
" Maksud nya kita melakukan seperti yang biasa suami istri lakukan?" tanya David
" Iya benar, kita sudah melakukannya dua kali." ucap Karen sambil menutupi wajahnya.
David tersenyum dan membuka ke dua tangan Karen.
" Kamu kenapa malu hmmm... tentu saja kita akan tetap melakukannya. Kamu tahu kamu adalah wanita pertama yang melakukannya bersamaku sama seperti dirimu kalau aku pria pertama yang melakukan hubungan suami istri. Semua suami istri pasti melakukannya apalagi aku baru mengetahui kalau ternyata rasanya nikmat. Kenapa kamu tanyakan itu?" tanya David sambil berusaha menahan hasratnya karena membicarakan hal itu.
" Bolehkah jika kita bermain dengan lembut? karena kalau kerispatih langsung dimasukkan punyaku sangat perih dan sakit." ucap Karen dengan wajah memerah menahan malu.
" Sayang, apa itu kerispatih?" tanya David bingung
Tangan kanan Karen yang gemetar diarahkan ke bawah perut David dan memegang kerispatih yang sudah mulai menegang menjadi bertambah tegang membuat David memegang tangan Karen dan menjauhkan kerispatih nya.
" Maafkan aku sayang, aku janji kita akan bermain dengan lembut." ucap David.
" Sayang punyaku tegang karena ulahmu nich?" ucap David sambil menatap mata Karen dengan tatapan mesumnya.
" Maaf honey, perutku masih sakit nanti kalau sudah hilang kita bisa bermain lagi." ucap Karen sambil tersenyum.
" Maafkan aku sayang gara - gara aku tidak menahan emosiku kamu jadi terluka lagi." ucap David sambil menatap mata istrinya dengan sendu.
" Sudahlah honey lupakan yang dulu - dulu sekarang kita menatap masa depan." ucap Karen sambil menggenggam tangan David.
David membalas genggaman tangan Karen dengan tangan kiri dan tangan kanannya membelai rambut Karen dengan lembut.
" Terima kasih sayang, aku mau ke kamar mandi mau menidurkan kerispatih ku." bisik David sambil melepaskan tangannya yang tadi menggengam tangan Karen.
Karen hanya tersenyum mendengar ucapan suaminya. David pun berjalan ke arah kamar mandi dan menutup pintu kamar mandinya.
" Semoga aku bisa menghilangkan sisi dendamnya padaku." ucap Karen
Karen mencari ponselnya di samping tempat ranjang dan meja dekat ranjangnya tapi ditemukan membuat Karen perlahan bangun sambil menahan rasa perih di perutnya. Tangan Karen perlahan membuka laci dekat ranjang untuk mencari ponselnya tapi tetap tidak ada.
" Ponselku kemana ya?" tanya Karen bingung sambil mengingat - ngingat terakhir memakainya.
" Oh iya terakhir aku pakai mau menghubungi sahabatku Sandra dan Clarisa tapi signalnya jelek dan aku simpan di dalam lemari." ucap Karen.
ceklek
David membuka pintu dengan kondisi segar karena habis mandi membuat Karen memalingkan wajahnya ke arah David. Karen menatap wajah tampan suaminya membuat Karen menelan salivanya melihat rambut basah David yang membasahi pipi kemudian turun ke rahang David terlebih bau maskulin suaminya membuat Karen merasakan nyaman dan tenang.
" Honey." panggil Karen
" Ya sayang, ada apa?" tanya David sambil berjalan ke arah Karen
" Bolehkah aku memelukmu?" pinta Karen dengan mata berbinar.
" Boleh, kenapa ingin memelukku?" tanya David heran sambil memeluk tubuh mungil istrinya.
" Memeluk honey membuatku merasa nyaman dan tenang." jawab Karen jujur sambil membalas pelukan suaminya dan hidungnya mengusap - ngusap ke dada bidang suaminya.
" Honey jangan digerak - gerakan terus." pinta David
__ADS_1
" Memang kenapa?" tanya Karen dengan nada bingung.
" Kerispatih ku jadi tegang." bisik David
" Maaf honey." jawab Karen sambil hidungnya berhenti mengusap - ngusap ke dada bidang suaminya.
" Tidak apa-apa sayang, hanya saja saat ini aku lagi menahannya tapi tidak untuk lain kali jika kamu sudah sembuh." bisik David
" Honey apakah honey membawa ponselku?" tanya Karen.
" Tidak memangnya kenapa sayang?" tanya David bingung
" Aku mau menghubungi ke dua sahabatku tapi ponselku ketinggalan." ucap Karen
" Beli yang baru saja sayang." ucap David
" Tapi ponselku penuh dengan kenangan." ucap Karen
David mendorong pelan tubuh Karen sambil menatapnya dengan curiga.
" Apakah ponsel itu pemberian kekasihmu?" tanya David dengan nada cemburu.
" Tidak, waktu aku ingin membeli ponsel itu aku harus menabung. Mommy dan Daddy sebenarnya mau membelinya tapi aku tidak mau karena itu aku tidak jajan dan membawa bekal dari rumah karena uang saku aku tabung buat beli ponsel." ucap Karen menjelaskan.
" Oh aku mengerti, nanti aku suruh Ronald mengambilnya. Oh ya sayang aku minta untuk tidak membicarakan atau bercerita apapun tentang masa lalumu bersama orang tuamu karena jika kamu menceritakannya membuat rasa dendamku muncul dan ingin menyiksamu dan aku harap kamu mengerti. Seperti saat ini aku lagi berusaha menahan untuk tidak melukaimu." ucap David dengan nada serius.
" Baik honey aku mengerti. Oh iya honey kapan aku boleh pulang?" tanya Karen berusaha mengalihkan pembicaraan.
ceklek
" Selamat pagi tuan dan nyonya." sapa dokter itu
" Pagi dokter." jawab Karen sambil tersenyum
" Apakah ada keluhan?" tanya dokter itu sambil membalas senyuman Karen.
" Tidak ada dok hanya perutku terasa perih." ucap Karen
" Itu wajar karena luka tusukan di perut yang lumayan dalam untunglah tidak mengenai rahim nyonya." ucap dokter itu
" Saya akan cek dulu ya nyonya." pinta dokter itu.
" Baik dokter silahkan." ucap Karen
David membaringkan Karen ke ranjang dengan perlahan. Dokter itupun mulai memeriksa Karen dengan di bantu perawat. Setelah 5 menit periksa dokter itu menatap wajah Karen.
" Semuanya baik kemungkinan besok baru bisa pulang." ucap dokter
" Baik dokter, terima kasih." jawab Karen
" Sama - sama nyonya. Apa ada yang lainnya?" tanya dokter itu.
" Tidak ada dokter." jawab Karen
__ADS_1
" Baiklah kalau begitu kami permisi dulu." ucap dokter itu
" Baik dokter sekali lagi terima kasih." jawab Karen
Dokter dan perawat itupun pergi meninggalkan mereka berdua.
" Sayang kenapa sich kamu senyum terus ke arah dokter itu? tampan juga aku." ucap David dengan nada cemburu.
" Kalau kita berbicara dengan seseorang masa cemberut kan jelek honey. Tanpa honey katakan aku juga tahu kalau honey adalah suamiku yang paling tampan." ucap Karen sambil menatap wajah tampan suaminya.
" Kamu tambah pintar menggombal ya." ucap David sambil mencubit hidung mancung istrinya.
" Aku serius honey tidak menggombal kalau honey itu sangat tampan." ucap Karen
David hanya tersenyum mendengar ucapan istrinya.
xxxxx
Hallo, mampir ke karyaku yang lain ya :
Gadis Culun dan Ceo Lumpuh.
Cinta Satu malam Bersama Mafia
Cinta Satu Malam Bersama Mafia Sension 2
Cinta Pertama Psychopath
Cinta Pertama Mafia.
Perjalanan Cinta Sang Psychopath
Perjalanan Cinta 3 Pria Psychopath
Dan
Mohon dukungan dan Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉
Komentar 😍
Like 😍
vote 😍
tip 😍
Agar Author tetap semangat dalam menulis novel ini. Terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.
Salam Author
__ADS_1
Yayuk Triatmaja
xxxxxx