
Kini Karen sudah duduk di kursi dengan ke dua tangan dan kakinya di ikat di sebuah gudang milik David sedangkan Karen masih setia memejamkan matanya akibat efek obat bius yang diberikan oleh pelayan yang dicampur dengan makanan dan minuman yang di minum oleh Karen. Dua orang bodyguard berjaga di sisi kanan dan kiri David.
Ceklek
Seorang wanita masuk ke dalam bersama para bodyguard dan beberapa pelayan milik David sedangkan para pelayan dan para bodyguard yang setia sudah pingsan akibat diberi obat tidur termasuk kepala pelayan dan mereka semua sudah diikat dan dijadikan satu di kamar khusus tamu.
" Kenapa wanita ini belum juga bangun?" tanya wanita yang memakai pakaian pelayan.
" Sebentar lagi wanita ini akan bangun." ucap salah satu bodyguard tersebut.
" Terlalu lama, siram saja dengan air dingin." perintah nya dengan nada dingin tanpa punya rasa empati sedikitpun.
" Baik nona." jawab salah satu bodyguard tersebut.
Bodyguard tersebut mengambil ember yang berisi air dingin dan di siram ke tubuh Karen.
byur
Karen yang sedang tertidur memaksa matanya untuk di buka, matanya langsung membulat sempurna karena dirinya berada di gudang dan ketika tubuhnya digerakkan tidak bisa ternyata dirinya di ikat.
" Sampai matipun kamu tidak bisa melepaskan ikatannya." ucap wanita yang berpakaian seorang pelayan.
" Imel?" tanya Karen dengan nada terkejut
" Iya aku Imel, aku menyamar menjadi seorang pelayan. Apakah nona terkejut kenapa saya melakukan ini?" tanya pelayan yang bernama Imel
" Kenapa kamu melakukan ini padaku? apa salahku?" tanya Karen
" Kamu tidak salah nona tapi suamimu yang salah. Kakakku di siksa dan di bunuh secara kejam karena itulah aku ingin membalaskan dendamku dengan cara nona menjadi sanderaku." ucap Imel.
ceklek
Seorang pria paruh baya masuk ke dalam dan melihat istri tuan David yang sudah terikat dengan perut yang sudah membuncit.
" Imel, hubungi tuan David dengan video call agar datang ke sini." perintah pria paruh baya tersebut.
" Baik tuan." Jawab Imel sambil menunduk hormat sambil menghubungi tuan David.
" Tuan siapa?" tanya Karen
" Kamu tidak kenal aku tapi aku kenal dengan suamimu. Suamimu telah menyiksa putri kesayanganku hingga mati karena itulah aku menawanmu sebagai umpan agar suamimu tidak berani melawanku.
" Aku mohon jangan siksa suamiku." mohon Karen
__ADS_1
plak
Pria itupun menampar Karen hingga sudut mulut Karen mengeluarkan darah segar kemudian mencengkram kuat leher Karen tanpa punya rasa empati sedikitpun.
" Kamu tahu putri kesayanganku juga memohon ampun agar tidak di siksa dan di bunuh tapi apa suamimu dengan keji menyiksa dan membunuh putriku." ucap pria itu sambil melepaskan tangannya yang tadi mencengkram leher Karen karena wajah Karen sudah memerah.
" uhuk uhuk uhuk." Karen terbatuk - batuk dan dengan cepat mengambil udara sebanyak-banyaknya.
" Sudah tersambung Imel?" tanya pria paruh baya
" Sudah tuan." jawab Imel
" Bagus, berikan padaku." ucap pria paruh baya tersebut.
Imel memberikan ponselnya dan diberikan ke pria paruh baya tersebut.
" Hallo tuan David." panggil pria paruh baya tersebut sambil menatap tuan David dengan penuh dendam.
" Tuan Ferguson, kenapa ponsel pelayanku ada di tuan Ferguson?" tanya David dengan wajah terkejut
" Dia sebenarnya adalah pelayanku dan beberapa pelayan dan juga beberapa bodyguard mu adalah sebenarnya orang - orangku untuk mematai dirimu. Kamu lihat wanita ini." ucap tuan Ferguson sambil memperlihatkan Karen yang sedang terikat.
" Honey, aku mohon jangan ke sini!!" teriak Karen sambil menggelengkan kepalanya dan menundukkan wajahnya agar tidak melihat bekas tamparan dan luka di sudut bibirnya.
" Breng**k lepaskan istriku, istriku tidak bersalah!!!" bentak David
" Kamu pulanglah ke mansion dan ingat kematian putri kesayanganku Stefanie harus di bayar dengan nyawamu kalau tidak istrimu sebagai penggantinya." ucap Ferguson sambil menatap tajam ke arah David yang penuh dendam.
" Honey, aku mohon jangan datang, biarkan aku yang mati yang penting honey hidup." mohon Karen dengan air matanya keluar sambil menggelengkan kepalanya.
Pria itupun menarik rambut Karen dengan kencang.
" Akhhh... sakit.." teriak Karen
" Breng**k lepaskan istriku, aku akan datang." ucap David
tut tut tut tut tut tut
Pria itupun melepaskan tangannya yang tadi menarik rambut Karen bersamaan dengan memutuskan sambungan komunikasi nya secara sepihak.
" Kamu lihat, suamimu akan datang ke sini dan sebentar lagi suamimu akan mati di tanganku tapi sebelumnya aku akan menyiksanya terlebih dahulu." ucap pria tersebut.
Karen hanya terdiam karena perut Karen kram membuat Karen membelai perutnya agar tidak kram lagi.
__ADS_1
( " Tuhan aku sangat mencintai suamiku, suamiku sangat baik padaku dan juga sudah memaafkan keluarga ku. Lindungi dan jagalah suamiku Tuhan, sungguh aku tidak sanggup kehilangan suamiku." ucap Karen dalam hati mendoakan suaminya yang sangat di cintainya ).
xxxxxxx
Di negara yang berbeda tepatnya di negara S
" Tuan, kenapa wajah bayi itu mirip dengan wajah tuan masih bayi? tanya asistennya
" Aku juga tidak tahu kenapa sangat mirip denganku. Kita ke ruangan bayi sekarang." ucap bosnya.
Merekapun pergi ke ruangan khusus bayi, setelah sampai di ruangan khusus bayi ke dua pria tampan tersebut masuk ke dalam ruangan bayi dan melihat kembali bayi laki-laki tersebut.
Seorang perawat mengambil bayi tampan tersebut dan diberikan ke pria tersebut.
" Tuan, selamat ya bayinya sangat mirip dengan tuan kata orang tua saya dulu kalau bayinya mirip suaminya berarti istrinya cinta banget sama suaminya." ucap perawat itu.
" Pria itupun tersenyum sambil menerima bayi mungil itu dan digendongnya.
" Tuan, bayi ini benar - benar sangat mirip dengan tuan, orang akan mengira bayi ini adalah anak tuan. Wajahnya, hidungnya, matanya dan kulit putihnya sangat mirip sekali." ucap asistennya.
" Iya benar." ucap bosnya sambil tersenyum dan sambil membelai pipi bayi mungil tersebut. Bayi itupun perlahan membuka matanya dan menggenggam tangan pria itu sambil tersenyum.
" Aduh senyumnya." ucap asisten tersebut.
" Benar, senyumnya membuatku bahagia." ucap pria tersebut
" Siapa namanya tuan?" tanya asistennya
" Cavin Bautista Aliando." ucap pria tersebut
" Nama anaknya pakai marga tuan?" tanya asisten dengan nada terkejut.
" Ya benar karena dia sudah kuanggap anakku sendiri." ucap Gavin sambil tersenyum.
" Nama tuan Gavin Bautista Aliando dan nama anak tuan Cavin Bautista Aliando hanya beda huruf G dan C." ucap asisten tersebut.
" Ya betul Raynald dan nama belakang Clarissa akan aku rubah menjadi Clarissa Bautista Aliando." ucap Gavin
" Semoga tuan bahagia selalu." ucap Raynald asistennya.
" Terima kasih Raynald, sekarang kita ke tempat istriku." ucap Gavin.
Mereka berdua berjalan keluar ruangan menuju ke tempat di mana dokter Clarisa masih di ruang UGD.
__ADS_1