Perjalanan Cinta 3 Pria Psycophat

Perjalanan Cinta 3 Pria Psycophat
Dokter Sandra Tidak Sadarkan Diri.


__ADS_3

" What??? kamu juga sama?" tanya Ronald dengan nada terkejut karena dirinya tahu kalau sahabatnya sama seperti dirinya sangat anti dengan wanita.


" Iya benar, tapi aku langsung menikah dengannya karena aku tidak bisa membohongi diriku sendiri, ketika Sandra pergi dari hidupku perasaanku terasa sangat hampa karena itulah aku melakukan hubungan suami istri dan besoknya langsung menikah." ucap Federick


" Akhhhh.. aku sangat menyesal." ucap Ronald sambil mengusap wajahnya


" Memangnya apa yang kamu lakukan?" tanya Federick.


Ronald pun menceritakan semuanya tanpa ada yang ditutup-tutupi membuat Federick menggelengkan kepalanya.


" Terang saja Clarisa pergi dari hidupmu. Kamu tahu Ronald kalau istriku, Clarissa dan Karen adalah wanita yang sangat berbeda?" tanya Federick.


" Maksudnya?" tanya Ronald menjawab pertanyaan dengan pertanyaan


" Istriku bercerita tentang ke dua sahabatnya Karen dan Clarisa membuatku semakin yakin kalau mereka bertiga adalah wanita yang sangat berbeda dengan wanita di luaran sana. Mereka bertiga bukanlah wanita matre, selama aku menikah istriku tidak pernah boros membeli barang-barang yang tidak berguna ataupun belanja barang - barang branded yang menghabiskan kantongku berbeda dengan mantanku." ucap Federick


" Apakah kamu tidak memberikan kartu kredit tanpa batas atau kamu tidak memintanya untuk belanja?" tanya Ronald


" Sering aku menawarkan ke Sandra tapi Sandra selalu menolaknya." ucap Federick


" Aku baru ingat ketika tuan David bercerita kalau istrinya juga sama seperti istrimu yang tidak boros dan tidak belanja barang - barang branded padahal tuan David memberikan kartu kredit tanpa batas dan juga kartu debit. Saldo tabungannya malah jadi semakin bertambah banyak dan tidak ada laporan pengeluaran untuk bersenang-senang." ucap Ronald


" Bagaimana dengan Clarissa?" tanya Federick


" Selama aku mengenalnya, Clarissa tidak pernah meminta sesuatu malah katanya dirinya tidak biasa untuk dibayari." ucap Ronald


" Benar bukan kataku kalau mereka bertiga berbeda dengan wanita di luaran sana." ucap Federick.


" Iya, aku sangat menyesal mengatakan sesuatu yang menyakitkan hati pada Clarissa." ucap Ronald sambil mengusap wajahnya.


Tidak berapa lama dua perawat yang sedang mendorong brankar bersama seorang pemuda culun melewati mereka masuk ke dalam ruang UGD bersamaan keluarnya dua brankar David dan Karen.


" Sepertinya gadis itu korban kecelakaan karena tubuhnya penuh darah." ucap Federick sambil berdiri begitu pula dengan Ronald.


Gadis korban kecelakaan itu tanpa sengaja tangannya keluar dan menyentuh badan Karen. Salah satu perawat yang mendorong brankar perlahan memegang tangan gadis tersebut dan menaruhnya di brankar.


Dokter Sandra berjalan sambil tangan kirinya memegang perutnya yang sudah mulai membesar matanya sembab dan kehilangan keseimbangan. Federick yang melihatnya langsung memeluk istrinya dari arah samping dan di dudukkan di kursi tempat Federick tadi duduk dan Federick duduk di samping istrinya sambil memeluknya dari arah samping.

__ADS_1


" Ada apa sayang?" tanya Federick


" Hiks... hiks... Daddy... Karen..hikss.." ucap dokter Sandra sambil menangis dan wajahnya disembunyikan di dada milik suaminya.


" Karen kenapa? dan siapa yang tadi orang yang ditutupi kain putih?" tanya Federick


" Dia adalah hikss... hikss... Karen... Daddy... Karen..." ucap dokter Sandra mengantungkan kalimatnya.


" Sstttt... tarik nafas... keluarkan... tarik nafas.... keluarkan lakukan secara berulang sampai mommy tenang setelah itu ceritakan apa yang terjadi." ucap Federick


Dokter Sandra pun mengangkat wajahnya dari balik dada suaminya dan melakukan ucapan suaminya setelah mulai tenang dokter Sandra menatap wajah tampan suaminya.


" Daddy, Karen hiks... hiks... menyumbangkan ke dua matanya, jantung dan ke dua ginjalnya agar suaminya bisa hidup lagi hikss. hikss.. Karen melakukannya karena tidak bisa kehilangan suaminya karena itulah dirinya berkorban hiks.. hikss..." ucap dokter Sandra sambil menangis.


Tangisan dokter Sandra sangat menyayatkan hatinya karena dirinya kehilangan sahabat baiknya untuk selamanya.


" Apa???" teriak Federick dan Ronald bersamaan.


" Iya daddy, karena tembakkan peluru di dadanya menembus jantungnya karena itulah Karen memberikan jantungnya untuk suaminya hiks... hiks.." ucap dokter Sandra masih menangis.


Federick dan Ronald sangat terkejut akan pengorbanan besar Karen atas David suaminya dan tidak berapa lama ke dua pria tampan itu mengeluarkan air matanya.


" Karen berpesan jika kak David sadar katakanlah kalau Karen masih terbaring koma." ucap dokter Sandra yang masih berlinangan air mata.


" Sampai kapan kita membohonginya?" tanya Federick sambil melepaskan pelukannya untuk mengusap wajahnya.


" Mata kak David masih di perban kemungkinan lebih dari seminggu baru bisa di buka, selama itulah kita terpaksa berbohong setelah kak David bisa melihat barulah kita mengatakan yang sebenarnya." ucap dokter Sandra.


" Aku tidak tahu pasti tuan David sangat terpukul jika seandainya istrinya sudah meninggal." ucap Ronald


" Iya benar apalagi ketika mengetahui kalau istrinya yang telah mendonorkan ke dua matanya, jantung dan ke dua ginjalnya." ucap Federick


" Sstttt... Daddy perutku sakit..." rintih dokter Sandra sambil memegangi perutnya dengan ke dua tangannya.


Tidak berapa lama darah segar keluar dari sela - sela paha dokter Sandra


" Mommy perutmu kenapa?" tanya Federick dengan nada panik sambil memeluk istrinya dari arah samping

__ADS_1


" Sakit daddy." rintih dokter Sandra sambil membalas pelukan suaminya.


" Federick, istrimu keluar darah dari sela - sela pahanya." ucap Ronald yang tidak sengaja melihatnya.


Federick menatap ke arah bawah dan benar saja membuat Federick langsung menggendong istrinya ala bridal style menuju ke ruang UGD.


" Daddy aku tidak kuat." ucap dokter Sandra sambil memejamkan matanya dan tidak berapa lama dokter Sandra tidak sadarkan diri.


" Sandra bertahanlah demi aku dan anak kita." mohon Federick dan air mata Federick keluar karena takut dirinya di tinggal seperti Karen meninggalkan David untuk selamanya.


Ronald yang masih berdiri langsung membalikkan badannya dan melangkah dengan cepat menuju ke ruang UGD kemudian mendorongnya dengan kasar.


" Suster istriku pendarahan." ucap Federick


" Baik, silahkan tuan - tuan menunggu di luar." perintah perawat itu.


Federick membaringkan perlahan tubuh istrinya di brangkar dan melihat sekilas dokter tersebut sedang melakukan perawatan ke gadis yang sedang terbaring dengan wajah pucat.


" Mirip Karen hanya saja tampangnya dibuat cupu." Guman Federick


" Maaf tuan silahkan menunggu di luar." ucap perawat itu mengulangi perkataannya.


" Baik dok, ayo Federick kita keluar." ucap Ronald sambil menarik tangan Federick yang sedang memandangi gadis yang sedang diobati oleh dokter.


Federick dan Ronald keluar dari ruangan ugd dan melihat pemuda culun sedang mengusap wajahnya.


" Siapa namamu?" tanya Federick menatap pemuda culun tersebut.


Pemuda culun yang di tatap menjadi bingung.


" Maaf tuan berbicara denganku?" tanya pemuda culun.


" Iya kamu siapa lagi." ucap Federick dengan nada mulai kesal.


Sebenarnya dirinya sangat malas mengobrol dengan orang lain apalagi dengan orang asing karena baginya hanya membuang waktu saja.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

__ADS_1


Ayo donk vote, like, komentar dan hadiahnya biar author semangat menulisnya.


Terima kasih yang sudah memberikan vote, like, komentar dan hadiahnya.


__ADS_2