
" Angelina kamu tidak apa-apa?" tanya bosnya
" Kepalaku pusing seka.." ucap Angelina terpotong karena dirinya seperti berputar - putar membuatnya bertambah pusing.
bruk
Angelina pun tidak sadarkan diri dan hampir saja terjatuh dan kepalanya hampir terbentur mengenai pintu lift tapi untunglah bosnya memegang tangan Angelina.
" Angelina." panggil bosnya
Karena Angelina memejamkan matanya akhirnya bosnya berinisiatif untuk menggendongnya ala bridal style bertepatan kedatangan asistennya.
" Nona Angelina kenapa tuan?" tanya asistennya.
" Tidak tahu katanya kepalanya pusing dan tiba - tiba pingsan, antarkan kami ke rumah sakit." perintah bosnya
" Baik tuan." Jawab asisten tersebut.
Asistennya menekan tombol pintu lift kemudian bosnya masuk ke dalam pintu lift di ikuti oleh asistennya.
" Maaf tuan sepertinya tuan sangat mengkuatirkan keadaan nona Angelina? apakah tuan menyukai nona Angelina?" tanya asisten secara beruntun.
" Jujur iya aku sangat menyukai nona Angelina karena dia gadis berbeda tidak mencari perhatianku atau menggodaku tidak seperti sekretaris ku yang dulu ataupun wanita lain. Kehadiran nona Angelina membuat hidupku lebih berwarna." ucap bosnya dengan nada tulus.
" Kenapa bos tidak mengatakan terus terang?" tanya asistennya
Bosnya hanya menghembuskan nafasnya secara kasar.
" Kamu tahu aku adalah pria impoten, mana ada gadis yang mau denganku." ucap bosnya sambil pandangannya mengarah ke depan.
" Siapa tahu nona Angelina bersedia menikah dengan tuan." ucap asistennya.
" Nona Angelina sangat cantik dan seksi siapapun pasti mau menikah dengannya dan aku yakin ketika nona Angelina setelah mengetahui kalau diriku impoten pasti dia akan menghinaku dan menolakku mentah - mentah seperti kekasihku yang menghinaku habis - habissan." ucap bosnya.
Ting
Pintu lift terbuka mereka berjalan dengan cepat menuju ke arah mobil. Asisten tersebut membuka pintu belakang pengemudi dan bosnya duduk di kursi belakang pengemudi kemudian asistennya memutari mobilnya untuk duduk di kursi pengemudi.
Paha bosnya digunakan sebagai bantalan Angelina.
" Sebenarnya apa yang terjadi denganmu Angel kenapa dirimu tiba - tiba pingsan?" tanya bosnya.
" Mobilnya di percepat." perintah bosnya.
" Baik tuan." jawab asistennya
__ADS_1
Asisten tersebut mempercepat mobilnya hingga selama 20 menit mereka sudah sampai di rumah sakit. Bosnya menggendong kembali Angelina menuju ke lobby rumah sakit bertepatan kedatangan dua orang perawat yang membawa brankar.
Kini bos dan asistennya menunggu di ruang UGD setelah berjalan 15 menit pintu ruang UGD terbuka membuat bosnya berdiri mendekati dokter tersebut.
" Bagaimana keadaan nya dokter?" tanya bosnya.
" Maaf apakah tuan suaminya?" tanya dokter itu dengan nada ramah.
" Suami." tanya bosnya ulang
" Iya suami, apakah tuan suaminya?" tanya dokter itu mengulangi perkataannya.
" Iya saya suaminya, apa yang terjadi dengan istriku?" tanya bosnya.
" Selamat ya pak, istri bapak sedang hamil untuk melihat berapa usia kehamilan tuan bisa bertanya pada dokter kandungan." ucap dokter tersebut.
jederrr
duar
Bagaikan petir di siang hari bosnya terkejut mendengar orang yang sudah berhasil memenuhi hatinya ternyata sudah menikah dan kini sudah hamil.
" Tuan, kenapa terkejut? bukankah tuan seharusnya merasa senang?" tanya Dokter tersebut.
" Iya saya sangat senang sekaligus terkejut karena kami sudah lama menantikan anak." ucap bosnya sambil tersenyum.
" Baik dokter terima kasih." jawab bosnya.
Dokter itupun meninggalkan bosnya Angelina serta asisten bosnya.
Asisten nya mendekati bosnya yang sedang diam tanpa bicara sedikitpun membuat dirinya tidak tega melihatnya.
" Tuan." panggil asistennya
" Jangan bicara aku tahu apa yang akan kamu katakan. Kamu lihat sendiri kan sekretaris ku ternyata sudah menikah dan sekarang sudah hamil. Untung aku belum menyatakan cintaku walau menyatakan juga belum tentu mau dia mau menikah denganku." ucap bosnya.
" Tuan yang sabar ya?" ucap asistennya.
Tidak berapa lama brankar milik Angelina di dorong oleh dua orang perawat menuju ke ruang perawatan VVIP.
" Kamu tunggu lah di sini." perintah bosnya.
" Baik tuan." jawab asisten nya.
Bosnya pun berjalan ke ruang perawatan di mana Angelina sedang berbaring.
__ADS_1
ceklek
Bosnya membuka pintu ruang perawatan dan melihat Angelina sedang menatap dirinya sambil tersenyum. Bosnya pun ikut membalas senyuman Angelina sambil mendekati ranjang Angelina.
" Kenapa saya ada di sini tuan?" tanya Angelina
" Di perusahaan kamu pingsan dan aku membawanya ke sini." ucap bosnya.
" Saya sakit apa tuan?" tanya Angelina
" Kamu tidak sakit, kamu hamil." ucap bosnya
" Apa???... ha... ha... mil??" tanya Angelina sambil terbata - bata saking terkejutnya."
" Kenapa kamu begitu terkejutnya? apa kamu tidak senang ketika mengetahui kalau kamu hamil?" tanya bosnya.
" Saya hiks... hiks.." ucap Angelina sambil menangis dan menggantungkan kalimatnya.
Bosnya secara refleks memeluk Angelina dan Angelina membalas pelukan bosnya.
" Hiks... hiks.. kalau aku menikah dan hamil aku akan sangat bahagia tapi orang yang kucintai tidak mau menikahiku ketika kami sudah melakukannya malah akan membayarku jika dia ingin melakukannya lagi karena itulah aku pergi menjauh darinya hiks... hiks..." ucap Angelina sambil terisak
Ke dua tangan memeluk Angelina dengan kuat membuat Angelina merasa sesak.
" Tuan, aku tidak bisa bernafas." ucap Angelina sambil menepuk punggung bosnya.
" Maaf, aku sangat emosi mendengarnya. Maukah kamu menikah denganku tapi..." ucap bosnya dengan menggantungkan kalimatnya sambil mendorong perlahan tubuh Angelina.
" Tapi apa?" tanya Angelina penasaran.
" Aku pria impoten pasti kamu akan menolaknya karena kamu sudah pernah merasakan hubungan suami istri." ucap bosnya sambil tersenyum getir.
" Tuan, saya perempuan hina dan tidak pantas untuk dicintai oleh tuan. Masih banyak gadis lain yang pantas tuan cintai." ucap Angelina
" Aku tahu kamu membuat alasan seperti itu karena kamu pasti menolaknya karena aku pria impoten." ucap bosnya sambil tertawa hambar.
" Tuan tidak mengenalku? asal usulku? kenapa tuan mempercayaiku dan ingin menikah denganku?" tanya Angelina beruntun.
" Kamu wanita berbeda dari sekretaris ku dan juga wanita yang ku kenal. Aku merasakan nyaman bila bersamamu. Aku tidak memperdulikan asal usulmu karena aku sangat mencintaimu." ucap bos tersebut dengan nada tegas.
Angelina menatap mata bosnya dan tidak ada kebohongan.
" Aku ingin jujur pada tuan dan kuharap tuan mendengarkan semua ceritaku dan setelah itu terserah tuan menganggapku sebagai wanita apa." ucap Angelina.
" Namaku sebenarnya adalah Clarissa Atmaja aku seorang dokter bedah. Ketika aku dan orang yang kucintai melakukan pertama kali hubungan suami istri, aku bertanya apakah setelah ini kita menikah? tapi jawabannya sungguh menyakitkan hatiku. Aku dianggap seperti wanita murahan, dia bilang akan membayarku jika dia menginginkan nya lagi." ucap dokter Clarissa dengan nada lirih
__ADS_1
" Aku sangat kecewa padanya terlebih dia memberiku uang dan kartu kredit tanpa batas tapi aku tidak mengambilnya ataupun menyentuhnya karena itulah aku pergi meninggalkannya. Ketika aku di bandara aku bertemu seorang gadis katanya orang tuanya meninggal dan gadis itu sudah membeli tiket ke negara ini tapi orang tuanya tinggal di negara A dan gadis itu tidak mempunyai uang untuk membeli tiket karena aku tidak tega aku menukar tiketku dan juga menukar identitasku karena itulah namaku berganti Angelina Jolie Alexander." sambung dokter Clarissa