Perjalanan Cinta 3 Pria Psycophat

Perjalanan Cinta 3 Pria Psycophat
Rumah Sakit


__ADS_3

" Hei itu gelasku." omel David


" Maaf tuan pedes banget, nona Karen tidak salah masak mie goreng super pedas?" tanya Ronald sambil mengipasi mulutnya dengan tangan.


Karen mengambil gelas baru dan di isi air untuk diberikan ke suaminya kemudian mengisi gelas kosong milik Ronald.


" Tidak makanya aku kasih 2 helai mie goreng super pedas. Mau aku tambahin mie goreng super pedas? masih banyak di penggorengan." ucap Karen sambil menahan senyum


" Aish tidak terima kasih, tuan David apakah tidak merasakan kepedasan?" tanya Ronald karena mie goreng super pedas milik David sudah habis.


" Tidak enak banget malah, sayang tambah lagi." pinta David sambil menyodorkan piringnya.


" Sudah cukup honey, ini pedes banget nanti honey sakit perut." ucap Karen dengan nada lembut.


" Hiks...hiks... hiks... Sayang aku mau mie goreng super pedas nya hiks... hiks.. hiks..." ucap David sambil terisak.


Ronald sangat terkejut melihat bosnya menangis seperti anak kecil. Ronald menatap bosnya kemudian ke arah Karen untuk meminta penjelasan.


" Jangankan kamu Ronald, aku saja sebagai istrinya sangat bingung dengan sikap suamiku. Tadi saja nangis karena tidak dibuatkan mie goreng super pedas.


" Hiks... hiks... hiks... kalian malah mengobrol bukannya ngurusin aku. Istriku memang jahat aku ingin mie goreng super pedas ngga di kasih hiks... hiks.. hiks.." ucap David sambil menangis dengan air mata yang bercucuran.


Karen yang melihat David tidak tega akhirnya Karen mengambil piring David yang kosong dan berjalan ke arah dapur untuk mengambil mie goreng super pedas untuk ditaruh di piring David.


" Honey ini mie goreng super pedas ya tapi ini yang terakhir." ucap Karen dengan nada lembut sambil memberikan piring yang sudah berisi mie goreng super pedas kemudian menghapus air mata David yang bercucuran dengan menggunakan ibu jarinya.


" Sayang memang istriku yang paling baik, terima kasih sayang." ucap David sambil memegang tangan Karen yang sedang memegang pipinya.


Karen hanya tersenyum dan kemudian menatap Ronald yang sedang menatap tuan David seakan tidak percaya dengan sikap tuan David. Seorang psycophath pembunuh berdarah dingin kini seperti anak kecil.


" Ronald, kamu mau makan atau minum sesuatu? aku siapkan."tanya Karen


" Aku minta kopi hitam saja dan gulanya sedikit." ucap Ronald


" Baik." Jawab Karen


" Honey mau dibuatkan sesuatu? tanya Karen


" Aku ingin minta susu coklat hangat." ucap David


" Tapi honey bukannya tidak suka susu coklat hang.." ucapan Karen terpotong karena air mata David hendak keluar.


" Baik honey akan aku buatkan." ucap Karen


Karen membuatkan minuman susu coklat hangat untuk suaminya dan kopi untuk Ronald.


" Tuan anda sakit? tanya Ronald dengan nada bingung.


" Tidak memang kenapa? tanya David sambil meletakkan sendoknya ke dalam piring karena David sudah selesai makan.


" Bukannya tuan tidak suka mie goreng super pedas dan tidak suka susu coklat hangat?" tanya Ronald.


" Aku tidak ta.." ucap David sambil menghentikan bicaranya karena perutnya terasa sangat mual seperti di aduk - aduk.


David berlari menuju ke kamar mandi dekat dapur.

__ADS_1


hoek


hoek


hoek


Karen menaruh susu coklat hangat dan kopi pahit ke meja.


" Honey, kita ke rumah sakit ya?" ucap Karen sambil mendekati suaminya.


" Aku tidak apa-apa sayang, jangan dekat ini bau dan kotor." ucap David sambil membersihkan mulutnya.


David keluar dari kamar mandi dan memeluk Karen.


" Honey malu ada Ronald." bisik Karen


" Biarkan saja, perutku sekarang merasa enakkan ketika aku memelukmu sayang." ucap David


" Nona Karen memang tuan David sejak kapan seperti ini? tanya Ronald terkejut melihat perubahan tuan David sambil meminum kopi yang masih panas.


" Tadi pagi aku juga bingung dengan sikap suamiku." ucap Karen sambil membalas pelukan suaminya.


" Tapi aku ikut senang nona karena tuan David sekarang sayang sama nona dan melupakan dendamnya." ucap Ronald


Perkataan Ronald terdengar jelas di telinga David dan hal itu membuatnya mengingat kejadian orang tuanya yang di siksa dan di bunuh juga orangtuanya serta dirinya di buang di sungai. David langsung mendorong tubuh Karen dengan kencang.


bruk


akhhhh


" Honey perutku sakit..." rintih Karen bersamaan keluarnya darah dari sela - sela pahanya tanpa di sadari oleh David dan Ronald


David berjongkok agar sejajar dengan Karen dan menarik rambut Karen agar menatap wajahnya. Ronald terkejut dengan perubahan David yang tiba - tiba seperti dulu.


" Jangan pernah menyebutku dengan sebutan honey. Panggil aku tuan." bentak David sambil menatap Karen dengan tajam.


" Baik tu.." ucap Karen terpotong bersamaan matanya terpejam.


Kepala Karen sangat pusing tapi berusaha untuk bertahan tapi lama-lama Karen tidak kuat dan akhirnya tidak sadarkan diri. Ronald tanpa sengaja melihat lantai marmer yang berwarna putih terkena noda darah.


" Tuan... tuan... nona Karen berdarah... " ucap Ronald.


David langsung melepaskan tangannya yang menarik rambutnya kemudian mengangkat tubuh Karen.


" Ronald antar aku ke rumah sakit. Cepat!!!!" teriak David.


" Baik tuan." ucap Ronald


Ke dua pria tampan itu berlari ke arah garasi mobil. David melihat wajah Karen sangat pucat seperti kapas membuat David menyesal karena sulit mengendalikan emosi ketika mendengar kata dendam dan tentang masa lalunya.


David duduk di kursi belakang pengemudi sedangkan Ronald duduk di kursi pengemudi.


" Sayang bangun, maafkan aku." ucap David lirih


" Ronald cepat!!!" teriak David

__ADS_1


" Baik tuan." jawab Ronald sambil mempercepat laju mobilnya tidak perduli semua kendaraan membunyikan klakson.


" Ronald di depan kami jangan pernah menyembut kata dendam atau masa laluku karena membuatku ingin menyiksa istriku." ucap David dengan nada dingin.


" Jika kata itu terucap maka aku tidak segan - segan memotong lidahmu." ancam David


" Baik tuan." jawab Ronald .


Ronald merasa tidak takut dengan ancaman tuan David tapi hatinya sangat menyesal karena perkataannya membuat nona Karen celaka.


10 menit kemudian mereka sudah sampai di rumah sakit. Ronald menghentikan mobilnya kemudian keluar untuk membukakan pintu mobilnya untuk tuan David.


David menggendong Karen sambil berlari menuju ke UGD. Para perawat yang melihatnya langsung membawa brankar dan David menaruh perlahan tubuh Karen yang sudah mulai dingin.


xxxxx


Hallo, mampir ke karyaku yang lain ya :



Gadis Culun dan Ceo Lumpuh.


Cinta Satu malam Bersama Mafia


Cinta Satu Malam Bersama Mafia Sension 2


Cinta Pertama Psychopath


Cinta Pertama Mafia.


Perjalanan Cinta Sang Psychopath


Perjalanan Cinta 3 Pria Psychopath



Dan


Mohon dukungan dan Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉


Komentar 😍


Like 😍


vote 😍


tip 😍


Agar Author tetap semangat dalam menulis novel ini. Terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.


Salam Author


Yayuk Triatmaja


xxxxxx

__ADS_1


__ADS_2