
Selesai makan dokter Clarissa memberikan gelas yang berisi air mineral kemudian Ronald meminumnya hingga menyisakan setengah gelas dan dengan gelas yang sama dokter Clarissa juga meminumnya membuat Ronald tersenyum entah kenapa hatinya sangat senang. Dokter Clarissa membawa kotak makanan dan gelas untuk di cuci.
" Mau kemana?" tanya Ronald
" Mau nyuci kotak makanan kalau tidak di cuci takutnya besok bau." ucap dokter Clarissa.
" Ok." Jawab Ronald.
Dokter Clarissa keluar dari kamar meninggalkan Ronald sendirian di kamarnya.
" Si*l dari tadi adik kecilku tegang terus, gara - gara kemarin di ajak nonton film blue sama temanku jadi ingin merasakan punya Sandra. Oh iya dia bilang apapun yang ku pinta dia akan mengabulkannya. Aku akan pinta itu biar aku tahu bagaimana rasanya." ucap Ronald sambil tersenyum menyeringai.
Ronald terbangun dan membuka celana panjangnya dan juga boxernya membuat tubuhnya polos tanpa sehelai benangpun kemudian Ronald merebahkan dirinya di ranjang dan menutupi tubuh polosnya dengan menggunakan selimut hingga sampai ke dada Ronald.
ceklek
Pintu kamar dokter Clarissa terbuka tampak dokter Clarissa masuk ke dalam sambil tersenyum menatap Ronald.
" Aku mau mandi dulu badanku sangat gerah." ucap dokter Clarissa.
" Ok." Aku juga mau tidur." ucap Ronald sambil memejamkan matanya.
" Ok." Jawab dokter Clarissa singkat sambil berjalan ke lemari mengambil pakaian tidur kemudian berjalan ke arah kamar mandi.
ceklek
Setengah jam lamanya dokter Clarissa selesai mandi dan memakai dress dan melihat Ronald sudah memejamkan matanya. Dokter Clarissa mendekati Ronald yang sudah memejamkan matanya.
" Sudah tidur, lebih baik aku tidur di ruang tamu saja kalau tidur di sini yang ada aku tidak bisa tidur karena aku tidak pernah tidur sama cowo." gumam dokter Clarissa yang masih terdengar oleh telinga tajam Ronald yang pura - pura tertidur.
Dokter Clarissa membalikkan badannya tapi tangannya di tarik oleh tangan kiri Ronald sedangkan tangan kanannya membuang selimutnya secara asal hingga dirinya kehilangan keseimbangan dan jatuh di atas tubuh Ronald.
" Kak Ronald apa yang kak Ronald lakukan?" tanya dokter Clarissa dengan nada terkejut sambil ke dua tangannya menahan agar tidak menyentuh tubuh Ronald. Dokter Clarissa menarik tubuhnya agar berdiri tapi ke dua tangan kekar Ronald menahan tubuh dokter Clarissa.
" Kamu bilang padaku apapun yang aku minta kamu akan mengabulkannya?" tanya Ronald
" I... iya." Jawab dokter Clarissa dengan nada gugup. Mata dokter Clarissa membulat sempurna melihat tubuh polos Ronald.
" Ini yang aku inginkan." ucap Ronald sambil tersenyum menyeringai sambil membalikkan tubuhnya dan kini Ronald yang berada di atas tubuh dokter Clarissa.
Dokter Clarissa yang melihat senyuman Ronald membuatnya merinding dan takut.
" Bukannya punggung kak Ronald sedang terluka?" ucap Dokter Clarisa mencari alasan.
" Bagiku luka ini sudah biasa aku dapatkan." bisik Ronald dengan nada santai.
Ronald mengecup bibir dokter Clarissa yang terasa manis membuat Ronald menjadi ketagihan untuk menyium bibir dokter Clarissa. Dokter Clarissa memalingkan wajahnya.
" Tapi bukan seperti ini, pinta yang lain." ucap dokter Clarissa
__ADS_1
" Tidak aku inginnya seperti ini." tolak Ronald
sretttt
sretttt
Ronald merobek dress milik dokter Clarissa hingga tubuhnya polos tanpa sehelai benangpun.
" Hiks... hiks... apa salahku kak?" tanya dokter Clarissa sambil menangis berusaha ke dua tangannya menutupi privasinya tapi ke dua tangannya di tahan oleh Ronald.
" Maaf, dari tadi di mobil kamu memainkan adik kecilku membuatku ingin melakukan ini." Bisik Ronald
" Maafkan aku, aku... aku benar-benar tidak sengaja melakukannya." pinta dokter Clarissa dengan nada terbata - bata.
" Aku tidak perduli." ucap Ronald sambil menciumi leher dokter Clarissa.
" Tapi aku mohon ahhhh... jangan dimasukkan." pinta dokter Clarissa sambil mendesah.
Ronald hanya tersenyum menyeringai, Ronald melanjutkan kegiatannya berdasar film yang ditontonnya hingga membuat dokter Clarissa mengalami orgas*e.
" Ahhh.. terus honey..." desah dokter Clarissa
Ronald tersenyum mendengar dokter Clarissa memanggil dirinya dengan sebutan honey. Ronald yang ingin merasakan seperti apa rasanya goa gelap milik dokter Clarissa membuat Ronald mencoba memasukkan secara perlahan. Baru saja topi bajanya masuk ke goa gelap milik dokter Clarissa, dokter Clarissa menjerit kesakitan.
" Hiks.. hiks... sakit... ku mohon jangan dimasukkan." ucap dokter Clarissa sambil menangis.
" Nanti lama - lama enak sayang." bisik Ronald.
" Akhhhhh... sakit..." teriak dokter Clarissa
Ronald hanya mendiamkan kerisnya di dalam goa dokter Clarissa sambil menciumnya setelah agak lama Ronald mulai menggoyangkan pinggulnya secara perlahan dan Ronald melihat darah perawan milik dokter Clarissa menempel di kerisnya. Awalnya dokter Clarissa merintih kesakitan lama - lama merasakan nikmat.
" Terus... akh..." ucap dokter Clarissa
Ronald tersenyum senang melihat dokter Clarissa juga ikut menikmati hingga tidak berapa lama lahar milik Ronald keluar dan dimasukkan ke dalam rahim dokter Clarissa.
Ronald langsung melepaskan adik kecilnya sambil menarik tubuhnya ke arah samping dan memeluk dokter Clarissa.
" Ternyata enak banget, baru kali ini aku merasakannya." ucap Ronald.
" Apakah setelah ini kita akan menikah?" tanya dokter Clarissa dengan nada sendu.
" Tidak?" ucap Ronald dengan nada tegas.
" Kenapa?" tanya dokter Clarissa sambil melepaskan pelukan Ronald sambil menatap Ronald dengan sendu.
" Bukankah tadi kamu mengatakan apapun yang aku pinta maka kamu akan memberikannya? Aku meminta ini dan kamu sudah memberikannya. Jadi buat apa kita menikah." ucap Ronald tanpa berpikir kalau itu membuat dokter Clarissa terluka.
" Iya kamu benar, aku mau tidur badanku sangat lelah." ucap dokter Clarissa sambil membelakangi Ronald dan menahan agar air matanya tidak keluar.
__ADS_1
" Tidak, aku ingin lagi. Tenang saja setelah ini aku akan membayarmu dengan mahal." ucap Ronald tanpa dosa
Dokter Clarissa hanya diam sambil menahan air matanya agar tidak keluar dan membiarkan Ronald memainkan tubuhnya sesuka hatinya karena setelah ini dirinya akan pergi menjauh dari kehidupan Ronald.
Setelah 3 ronde dokter Clarissa tumbang karena kelelahan. Ronald duduk sambil mengambil dompet dan memberikan uang 200 lembar uang berwarna merah dan kartu kredit tanpa batas.
" Ini uang Rp. 20,000,000 dan kartu kredit tanpa batas, jika aku ingin lagi kamu harus siap melayaniku." ucap Ronald sambil menaruhnya di atas meja milik dokter Clarissa tanpa tahu kalau dirinya lagi - lagi membuat hati dokter Clarissa terluka.
Clarissa hanya diam dan tidur membelakangi Ronald sedangkan Ronald yang lelah langsung memejamkan matanya dan tidak berapa lama Ronald pun sudah tertidur pulas.
xxxxx
Hallo, mampir ke karyaku yang lain ya :
Gadis Culun dan Ceo Lumpuh.
Cinta Satu malam Bersama Mafia
Cinta Satu Malam Bersama Mafia Sension 2
Cinta Pertama Psychopath
Cinta Pertama Mafia.
Perjalanan Cinta Sang Psychopath
Perjalanan Cinta 3 Pria Psychopath
Dan
Mohon dukungan dan Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉
Komentar 😍
Like 😍
vote 😍
tip 😍
Agar Author tetap semangat dalam menulis novel ini. Terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.
Salam Author
Yayuk Triatmaja
__ADS_1
xxxxxx