" Panggilkan semua anak buahku datang ke sini dan lakukan secara bergiliran." ucap David tanpa mempunyai rasa iba sedikitpun terhadap Stefanie yang wajahnya memelas.
" Baik tuan." jawab Rhoma sambil berjalan ke arah teman - temannya yang sedang berjaga.
" Tuan David, aku mohon jangan lakukan itu padaku. Hiks... hiks... aku janji untuk pergi jauh dari kehidupanmu hiks... hiks... Maafkan aku hikss... hikss.." ucap Stefanie sambil menangis sambil memohon pengampunan.
" Apa yang kamu lakukan padaku maka kamu harus mendapatkannya." ucap David tidak memperdulikan permohonan maaf maupun tangisan Stefanie.
Rhoma dan teman - temannya sudah berkumpul di gudang tersebut.
" Kalian berjumlah 10 orang termasuk Rhoma, apakah kalian semua menginginkan wanita ini untuk partner se*s kalian?" tanya David tanpa punya rasa iba sedikitpun.
" Kami mau." jawab mereka serempak termasuk Rhoma sambil menatap nanar melihat tubuh mulus Stefanie yang hanya menggunakan lingerie tanpa dalaman.
" Bagus lepaskan ikatannya dan karena Rhoma sebagai ketua kalian maka Rhoma yang melakukan pertama baru selanjutnya secara bergiliran." ucap David dengan nada santai.
" Baik tuan." jawab Rhoma tersenyum bahagia karena dialah pria pertama yang melakukannya.
Rhoma membuka seluruh pakaiannya hingga polos tanpa sehelai benangpun begitupun yang lainnya.
" Lepaskan ikatannya aku ingin bermain sambil berdiri kalian berdua pegang tangannya dan terserah kalian memegang gunung kembar, atau menyusu seperti bayi atau apapun terserah kalian." ucap Rhoma.
" Baik tuan." jawab ke anak buahnya.
Ke dua anak buahnya melepaskan ke dua ikatan tangannya begitu pula dengan kedua kakinya.
" Tuan David aku mohon jangan lakukan itu padaku." mohon Stefanie dengan wajah ketakutan terlebih Stefanie baru kali ini melihat pria tanpa sehelai benangpun terlebih sampai 10 orang yang tidak pernah dibayangkan oleh Stefanie.
David hanya menatapnya dengan tatapan datar tidak memperdulikan tangisan Stefanie yang menyayat hati.
sretttt
sretttt
Rhoma menarik paksa lingerie milik Stefanie hingga tubuh polosnya terlihat sangat jelas membuat ke 10 pria menatapnya dengan tatapan lapar.
__ADS_1
" Akh... sakit..." teriak Stefanie ketika Rhoma melakukan penyatuan tanpa pemanasan terlebih dulu.
Rhoma merasakan Kerispatih nya terasa terjepit karena Rhoma pria pertama yang mengambil mahkotanya membuat mata Rhoma merem melek merasakan kenikmatan. Rhoma menggoyangkan pinggulnya dengan kasar dan cepat sedangkan ke dua anak buahnya melakukan penyatuan di belakang Stefanie membuat Stefanie berteriak merasakan sakit dan perih bagian depan dan belakangnya dan satunya hanya bisa meremas ke dua gunung milik Stefanie.
Setelah lahar milik Rhoma keluar barulah bergantian anak buahnya begitu seterusnya hingga Stefanie pingsan karena menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya. Ke 10 pria itu melakukan secara bergiliran tanpa menunggu dan tidak memperdulikan jika Stefanie pingsan.
Setelah ke 10 pria itu merasa puas barulah satu persatu memakai pakaiannya kembali dan berjaga - jaga di luar. Kini tinggallah David, Ronald dan Rhoma menatap Stefanie yang sudah pingsan dari tadi.
" Rhoma siram dengan air dingin." perintah David
" Baik tuan." jawab Rhoma sambil meninggalkan mereka.
" Tuan kenapa tidak mencoba yang pertama kan masih ori." ucap Ronald
" Tidak tertarik, kamu mau Ronald?" tanya David sambil menaikkan salah satu alisnya.
" Sama seperti tuan, saya tidak tertarik sama sekali." ucap Ronald.
" Apakah kamu normal Ronald?" tanya David
" Tentu saja saya normal tuan tapi saat ini saya belum tertarik." ucap Ronald.
" Oh iya tuan apakah semalam tuan dan nona Karen melakukannya?" tanya Ronald
" Tentu saja dan aku baru pertama kalinya melakukannya begitu pula dengan istriku." ucap David sambil tersenyum mengingat kegiatan panasnya pada malam hari.
" Bagaimana rasanya tuan?" tanya Ronald penasaran.
" Rasanya sangat enak dan ingin melakukan lagi dan lagi. Aish membayangkan istriku malah membuat adik kecilku menjadi tegang." ucap David
" Apakah tuan akan melakukannya lagi dengan nona Karen?" tanya Ronald kepo
Rhoma datang sambil membawa ember berisi air dingin kemudian menyiram tubuh Stefanie membuat Stefanie memaksakan matanya untuk terbuka karena tubuhnya terasa sangat dingin terlebih tubuhnya polos tanpa sehelai benangpun.
" Ronald kamu sebelah kiri dan aku sebelah kanan." ucap David sambil mengambil pisau lipatnya di saku belakangnya.
" Baik tuan." jawab Ronald sambil mengambil pisau lipatnya di saku belakangnya.
David dan Ronald selalu membawa pisau lipatnya di saku belakangnya.
sretttt
akhhhh
sretttt
akhhhh
David dan Ronald melukai pipi Stefanie membuat Stefanie berteriak kesakitan. Sayatan demi sayatan di kulit Stefanie membuatnya selalu berteriak.
" Ronald kamu pegang mulutnya aku akan tarik lidahnya kemudian aku akan memotongnya." pinta David
" Baik tuan." ucap Ronald
Darah memenuhi lantai itu hingga Stefanie hanya bisa menangis dalam hati tanpa bisa melakukan apa - apa karena seluruh tubuhnya terasa sakit dan sulit digerakkan. Stefanie hanya bisa pasrah dan menangis hingga akhirnya Stefanie menghembuskan nafas terakhirnya.
__ADS_1
" Sudah mati, Rhoma buang mayatnya di kandang buaya." perintah David
" Baik tuan." jawab Rhoma sambil menggendong mayat Stefanie untuk diberikan di kandang buaya.
" Kita pulang sekarang." ajak David ke Ronald
" Baik tuan." jawab Ronald.
xxxxxxx
Ayo donk vote, komentar, poin, bunga dan hadiahnya biar author semangat nulisnya. Karena semakin banyak mengirim maka author mendapatkan penghasilan yang lumayan.
Satu bab minimal 1000 kata boleh lebih dan di hargai Rp. 500,- sampai Rp. 3,000.- tergantung jumlah pembaca, vote, komentar, poin, bunga dan hadiahnya. Author syukuri saja tapi kalau semakin sedikit mengirimnya maka pendapatan author jadi ikutan sedikit.
Ayo dukung karya para author lainnya agar para author semangat dalam menulisnya. Terima kasih buat para pembaca setiaku.🥰🥰🥰🥰
Yayuk Triatmaja.
xxxxxxx
Hallo, mampir ke karyaku yang lain ya :
Gadis Culun dan Ceo Lumpuh.
Cinta Satu malam Bersama Mafia
Cinta Satu Malam Bersama Mafia Sension 2
Cinta Pertama Psychopath
Cinta Pertama Mafia.
Perjalanan Cinta Sang Psychopath
Perjalanan Cinta 3 Pria Psychopath
Dan
Mohon dukungan dan Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉
Komentar 😍
Like 😍
vote 😍
tip 😍
Agar Author tetap semangat dalam menulis novel ini. Terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.
Salam Author
__ADS_1
Yayuk Triatmaja
xxxxxx