Perjalanan Cinta 3 Pria Psycophat

Perjalanan Cinta 3 Pria Psycophat
Pesan Terakhir


__ADS_3

Tidak berapa lama ponsel milik Ronald berdering dan dirinya tahu kalau anak buahnya yang menghubungi dirinya.


" Hallo, bagaimana?" tanya Ronald tanpa basa basi


" Maaf tuan, pesawat yang ditumpangi nona Clarissa meledak." ucap anak buahnya


" Apa maksudmu!!! jangan bicara sembarangan!!" bentak Ronald


" Maaf tuan, nona Karen pergi ke negara A dan pesawat meledak sekitar 10 menit yang lalu dan tenggelam di laut. Tuan bisa melihatnya di tv siapa saja nama - nama korbannya." ucap anak buahnya.


tut tut tut tut tut


bruk


Ronald mematikan ponselnya sepihak dan tubuhnya terasa lemas membuatnya ambruk ke lantai dan tanpa sadar air mata Ronald keluar.


" Tidak... itu tidak mungkin... Clarissa tidak mungkin meninggal secepat itu." ucap Ronald sambil menggelengkan kepalanya.


Ronald menyalakan televisi yang berada di kamar untuk mendengarkan berita. Matanya membulat sempurna ternyata apa yang dilaporkan anak buahnya benar.


" Clarissaaaaaaaaaa..." teriak Ronald


" Kamu bercanda bukan?... kamu tidak mungkin secepat itu mati." ucap Ronald dengan nada frustasi.


Tidak berapa lama bel apartemen milik dokter Clarissa berbunyi. Ronald pun keluar dari kamar dokter Clarissa berjalan dengan cepat menuju ke lantai satu.


ceklek


" Maaf tuan, ini pakaian yang tuan minta." ucap anak buahnya.


" Antarkan aku ke bandara." ucap Ronald dengan nada dingin.


" Baik tuan, saya tunggu di dalam mobil." ucap anak buahnya sambil menutup pintu apartemen.


Ronald langsung memakai pakaiannya kemudian menaruh handuk milik dokter Clarissa ke lantai dua untuk di taruh di kamar mandi sambil mengambil dompet dan ponselnya.


Setelah selesai Ronald berjalan keluar dari apartemen dan duduk di belakang kursi pengemudi sambil menghubungi bosnya tuan David. Deringan pertama tuan David langsung mengangkatnya.


" Hallo, kenapa belum datang? aku gerah belum ganti pakaian." omel David


" Maaf tuan, nanti aku suruh anak buah untuk mengantar pakaian tuan. Saya mau pergi ke bandara dulu ada hal penting yang harus kulakukan." jawab Ronald


" Memang ada masalah apa?" tanya David


" Sahabat Karen yang bernama Clarissa mengalami kecelakaan di pesawat dan menurut informasi semua penumpang meninggal bersamaan pesawat meledak dan jatuh ke dalam laut." ucap Ronald.


" Kamu jangan bercanda, bukannya dia bersamamu?" tanya David sambil turun dari ranjang karena Karen sedang tertidur pulas.


David berjalan ke luar kamar perawatan agar Karen tidak mendengar percakapan mereka.


" Benar, ceritanya panjang intinya Clarisa naik pesawat dan pesawatnya meledak membuat semua penumpang mati begitu pula dengan Clarissa." ucap Ronald

__ADS_1


" Apakah kamu mencintainya?" tanya David


" Saya tidak tahu tuan yang saya tahu jika berdekatan dengannya jantungku berdetak kencang dan adik kecilku selalu merespon jika Clarissa menyentuh tangan atau tubuhku padahal jika dengan gadis lain aku tidak merasakan apapun." ucap Ronald dengan nada polos.


" Itu namanya kamu sudah mencintainya bodoh!" omel David


" Apakah tuan seperti itu juga dengan nona Karen?" tanya Ronald yang tidak marah di katakan bodoh oleh bosnya.


" Tentu saja jantungku berdetak kencang dan ingin melakukan hubungan suami istri secara terus menerus. Apakah kamu sudah melakukannya?" tanya David


" Iya tuan rasanya sangat enak dan saya melakukannya berulang kali sampai saya puas baru berhenti." ucap Ronald dengan nada polos.


" What??? kamu sudah melakukannya? apakah kamu akan menikahinya?" tanya David dengan nada terkejut.


" Clarissa tadi bilang seperti itu tapi saya bilang tidak akan menikahinya dan saya akan membayarnya jika saya ingin melakukan itu lagi." ucap Ronald dengan nada polos.


" Saya juga sudah memberikan uang 200 lembar warna merah dan kartu kredit tanpa batas buat kompensasinya." sambung Ronald


" Apakah dia mengambilnya?" tanya David


" Tidak, dia hanya meninggalkan sepucuk surat kalau dirinya pergi." ucap Ronald.


" Terang saja dia pergi Ronald. Karen, Sandra dan Clarissa bukan gadis matre yang selama ini kita pikirkan." ucap David


" Maksud tuan?" tanya Ronald


" Karen bercerita kalau dirinya dan juga ke dua sahabatnya bukanlah gadis matre, mereka bertiga saling membantu tanpa rasa pamrih. Kamu kehilangan orang sebaik Clarissa karena menurut Karen kalau Sandra sudah menikah dengan Federick sahabatmu sedangkan Karen sudah menjadi istriku kamu tidak boleh merebutnya." ucap David


" Ronald kamu masih di situ?" tanya David


" Iya tuan." Jawab Ronald dengan suara mulai parau.


"Ya sudah besok kamu libur semua pekerjaan kantor aku yang mengurus. Tidak usah menghubungi anak buah biar aku saja yang menyuruh anak buah datang ke rumah sakit."ucap David.


" Baik tuan, terima kasih banyak atas pengertiannya." ucap Ronald


tut tut tut tut tut


David langsung mematikan ponselnya secara sepihak kemudian menghubungi anak buahnya untuk membawa pakaian ganti.


xxxxxxx


Ronald kini sudah sampai di bandara dan mendatangi orang suruhannya yang sudah menunggu Ronald sejak tadi.


" Bagaimana? apa ada kabar?" tanya Ronald dengan nada dingin


" Semua penumpang dipastikan meninggal dunia waktu pesawat meledak di udara dan tenggelam di laut, hanya tinggal serpihan badan pesawat." Lapor anak buahnya.


" Bagaimana dengan jam tangan, ponsel dan gelang?" tanya Ronald


" Ponselnya sepertinya ikut meledak di dalam tas bersamaan pesawat karena tidak ada signal GPS-nya sedangkan gelang dan jam tangan berada di dalam laut." lapor anak buahnya yang lainnya.

__ADS_1


" Berarti nona Clarissa kemungkinan besar sudah meninggal dunia." sambung anak buahnya.


bruk


Tubuh Ronald melemas mendengar ucapan anak buahnya, untunglah anak buahnya langsung menahan tubuh Ronald agar tidak jatuh.


Ke dua anak buahnya mendudukkan Ronald di kursi. Ronald mengingat pesan terakhir di surat dokter Clarissa.


Nb. Kak Ronald jika seandainya aku mati tolong kuburkan aku bersebelahan kuburan orang tuaku.


( " Cla, apakah kamu sudah mempunyai firasat kalau kamu akan meninggal? jika seandainya saja aku tidak mengatakan yang menyakiti hati Clarissa mungkin sampai sekarang pasti masih hidup." ucap Ronald dalam hati menyesali perkataannya ).


xxxxx


Hallo, mampir ke karyaku yang lain ya :



Gadis Culun dan Ceo Lumpuh.


Cinta Satu malam Bersama Mafia


Cinta Satu Malam Bersama Mafia Sension 2


Cinta Pertama Psychopath


Cinta Pertama Mafia.


Perjalanan Cinta Sang Psychopath


Perjalanan Cinta 3 Pria Psychopath



Dan


Mohon dukungan dan Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉


Komentar 😍


Like 😍


vote 😍


tip 😍


Agar Author tetap semangat dalam menulis novel ini. Terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.


Salam Author


Yayuk Triatmaja

__ADS_1


xxxxxx


__ADS_2