
Ronald yang sangat pintar menyalip mobil membuat mobil mereka sudah sampai di lokasi kejadian dalam waktu 15 menit walau banyak mobil yang membunyikan klakson mobil milik David.
Ronald langsung menghentikan mobilnya dan matanya membulat sempurna begitu pula dengan David karena kaca mobil milik dokter Sandra sudah mulai retak dan sebentar lagi akan hancur.
Ronald dan David langsung turun dari mobil dan mengambil tembakan yang berada di saku jasnya. Sepasang mata David langsung memerah seperti tatapan iblis karena melihat istri yang dicintainya tidak sadarkan diri dan sedang dipeluk oleh dokter Clarissa dan memandang 8 pria penjahat yang empat membelakangi mereka dan 4 lagi menghadap mereka tapi dihalangi oleh mobil dan 4 pria.
Sedangkan Ronald yang sedang melihat dokter Clarissa yang sudah memporak porandakan hati Ronald yang sedang memejamkan matanya seakan pasrah jika dirinya dan Karen mati ditembak oleh 8 penjahat yang tidak berhenti menembak dari 4 depan dan 4 belakang mobil milik dokter Clarissa.
dor
akhhhh
bruk
dor
akhhhh
bruk
dor
akhhhh
bruk
dor
akhhhh
bruk
Empat musuh langsung mati seketika ditembak oleh David dan Ronald dengan menggunakan dua pistol yang digenggam oleh mereka masing - masing. Kini tinggal empat lagi yang berada di belakang mobil dokter Sandra.
Ke empat musuhnya yang melihat ke empat temannya mati mengenaskan tertembak di dahinya di hadapan mereka membuat ke empat musuhnya langsung membalikkan badannya dan mengarahkan senjatanya ke arah David dan Ronald.
dor
akhhhh
bruk
dor
akhhhh
bruk
dor
akhhhh
bruk
dor
" Akhhhh, si*l... sakit." ucap salah satu temannya yang tertembak di tangan kanannya yang memegang pistol membuatnya pistolnya terlempar.
__ADS_1
David sengaja dengan menggunakan tangan kanannya menembak tangan kanan penjahat yang ingin menembak David hingga senjatanya terlempar sedangkan tangan kirinya menembak di dahi penjahat lainnya yang langsung mati seketika. Sedangkan Ronald langsung menembak dua penjahat sekaligus di dahinya dengan menggunakan ke dua tangannya yang memegang pistolnya.
dor
akhhhh
dor
akhhhh
David menembak kembali ke dua kaki penjahat itu agar tidak bisa melarikan diri.
" Kamu suruh anak buah untuk membawa pria itu ke markas." perintah David dengan tatapan dingin.
" Baik tuan." jawab Ronald lansung mengambil ponsel di balik jasnya untuk menghubungi anak buahnya.
David berjalan ke arah mobil dokter Clarissa kemudian membukanya. Matanya membulat sempurna melihat wajah Karen sangat pucat. David pun menggendong Karen ala bridal style menuju ke arah mobilnya dan diikuti oleh dokter Clarissa.
Ronald yang sudah selesai menghubungi anak buahnya langsung membalikkan badannya kemudian berjalan dengan cepat menuju mobil kemudian membuka mobil pintu yang berada di belakang pengemudi.
David pun masuk ke dalam kemudian Ronald menutup pintunya kembali. Ronald berjalan ke arah samping mobil dan masuk ke dalam duduk di kemudi sedangkan dokter Clarissa duduk di samping kemudi.
Ronald pun mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi hingga tidak membutuhkan waktu lama mereka sudah sampai hanya membutuhkan waktu lima belas menit.
Ronald keluar dari mobil dan membuka pintu mobil kemudian David keluar sambil menggendong Karen dan langsung direbahkan ke brankar yang sudah disiapkan oleh pihak rumah sakit karena waktu di perjalanan dokter Clarissa menghubungi pihak rumah sakit.
Dokter Clarisa berada di dalam ruang UGD bersama dokter lainnya sedangkan David dan Ronald sudah menunggu di depan pintu UGD. David mengusap wajahnya dan tanpa sadar keluar cairan bening, rasa takut kehilangan menyelimuti hatinya. Dua jam lamanya mereka menunggu David dan Ronald masih setia menunggu Karen.
ceklek
Seorang dokter keluar dari ruangan ugd, David dan Ronald langsung berdiri dan mendekati dokter tersebut.
Dokter tersebut menghembuskan nafasnya dengan berat kemudian menatap wajah David.
" Maaf tuan, tuan harus memilih tetap mempertahankan janinnya dengan resiko keduanya tidak bisa diselamatkan atau menggugurkan kandungannya dan istri tuan selamat karena ini sudah ke tiga kalinya istri tuan mengalami keguguran." jawab dokter tersebut dengan nada berat.
David memejamkan matanya sambil menghembuskan nafasnya dengan kasar kemudian membuka matanya. Pilihan Sulit yang harus David pilih.
" Lakukan yang terbaik dokter jika memang harus digugurkan tidak apa-apa asalkan istriku selamat." jawab David dan tanpa sadar air matanya mengalir deras.
" Baik tuan." jawab dokter tersebut kemudian masuk ke dalam ruang UGD.
bruk
Tubuh David langsung lemas membua David duduk di lantai, Ronald langsung berdiri dan mengangkat tubuh David agar duduk di kursi.
" Apakah keputusanku sudah tepat Ronald?" tanya David dengan nada lirih
" Iya tuan, karena nyawa nona Karen dalam bahaya." ucap Ronald tanpa sadar air matanya ikut keluar.
" Aku sangat menginginkan seorang anak tapi aku tidak bisa kehilangan istriku karena aku sangat mencintai istriku." ucap David sambil mengusap wajahnya dengan kasar.
" Saya tahu tuan, aku juga ikut sedih karena nona Karen sudah aku anggap sebagai adikku. Aku juga ingin menggendong ponakan tuan pasti anak tuan dan nona Karen kalau laki-laki pasti tampan dan kalau perempuan pasti cantik seperti nona Karen." ucap Ronald.
" Apakah Federick sudah ditemukan?" tanya David mengalihkan pembicaraan.
" Belum ada kabarnya tuan, saya sudah menghubungi teman - temanku tapi katanya sudah lama kehilangan kontak." jawab Ronald
" Berusahalah lagi untuk mencarinya." ucap David
" Baik tuan." Jawab Ronald
__ADS_1
" Bagaimana dengan pria itu? apakah dia sudah mengaku siapa yang menyuruhnya?" tanya David dengan nada dingin.
" Pria itu tidak mau mengaku tuan." Jawab Ronald
" Kita akan ke sana setelah dokter keluar dari ruangan ugd untuk memberitahukan keadaan Karen." ucap David
" Baik tuan." jawab Ronald patuh.
Setelah itu mereka tidak ada percakapan lagi sama - sama diam sambil menunggu kabar dari dokter tersebut.
xxxxxxx
Di Tempat Yang Berbeda
" Hallo tuan, delapan orang yang kita suruh untuk membunuh istri tuan David dan kekasih tuan Ronald tidak berhasil." ucap salah satu anak buahnya
" Apa??! kenapa bisa?" tanya pria paruh baya
" Tuan David dan tuan Ronald datang tepat waktu dan menembak 7 anak buah tuan." lapor anak buahnya.
xxxxx
Hallo, mampir ke karyaku yang lain ya :
Gadis Culun dan Ceo Lumpuh.
Cinta Satu malam Bersama Mafia
Cinta Satu Malam Bersama Mafia Sension 2
Cinta Pertama Psychopath
Cinta Pertama Mafia.
Perjalanan Cinta Sang Psychopath
Perjalanan Cinta 3 Pria Psychopath
Dan
Mohon dukungan dan Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉
Komentar 😍
Like 😍
vote 😍
tip 😍
Agar Author tetap semangat dalam menulis novel ini. Terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.
Salam Author
Yayuk Triatmaja
xxxxxx
__ADS_1