Perjalanan Cinta 3 Pria Psycophat

Perjalanan Cinta 3 Pria Psycophat
Sandra dan Federick


__ADS_3

" Sandra." panggil Federick


tok


tok.


tok


" Sandra." panggil ulang Federick


" Maaf tuan sedang mencari dokter Sandra?" tanya seorang tetangga dokter Sandra.


" Iya benar, dokter Sandra apakah ada di rumahnya atau sedang keluar?" tanya Federick


" Dokter Sandra sedang keluar mengobati pasien di desa sebelah karena desa sebelah kekurangan dokter." ucap tetangga sebelahnya.


" Kira - kita lamakah pulangnya?" tanya Federick


" Biasanya jam 9 malam sudah sampai di sini. Maaf apakah tuan suaminya atau saudaranya atau temannya?" tanya tetangga sebelahnya


" Kami pasangan suami istri, aku ingin membuat kejutan dengan datang ke sini tanpa memberitahukan kedatanganku." ucap Federick.


" Kalau begitu tuan masuk ke dalam rumahnya. Apakah tuan ada kuncinya?" tanya tetangga nya.


" Maaf karena tadi terburu - buru datang dan memberikan kejutan aku lupa membawa kunci." jawab Federick sambil tersenyum.


" Kalau begitu sebentar dulu saya ambil kunci rumahnya kebetulan saya pemilik rumah tempat istri tuan menyewa rumahku." ucap tetangga nya sambil tersenyum membalas senyuman Federick.


" Baik saya akan tunggu." ucap Federick dengan ramah


Tetangga itupun pergi meninggalkan Federick sendirian. Federick berdiri di depan pintu sambil mengamati rumah sekitarnya yang sangat sepi dan tenang.


" Huff untung dia percaya kalau kami sepasang suami istri." gumam Federick sambil tersenyum.


Tidak berapa lama tetangga itu datang sambil membawa kunci rumah.


" Maaf tuan ini kunci rumahnya." ucap tetangga tersebut sambil menyerahkan kunci rumah.


" Terima kasih." Jawab Federick sambil menerima kuncinya.


" Sama - sama tuan." jawab tetangga itu kemudian meninggalkan Federick seorang diri.


Federick pun membuka pintu dan masuk ke dalam sambil mengunci pintunya kembali. Federick memasukkan kunci nya ke dalam sakunya kemudian menyalakan lampunya agar ruangannya terang benderang, Federick melihat ada dua kamar dan Federick masuk ke dalam salah satu kamar dokter Sandra sebelumnya mematikan ruang keluarga. Federick menyalakan lampu kamarnya dan berjalan ke arah lemari dan membuka lemarinya.


" Sepertinya ini kamar khusus tamu karena lemarinya kosong." ucap Federick.


Federick melepaskan sepatunya dan juga seluruh pakaiannya hanya meninggalkan boxernya saja. Pakaian dan celananya di simpan di lemari yang kosong itu sedangkan sepatunya di taruh di bawah ranjang setelah selesai Federick mematikan lampu kamar tamu dan berjalan ke arah kamar dokter Sandra. Federick masuk ke kamar dokter Sandra dan menyalakan lampunya dan melihat tempat tidur yang rapih bisa untuk tidur dua orang kemudian melihat isi lemari.


" Benar kataku di sini adalah kamar Sandra karena isi lemarinya pakaian Sandra." ucap Federick.

__ADS_1


Federick masuk ke kamar mandi milik Sandra untuk membersihkan wajahnya agar terasa segar. Selesai mencuci wajahnya Federick keluar dari kamar mandi bertepatan dengan pintu depan ada yang membukanya.


Federick yang mendengar pintu depan ada yang membukanya dengan menggunakan kunci pintu langsung mematikan lampunya kemudian bersembunyi di samping pintu lemari.


Orang itu berjalan ke arah kamar dokter Sandra kemudian masuk ke dalam sambil menyalakan lampu kamar dokter Sandra. Orang itu menaruh tasnya dan membuka seluruh pakaiannya hingga polos tanpa sehelai benangpun kemudian masuk ke dalam kamar mandi tanpa curiga sedikitpun.


Selesai mandi orang itupun memakai handuk yang melilit tubuh polos nya kemudian berjalan ke arah lemari mengambil pakaian santai. Orang itu melepaskan handuknya dan membuatnya polos tanpa sehelai benangpun membuat Federick tidak bisa menahan dirinya.


grep


Federick memeluk orang itu sambil mengecup pucuk kepalanya.


" Sayang aku sangat merindukanmu." ucap Federick sambil tangan kanannya mere**s salah satu gunung kembar milik orang itu.


" Kak Federick." ucap orang itu terkejut sambil menahan desahannya.


" Iya sayang aku Federick, sangat merindukanmu dokter Sandra." ucap Federick sambil membalikkan badan dokter Sandra.


Federick menatap wajah cantiknya yang selama ini selalu dirindukan.


" Dari mana tahu aku ada di sini? dan kenapa bisa masuk ke kamar ku?" tanya dokter Sandra.


Nanti aku ceritakan, saat ini aku ingin.." ucap Federick menggantungkan kalimatnya.


Federick mengecup bibir dokter Sandra kemudian mendorong tubuh dokter Sandra ke arah ranjang kemudian menin***nya.


" Ku mohon jangan lakukan ini." pinta dokter Sandra yang berusaha menolaknya tapi sebenarnya tubuhnya menginginkannya.


" Tapi bukan ini ahhh.." ucap dokter Sandra mendesah ketika Federick mengul*m salah satu pucuk gunung kembarnya.


" Aku tidak perduli yang penting kamu harus menempati janjimu akan memenuhi keinginanku." bisik Federick sambil melepaskan celana boxernya.


" Baiklah tapi jangan dimasukkan." pinta dokter Sandra.


" Baiklah." jawab Federick sambil senyum menyeringai tanpa diketahui oleh dokter Sandra karena tubuhnya sangat menginginkan nya.


Federick tahu titik sensitif wanita membuat dokter Sandra mendesah dan beberapa kali orga**e. Dokter Sandra tanpa sadar meminta Federick untuk menyatukan tubuhnya dan akhirnya apa yang diinginkan Federick terjadi.


Dokter Sandra akhirnya memberikan mahkota berharga yang selama ini dijaganya ke pria yang sangat dicintainya yaitu Federick.


Setelah Federick mengeluarkan laharnya ke privasi dokter Sandra barulah Federick menggulingkan badannya dan dokter Sandra langsung tidur membelakangi Federick sambil menangis membuat Federick memeluk dari arah belakang.


" Kenapa sayang?" tanya Federick bingung


" Kalau aku hamil bagaimana?" tanya dokter Sandra.


Federick membalikkan badan dokter Sandra agar menghadap dirinya.


" Besok kita menikah." ucap Federick sambil menatap mata dokter Sandra.

__ADS_1


" Secepat itukah?" tanya dokter Sandra dengan nada terkejut.


" Lebih cepat lebih baik karena aku tidak ingin ketika kamu hamil kamu di hina orang begitu pula dengan anak kita. Aku tidak akan pernah rela jika mereka menghina kalian berdua karena aku sangat mencintaimu." ucap Federick sambil memeluk dokter Sandra.


" Katamu waktu itu.." ucap dokter Sandra menggantungkan kalimatnya.


" Maafkan aku dan lupakan yang waktu itu aku katakan, jujur ketika kamu hilang tanpa kabar sebagian dariku juga ikut hilang." ucap Federick sambil menatap mata dokter Sandra.


Dokter Sandra menatap mata Federick untuk mencari adakah kebohongan tapi ternyata tidak ada kebohongan dimatanya. Dokter Sandra hanya tersenyum dan membalas pelukan Federick. Karena mereka sangat lelah merekapun tidur saling berpelukan.


xxxxx


Hallo, mampir ke karyaku yang lain ya :



Gadis Culun dan Ceo Lumpuh.


Cinta Satu malam Bersama Mafia


Cinta Satu Malam Bersama Mafia Sension 2


Cinta Pertama Psychopath


Cinta Pertama Mafia.


Perjalanan Cinta Sang Psychopath


Perjalanan Cinta 3 Pria Psychopath



Dan


Mohon dukungan dan Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉


Komentar 😍


Like 😍


vote 😍


tip 😍


Agar Author tetap semangat dalam menulis novel ini. Terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.


Salam Author


Yayuk Triatmaja

__ADS_1


xxxxxx


__ADS_2