Perjalanan Cinta 3 Pria Psycophat

Perjalanan Cinta 3 Pria Psycophat
Pernikahan 2


__ADS_3

" Sama - sama tuan, sudah kewajiban ku mengurus semua keperluan tuan." jawab asistennya.


" Aku akan memberikan bonus 3 kali gaji jika acara pernikahan ku berjalan dengan lancar." ucap bosnya.


" Terima kasih banyak tuan, saya janji akan mengerjakan semuanya dengan baik." ucap asistennya.


" Baiklah, saya ingin ke kamar Clarissa." ucap bosnya.


" Baik tuan." Jawab asisten nya.


Bosnya pun berdiri begitu pula dengan asisten nya. Mereka berdua keluar dari ruang kerjanya dan berjalan ke arah yang berbeda.


ceklek


Bosnya membuka pintu dan melihat Clarissa tidak ada di ranjang. Bosnya perlahan menutup pintunya kemudian berjalan ke arah balkon dan melihat dokter Clarissa sedang duduk menatap pemandangan.


grep


" Sedang memikirkan apa?" tanya bosnya.


" Tidak hanya saja aku tidak menyangka dari bos dan sekretaris besok berubah statusnya jadi suami istri." ucap dokter Clarissa sambil membalikkan badannya dan menatap wajah tampan calon suaminya.


" Apakah kamu menyesal menikah denganku karena aku pria impoten? kalau kamu ragu aku akan hubungi asisten ku untuk membatalkan pernikahan kita. " ucap bosnya dengan nada sendu.


" Tidak aku tidak menyesal honey, boleh aku bertanya sesuatu?" tanya dokter Clarissa


" Boleh, apa itu?" tanya bosnya


" Tapi janji jangan marah ya?" ucap dokter Clarissa sambil jari telunjuk dan jari tengah kanannya di angkat membentuk angka 2 sehingga terlihat menggemaskan.


" Pffftttt... hahahaha kamu sangat menggemaskan... iya aku janji tidak akan marah, katakanlah." ucap bosnya.


" Hmmm... bisa ceritakan kenapa honey bisa impoten?" tanya dokter Clarissa penasaran


Bosnya menghembuskan nafasnya dengan kasar sambil memejamkan matanya membuat dokter Clarissa memegang ke dua tangan bosnya.


" Kalau berat untuk diceritakan tidak usah diceritakan." ucap dokter Clarissa sambil tersenyum.


" Baiklah, aku akan menceritakan yang sebenarnya, dulu aku tidak impoten tapi ketika ada acara pernikahan temanku aku meminum yang diberikan oleh temanku itu katanya untuk merayakan pernikahannya dan tanpa curiga aku meminumnya. Hingga besok paginya aku terbangun adik kecilku terasa sakit sekali kemudian aku pergi ke dokter untuk memeriksa. Setelah di periksa kata dokter ada suatu zat yang berbahaya yang aku minum dan mengakibatkan aku menjadi impoten." ucap bosnya.


" Ketika aku bercerita tentang keadaan ku yang menyedihkan dengan kekasihku malah aku dihina habis - habissan dan bukan itu saja dia menceritakan ke teman - temanku juga teman-teman nya kalau aku pria impoten." sambung bosnya dan tanpa sadar air matanya keluar.


Dokter Clarissa ikut menangis dan menghapus air mata bosnya dengan ke dua tangannya kemudian memeluknya.


" Mereka tidak mempunyai perasaan bagaimana kalau itu terjadi dengan mereka. Honey doakan saja agar mereka sadar dan jangan membalas kejahatan dengan kejahatan. Aku akan belajar untuk mencintai honey karena jujur kita baru kenal." ucap dokter Clarisa


" Terima kasih sayang kamu mau menikah dan belajar mencintaiku dengan pria impoten seperti ku." ucap bosnya sambil membalas pelukan dokter Clarissa.


" Sama - sama honey." jawab dokter Clarissa


( " Nasibmu sama sepertiku honey, sama - sama di hina oleh orang yang dicintai. Aku janji akan belajar mencintaimu dan melupakan Ronald yang telah membuatku terluka dan sakit hati dengan sikap Ronald waktu itu yang merendahkan ku memudahkan aku untuk melupakan Ronald untuk selamanya dan memulai hidup baru dengan suamiku yang besok aku nikahi. Aku juga janji padamu honey, aku seorang dokter aku akan bertanya sama temanku yang berada di sini agar honey tidak di hina lagi karena honey tidak impoten lagi." ucap dokter Clarissa dalam hati ).

__ADS_1


" Bolehkah aku menciummu?" tanya bosnya sambil mendorong perlahan tubuh dokter Clarissa.


" Boleh honey." Jawab dokter Clarissa sambil tersenyum.


Bosnya pun mendekati wajahnya ke wajah dokter Clarissa hingga menyisakan 5 cm.


cup


Ciuman singkat berubah menjadi panas hingga tanpa sadar mereka sudah berada di ranjang namun tiba - tiba bosnya menghentikan kegiatannya.


" Kenapa berhenti?" tanya dokter Clarissa


" Adik kecilku tidak bereaksi." keluh bosnya sambil menarik tubuhnya yang berada di atas tubuh dokter Clarissa dan duduk dengan bersandar di kepala ranjang dengan wajah yang sendu


" Tidak apa - apa honey." jawab dokter Clarissa sambil bangun dari ranjangnya dan bersandar di dada bidang calon suaminya sambil memeluk dari arah samping.


" Terima kasih sayang, kamu sangat baik padaku." ucap bosnya sambil membalas pelukan calon istrinya.


" Sama - sama honey, honey juga sangat baik padaku dan juga anak yang ku kandung." ucap dokter Clarissa.


krucuk krucuk krucuk


Perut bosnya berbunyi tanda cacing di dalam tubuhnya sedang berdemo membuat dokter Clarissa tersenyum.


" Mau aku masakin sesuatu honey?" tanya dokter Clarissa.


" Boleh, apa saja aku suka." ucap bosnya


" Iya apa saja suka tapi kok perasaanku tidak enak ya?" tanya bosnya


" Hehehehe.. tahu saja." ucap dokter Clarissa sambil tertawa


" Aku masak dulu ya." sambung dokter Clarissa sambil melepas pelukannya dan bangun dari ranjangnya.


Bosnya menahan tangan dokter Clarissa membuat dokter Clarissa membalikkan badannya.


" Apa yang tadi kamu pikirkan?" tanya bosnya


" Yang mana?" tanya dokter Clarissa balik bertanya


" Tentang makanan yang aku suka semua."ucap bosnya.


" Oh itu... honey bilang apa saja sukakan? kalau aku kasih rumput bagaimana?" goda dokter Clarissa sambil melepaskan tangan bosnya dan berlari


" Clarissaaaaaaaaaa... kamu ya? memangnya aku sapi.." ucap bosnya sambil berdiri mengejar dokter Clarissa.


" Hahahaha.. katanya suka apa saja." ucap dokter Clarissa sambil memutari ranjang yang berada di tengah-tengah.


" Tapi bukan rumput juga kali." ucap bosnya sambil berlari mengejar dokter Clarissa.


" Hahhh...hahhh.. sudah honey aku cape." ucap dokter Clarissa sambil duduk karena perutnya tiba - tiba kram.

__ADS_1


" Hap .. dapat.." ucap bosnya sambil memeluk dokter Clarissa.


" Honey perutku kram."ucap dokter Clarissa sambil membelai perut nya.


" Aduh sayang kamu lupa ya? kamu kan hamil seharusnya hamil itu tidak boleh berlarian." ucap bosnya sambil membelai perut dokter Clarissa.


" Maaf honey, aku benar - benar lupa." ucap dokter Clarissa.


" Sudah tidak apa-apa yang penting jangan diulangi lagi. Bagaimana perutnya masih kram?" tanya bosnya


" Sudah mendingan honey." ucap dokter Clarissa.


xxxxx


Hallo, mampir ke karyaku yang lain ya :



Gadis Culun dan Ceo Lumpuh.


Cinta Satu malam Bersama Mafia


Cinta Satu Malam Bersama Mafia Sension 2


Cinta Pertama Psychopath


Cinta Pertama Mafia.


Perjalanan Cinta Sang Psychopath


Perjalanan Cinta 3 Pria Psychopath



Dan


Mohon dukungan dan Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉


Komentar 😍


Like 😍


vote 😍


tip 😍


Agar Author tetap semangat dalam menulis novel ini. Terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.


Salam Author


Yayuk Triatmaja

__ADS_1


xxxxxx


__ADS_2