Perjalanan Cinta 3 Pria Psycophat

Perjalanan Cinta 3 Pria Psycophat
Karen


__ADS_3

Setelah para anak buah suaminya masuk ke dalam ruang perawatan suaminya, Karen duduk di ruang tunggu perawatan. Karen sangat lelah dan ingin sekali istirahat di mansion tapi hati kecilnya tidak tega meninggalkan suaminya.


Karen berusaha menahan rasa kantuk dengan berjalan menuju ke arah kantin untuk membeli susu coklat hangat. Setelah membelinya Karen berjalan kembali ke ruang tunggu perawatan. Karen melihat para anak buah suaminya sedang menatap dirinya.


" Bagaimana keadaan suamiku?" tanya Karen


" Baik nona, nona di tunggu oleh tuan." ucap salah satu anak buahnya dengan ramah.


" Baik. Terima kasih." ucap Karen sambil tersenyum


" Oh iya, saya membeli kopi buat kalian, silahkan di minum." ucap Karen sambil memberikan bungkusan gelas yang berisi kopi panas.


" Maaf jadi ngerepotin nona." ucap mereka serempak dan menerima pemberian dari Karen.


" Ah tidak, hanya kopi dan cemilan." ucap Karen sambil tersenyum.


Karen berjalan memasuki ruang perawatan dan melihat suaminya menatap dengan tajam.


" Habis dari mana kamu? apa jangan - jangan kamu cari mangsa baru?" tanya David sinis


" Mangsa baru maksudnya?" tanya Karen tak mengerti


" Mencari pria lain di saat suaminya sakit." ucap David dingin


Karen diam hanya berjalan mendekati suaminya kemudian wajahnya didekatkan ke wajah suaminya membuat ke dua jantung mereka berdetak kencang sehingga David memalingkan wajahnya.


Karen menaruh susu coklat hangatnya di meja dekat sofa kemudian mendekati suaminya yang sedang berbaring di ranjang.


" Tatap mataku? apakah aku tipe wanita seperti itu?" tanya Karen sambil ke dua tangannya memegang ke dua pipi David.


David menatap wajah cantik istrinya kemudian pandangan makanya beralih ke bawah bibir istrinya ingin sekali merasakan bibir istrinya tapi lagi - lagi perasaan benci dan dendam merasuki hatinya.


David langsung menepis tangan Karen kemudian memalingkan wajahnya.


" Jangan pernah menyentuhku kalau tidak mau menerima hukuman." ucap David


David sebenarnya sangat senang tapi David berjuang agar tidak jatuh cinta dengan istrinya.


" Maaf tuan, ada apa tuan memanggilku?" tanya Karen berusaha mengalihkan pembicaraan.


" Aku mau makan tapi tanganku lagi sakit, suapi aku." pinta David


" Baiklah." jawab Karen sambil duduk di kursi di samping suaminya.


Karen mengambil mangkok yang berisi bubur dan menyuapi sesendok ke mulut David. Baru saja bubur itu masuk ke mulutnya langsung dimuntahkan ke wajah Karen. Karen hanya memejamkan mata sambil mengambil makanan yang menempel di wajahnya.


" Bubur apa ini tidak enak, masakin aku bubur." perintah David

__ADS_1


" Baik tuan." jawab Karen


Karen berdiri dan berjalan ke arah kamar mandi baru beberapa langkah David memanggilnya kembali.


" Mau kemana?" tanya David


" Mau cuci muka dulu setelah itu aku akan masakin bubur nya." ucap Karen dengan nada lembut sambil tersenyum.


" Cepatlah." ucap David singkat


" Baik." jawab Karen singkat


Karen masuk ke kamar mandi untuk membersihkan wajah dan pakaiannya. Setelah bersih Karen berjalan keluar ruang perawatan suaminya menuju ke kantin untuk meminjam dapur.


Setengah jam kemudian buburnya sudah matang, Karen sudah sangat lelah dan tubuhnya sudah mulai lemas tapi Karen berusaha memaksakan dirinya untuk mengikuti perintah suaminya.


Singkat cerita Karen duduk di samping suaminya dan mulai meniup bubur itu setelah tidak begitu panas, Karen mengarahkan sendok nya ke mulut David tapi tangan David menahan sendok nya agar tidak masuk ke mulutnya.


" Cobain dulu siapa tahu ada racunnya." ucap David


Karen tanpa komentar mengikuti keinginan suaminya sendok nya dimasukkan ke mulutnya dan memakannya.


" Maaf tuan aku akan ambil sendok lagi karena sendok ini bekasku." ucap Karen


" Tidak perlu, aku sangat lapar." tolak David


" Baik tuan." jawab Karen


" Ada lagi yang lainnya?" tanya Karen dengan nada lembut


" Buatkan aku bubur lagi." perintah David


" Baik tuan." jawab Karen sambil tersenyum tanpa protes walau tubuhnya sangat lelah dan kepalanya sudah mulai pusing.


Karen berdiri dan membalikkan badannya untuk membuatkan bubur kembali.


bruk


Karen memijat kepalanya yang pusing dan baru beberapa langkah Karen ambruk dan tidak sadarkan diri.


" Karen!!!" teriak David panik


hening


hening


David langsung bangun dan menarik selang infusnya kemudian menggendong Karen ala bridal style kemudian Karen direbahkan secara perlahan di brangkar miliknya.

__ADS_1


David menekan tombol yang berada di atas kepalanya yang menempel di dinding. David menekan berulang - ulang setelah agak lama dokter dan perawat membuka pintu ruang perawatan.


" Ada apa tu..." ucapan dokter tersebut terpotong oleh David.


" Istriku pingsan tolong di cek kondisinya." pinta David sambil menunjuk Karen yang sedang pingsan.


" Baik tuan." jawab dokter tersebut.


Dokter itupun mulai memeriksa keadaan Karen setelah beberapa lama dokter itupun sudah selesai melakukan tugasnya.


" Kenapa istriku pingsan dok?" tanya David


" Istri tuan kelelahan dan di tambah melewatkan makan malam karena itulah istri tuan pingsan." ucap dokter itu


" Maaf tuan, istri tuan akan kami infus." ucap dokter itu.


" Silahkan dan satukan di ranjang ku." pinta David


Ranjang yang ditempati David sangat besar bisa memuat 2 atau 3 orang.


" Baik tuan, kami akan siapkan semuanya." jawab dokter itu.


" Maaf tuan silahkan berbaring di samping istri tuan. Saya akan memasang infus milik tuan yang terlepas." pinta perawat


David hanya diam dan langsung berbaring di samping istrinya tapi matanya tidak pernah lepas memandang wajah istrinya yang lelah dan tampak pucat. Dokter dan perawat itu sudah tahu sifat arogant tuan David karena itu mereka langsung pergi meninggalkan mereka berdua.


Tidak berapa lama 1 perawat masuk ke dalam sambil membawa alat suntikan dan infus untuk dipasangkan ke pergelangan tangan Karen. Setelah melakukan tugasnya 1 perawat itu pergi meninggalkan mereka berdua.


" Apa yang terjadi dengan diriku? di satu sisi aku sudah mulai merasa nyaman denganmu, kamu membuat jantungku berdebar jika kita berdekatan tapi di sisi lain aku sangat membencimu karena orang tua mu telah membunuh ke dua orang tua ku." ucap David sambil memandang ke arah Karen.


David berbaring miring sambil memandang wajah cantik istrinya. Tanpa sadar Karen pindah posisi dan memeluk suami nya seperti memeluk bantal guling membuat David terkejut. Kepala Karen yang memakai bantal kini dada David menjadi pengganti bantal kepala Karen.


David hanya diam sambil memejamkan matanya karena dirinya sangat mengantuk dan tidak berapa lama Davidpun tertidur pulas. Pelukan Karen membuat David tidak bermimpi buruk seperti malam - malam sebelum nya.


xxxxx


Di tempat yang berbeda


" Apa daddy meninggal?" tanya seorang gadis


" Iya nona, tuan di siksa dan di bunuh oleh tuan David." ucap seorang pria dari pesawat ponselnya.


" Baik aku akan pulang secepatnya, tunggu aku dulu baru di kubur. " perintah gadis itu


" Baik nona saya tunggu." ucap pria tersebut.


tut tut tut tut

__ADS_1


Gadis itupun mematikan ponselnya secara sepihak.


__ADS_2