
" Si*l." umpat David.
David terbangun dengan tubuh polosnya dan mengambil celana boxernya untuk dipakainya. Karen hanya menutupi tubuh polosnya dengan menggunakan selimut milik David. Selesai menelephone David kembali ke kamarnya.
" Aku akan pergi ke luar kota sore ini karena ada masalah besar di perusahaan. Kamu mau ikut?" tanya David
" Boleh." jawab Karen
" Mandilah nanti Ronald akan membawa beberapa dres buatmu." ucap David sambil memakai kembali pakaiannya.
Karen langsung ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Selesai mandi Karen keluar dari kamar mandi menggunakan handuk milik David. David menelan salivanya dengan kasar, ingin rasanya menerkam istrinya tapi tidak mungkin karena sebentar lagi Ronald akan datang.
tok
tok
tok
" Tunggu di sini jangan keluar." perintah David
" Ok." jawab Karen singkat.
David pun keluar dan membuka pintu ruangannya dan tampak Ronald menenteng 4 paper bag dan diberikan oleh David dan David pun menerima paper bag tersebut.
David berjalan ke arah ruangan pribadinya sedangkan Ronald keluar menuju ruangannya untuk membawa berkas dokumen untuk di bawa keluar kota.
ceklek
David berjalan ke arah ranjang dan menaruh kamar mandi dan mengetuk pintu kamar mandi.
tok
tok
" Karen." panggil David
ceklek
Karen membuka pintu sambil tersenyum dan masih menggunakan handuk.
" Bukannya tadi sudah keluar kenapa masuk ke kamar mandi lagi?" tanya David bingung
" Tadi ingin buang air kecil makanya masuk ke kamar mandi lagi. Pakaianku mana?" tanya Karen
" Ada di ranjang." ucap David sambil menelan salivanya berulang kali.
Karen berjalan ke arah ranjang dan membuka isi paper bag dan dengan sengaja membuka handuknya di depan David.
" Karen apa yang kamu lakukan?" ucap David sambil memalingkan wajahnya karena berusaha menahan hasratnya.
__ADS_1
" Memakai baju memangnya kenapa?" tanya Karen pura - pura polos
" Kenapa tidak menggantinya di kamar mandi?" protes David
" Memang kenapa? honey kan suamiku jadi tidak apa - apakan kalau aku memakai baju di depan suamiku sendiri." goda Karen
Karen menahan tawa melihat David memalingkan wajahnya tapi matanya melirik ke arahnya. Karen memakai pakaiannya kemudian mengambil bedak dan lipstik yang selalu di bawanya.
" Sudah selesai honey." ucap Karen.
David hanya menatap Karen dengan kesal.
" Kenapa honey? bukan salahku lho kalau malam pertama kita sudah 3 kali gagal. Salah siapa ponsel honey aktif coba kalau dimatikan honey bisa merasakan apa itu malam pertama." goda Karen sambil tersenyum.
" Karen!!" bentak David kesal.
Karen pun berlari karena melihat David ingin menghukum nya.
" Marah nih Yee.." ledek Karen sambil berlari-lari agar David tidak menangkapnya.
" Awas ya?"ucap David dengan nada kesal sambil berlari mengejar Karen sambil memutari ranjangnya.
hap
David berhasil menangkap Karen sambil memeluknya dari arah belakang karena Karen yang sudah mulai ngos - ngos-ngosan membuatnya lelah habis berlari-lari. David mencium bau aroma tubuh istrinya yang membuatnya tenang.
David dan Karen langsung terdiam dan menengok ke arah samping. David langsung melepaskan pelukan Karen dan merapikan jasnya kemudian berjalan ke arah Ronald.
" Kenapa tidak mengetuk pintu!" omel David
" Maaf tuan tadi saya juga berulang-ulang mengetuk pintu tapi tuan tidak mendengarnya karena itulah saya berani masuk ke sini." ucap Ronald.
" Ada apa?" tanya David dengan nada dingin.
" Sudah waktunya kita berangkat tuan, oh ya tuan klien kita malam ini akan mengadakan pesta ulang tahun pernikahan di hotel xxxx." ucap Ronald sambil membalikkan badannya untuk keluar dari ruangan David.
" Kamu tahu bukan Ronald kalau aku harus berhenti minum alkohol. Jadi aku tidak mungkin datang ke pesta itu." ucap David sambil berjalan mengikuti Ronald dari belakang begitu pula dengan Karen.
" Saya tahu tuan tapi masalah nya pesta itu para investor akan datang dan ini kesempatan kita untuk melakukan kerjasama dengan mereka." ucap Ronald menjelaskan.
" Hmm.. baiklah." jawab David pasrah.
" Tuan minumlah dikit untuk menghargai mereka." ucap Ronald sambil membuka pintu ruangan David.
David dan Karen berjalan berdampingan melewati Ronald kemudian Ronald menutup pintu. Kini Ronald mengikuti David dan Karen dari arah belakang menuju ke tempat lift.
Ting
Pintu lift terbuka David, Karen dan Ronald keluar dari dalam pintu lift lobby. Banyak pasang mata menatap Karen dengan sangat heran dan iri hati karena bisa berjalan dengan bos yang banyak digilai para karyawannya tapi sangat sulit didekati oleh wanita manapun dan hanya Karen wanita pertama yang bisa berjalan berdampingan dengan bosnya.
__ADS_1
Ronald membuka pintu mobil belakang pengemudi tuan David masuk ke dalam sedangkan Karen membuka pintu depan dan duduk di samping pengemudi mendapatkan tatapan tajam suaminya David. Ronald memutar tubuhnya untuk membuka pintu belakang samping pengemudi hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan kasar.
" Maaf nona silahkan pindah ke belakang." pinta Ronald
" Tidak, nanti dimarahin sama bosmu lagi." tolak Karen secara halus.
" Pindah atau tidak usah ikut." ucap David
" Baiklah." Jawab Karen pasrah.
Karen pun membuka pintu mobil nya dan memutar tubuhnya dan duduk di samping suaminya.
" Sudah puas." ucap Karen sambil menaikan salah satu alisnya.
David hanya menatap Karen dengan tajam dan Karen pun tanpa takut membalas tatapan suaminya.
Ronald menutup pintu secara perlahan dan memutar tubuhnya kembali menuju ke kursi pengemudi. Ronald melakukan mobilnya menuju ke bandara.
Singkat cerita kini mereka sudah berada di luar kota dan mereka menginap di hotel xxxx. Karen dan David sekamar sedangkan Ronald di kamar sebelahnya.
" Aku mau mandi dulu." ucap David
David masuk ke kamar mandi sedangkan Karen mengeluarkan pakaian di dalam kopernya yang ternyata sudah disiapkan oleh Ronald. Karen menyusunnya di dalam lemari bertepatan David selesai mandi. Karen pun masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya selesai mandi Karen keluar kamar mandi menggunakan handuk yang menutupi tubuh nya hanya sebagian dua gunung kembarnya menyembul keluar dan paha putih mulus terpampang jelas di mata David membuat David menelan saliva.
Karen dengan santai membuka handuknya hingga menampakkan tubuhnya yang polos tanpa sehelai benang pun membuat David memalingkan wajahnya.
" Karen bisakah memakai baju di kamar mandi?" omel David sambil mengancingkan baju kemejanya.
" Sudah menjadi kebiasaanku kalau memakai baju di dalam kamar." ucap Karen santai sambil mengambil dresnya.
" Kamu tidak malu ada pria yang melihatmu seperti ini." omel David
" Tidak kenapa malu kan honey suamiku kecuali pria lain mana boleh melihat tubuh polosku ini." ucap Karen dengan nada menggoda suaminya.
" Kamu tidak usah ikut biar aku pergi sama Ronald." ucap David tidak menanggapi ucapan Karen setelah selesai memakai pakaiannya.
" Aku tahu kenapa tidak di ajak agar honey bisa mencari penggantiku kan?" ucap Karen dengan nada sendu.
" Betul sekali sesuai perjanjian pernikahan kita hanya 3 tahun setelah itu aku akan menikah lagi dengan wanita lain dan wanita itu akan menjadi ibu dari anak - anakku nantinya. Selain itu semua aset hartaku akan aku berikan untuk orang yang aku cintai." ucap David sambil berjalan keluar dan tidak memperdulikan perasaan Karen.
" Semoga suamiku menemukan penggantiku yang lebih baik dariku." ucap Karen sambil menahan air matanya.
" Tentu saja dia pasti lebih baik darimu." ucap David tanpa perasaan sambil membuka pintu hotel sambil menutupnya dengan kasar.
Mata Karen menatap ke atas dan tidak berapa lama air matanya pun keluar.
" Tuhan, aku sangat mencintai suamiku jagalah suamiku dan berikanlah suamiku kebahagiaan . Maafkan ke dua orangtuaku Tuhan, aku rela menderita asalkan orang -orang yang aku cintai bahagia." ucap Karen.
__ADS_1