Perjalanan Cinta 3 Pria Psycophat

Perjalanan Cinta 3 Pria Psycophat
Federick


__ADS_3

" Sudah makan?" tanya Karen dengan lembut.


" Belum." ucap David singkat.


" Makanlah nanti sakit." Ucap Karen.


" Kamu aku suapi dulu baru aku akan makan." ucap David


" Ok." jawab Karen sambil tersenyum.


David menyuapi Karen dengan telaten hingga tidak terasa bubur nya habis di makan Karen. Selesai Karen makan, David mengambil piring yang sudah berisi nasi dan mengambil lauk di piring satunya lagi. David memakan makanan yang sudah dingin hingga habis karena David makan di temani oleh istrinya.


xxxx


Sepeninggal dokter Sandra, Federick keluar mencari dokter Sandra tapi sayang telah bertemu dan ingin bicara dokter Sandra ada pasien setelah selesai Federick ingin mengajaknya mengobrol kembali tapi lagi - lagi ada panggilan dari perawat ada 2 orang pria yang tertembak sehingga dokter Sandra dan dokter Clarisa masuk ke ruang operasi.


Setelah selesai operasi mereka berdua keluar dari ruang operasi, dokter Sandra dan dokter Clarisa berjalan ke ruangannya masing - masing. Federick langsung masuk ke ruangan dokter Sandra tanpa mengetuk pintu.


ceklek


Tampak dokter Sandra menatapnya sekilas kemudian melanjutkan mengecek data pasien.


" Sandra aku ingin bicara denganmu." ucap Federick sambil duduk berhadapan dengan dokter Sandra hanya dibatasi oleh meja.


" Apa yang ingin dibicarakan?" tanya dokter Sandra dengan nada dingin.


" Kenapa kamu jadi berubah?" tanya Federick terkejut dengan perubahan dokter Sandra.


" Tanyalah pada dirimu sendiri kenapa aku berubah." ucap dokter Sandra dengan nada sinis.


Dokter Sandra sangat kesal dengan ucapan Federick. Tiba - tiba pintu ruangan dokter Sandra di ketuk sebanyak 3 kali kemudian membuka pintunya.


" Maaf dok, ada 4 pria terkena tembakan peluru." ucap perawat


" Siapkan ruang operasi, dokter Clarisa belum pulang?" tanya dokter Sandra


" Tadi mau pulang tapi tidak jadi karena menolong salah satu dari mereka." ucap perawat.


" Ok." jawab dokter Sandra sambil memakai pakaian khusus operasi.

__ADS_1


Perawat itupun pergi meninggalkan mereka berdua.


" Aku ingin pergi, carilah wanita yang lebih baik dariku." ucap dokter Sandra berjalan meninggalkan Federick sendiri.


Tangan kanan Federick menarik tangan dokter Sandra.


bruk


Tubuh dokter Sandra menabrak dada bidang Federick. Federick memeluk dokter Sandra dari arah belakang.


" Kenapa sikapmu dingin padaku?" tanya Federick


" Apa tuan Federick lupa apa yang dikatakan waktu tadi siang pas di ruangan sahabatku Karen?" tanya dokter Sandra sambil menahan air matanya


" Aku tidak lupa dan aku masih ingat memang salahku apa jika aku mengatakan itu dan kenapa sekarang kamu memanggilku tuan bukan honey?" tanya Federick tanpa dosa.


Rasa empati Federick sudah hilang sejak pengkhiatanan sehingga apa yang dikatakan di anggap biasa saja tanpa tahu kalau perkataannya sangat melukai hati dokter Sandra.


" Sudahlah lupakan aku, anggap saja kita tidak mengenalnya. Sekali lagi carilah wanita lain, maaf aku harus pergi." ucap dokter Sandra dengan nada dingin sambil melepaskan tangan Federick kemudian meninggalkan Federick sendiri di ruangannya.


" Apa lupakan? tidak... tidak... apa yang menjadi milikku akan selamanya menjadi milikku." ucap Federick sambil tersenyum menyeringai.


skip


Kini Federick sudah sampai di mansion dan bertemu kepala pelayan.


" Di mana pelayan itu?" tanya Federick dengan nada dingin.


" Ada di gudang tuan." ucap kepala pelayan.


Federick langsung melangkahkan kaki nya ke tempat gudang. Federick melihat pelayan itu sedang di ikat di kursi kedua kaki dan ke dua tangannya dan tubuhnya sudah polos tanpa sehelai benang pun.


" Siapa yang melakukannya?" tanya Federick


" Maafkan kami tuan, ketika kepala pelayan menyerahkan pelayan ini ke kami berempat untuk di bawa ke gudang. Pelayan ini berusaha melepaskan diri dan tidak mau di ikat. Katanya dia di suruh tuan untuk masuk ke kamar tuan." ucap salah satu bodyguardnya.


" Lalu?" tanya Federick lagi


" Kami terpaksa menyeretnya dan tidak sengaja pakaiannya tersobek dan memperlihatkan dua gunung kembarnya yang masih ditutupi. Hal itu membuat adik kecil kami menjadi tegang, kami berusaha menahannya tapi pelayan ini memberontak terus karena kami kesal kami melakukan secara bersama - sama." ucap salah satu dari mereka.

__ADS_1


" Saat ini aku maafkan tapi lain kali tidak aku maafkan. Ingat jika aku suruh bawa ke ruangan pribadiku bawa langsung ke gudang ini dan jangan di sentuh cukup di ikat saja." ucap Federick dengan nada dingin.


" Baik tuan." jawab mereka serempak.


Federick berjalan menuju ke lab yang berdekatan dengan gudang kemudian mulai membuat obat untuk penyembuhan Karen. Setelah setengah jam obatnya sudah jadi, Federick membawa dua botol dan juga empat alat suntikan untuk digunakan sebagai bahan percobaan.


Federick berjalan santai menuju ke arah gudang menuju ke pelayan itu yang sedang terduduk sangat lemas karena melayani 4 pria sekaligus. Federick menaruh dua botol dan empat suntikan ke atas meja kemudian mengambil satu botol dan dua suntikan.


Suntikan itu dimasukkan ke dalam botol untuk mengambil isinya setelah suntikan itu berisi obat ramuan Federick berjalan mendekati pelayan itu.


" Ini obat racun jika kamu hamil kamu akan mengalami pendarahan dan jika kamu melahirkan maka kamu mati." ucap Federick menjelaskan ke pelayan itu.


" Kamu gila, kamu... kamu... seorang psycopath." ucap pelayan itu dengan nada lirih


" Benar sekali ternyata kamu pintar juga." ucap Federick dengan nada santai.


Federick menyuntikkan ke lengan gadis itu tanpa punya rasa empati sama sekali. Demi uang yang berlimpah dia rela melakukan apapun sehingga membuatnya tega melakukan perbuatan yang bisa saja pelayan itu mati tersiksa akibat ramuan beracun yang di buatnya. Federick selalu menguji coba ke orang lain atau ke binatang untuk mengetahui efek obatnya.


Setelah selesai Federick menunggu reaksinya selama setengah jam. Setengah jam kemudian Federick mengambil suntikkan yang baru untuk di ambil darah pelayan itu.


" Aku ambil darahmu buat aku cek." ucap Federick dengan nada santai sambil menyuntikkan ke lengan pelayan itu untuk di ambil darahnya.


Setelah selesai Federick berjalan kembali ke lab untuk memeriksanya.


" Ternyata racun nona Karen sama racun di tubuh pelayan itu berbeda. Lebih ganas punya nona Karen. Sepertinya aku perlu bikin racun yang sama seperti seseorang yang memberi racun ke makanan dan minuman." ucap Federick


Federick mulai membuat racun yang sama setelah 15 menit Federick berhasil membuatnya.


Federick menyuntikkan racun ke lengan pelayan itu dan tidak berapa lama pelayan itu mengeluarkan darah dari hidung dan mulutnya. Federick dengan santai menyuntikkan kembali untuk mengambil darah pelayan itu.


" Berikan gadis ini obat agar tidak lekas mati. Gimana caranya obat ini harus di minum." Ucap Frederick sambil memberikan sebutir obat ke bodyguardnya.


Bodyguard itu pun menerima obat dari Federick kemudian Federick berjalan ke arah lab yang tidak boleh di masukin oleh siapapun. Federick mulai memeriksanya dan setelah agak lama Federick mulai membuat ramuan obatnya.


Federick mengambil dua suntikkan baru bersama ramuan yang di buatnya untuk di suntikkan ke pelayan itu. Federick melihat gadis itu memejamkan matanya dan darah dari hidung dan mulut tidak berhenti keluar.


Federick memberikan suntikan kembali dan menunggu hasilnya selama satu jam.


" Lepaskan ikatan ke dua tangan dan kakinya dan baringkan dia di lantai." ucap Federick dengan nada dingin.

__ADS_1


" Baik tuan." jawab mereka serempak.


__ADS_2