
" Kenapa memaksaku untuk makan, orang tidak pernah perduli paku sudah makan atau tidak." protes David sambil menatap tajam ke arah Karen.
" Karena tuan David adalah suamiku karena itulah aku memintamu makan." ucap Karen tidak mau kalah menatap tajam suaminya.
" Aku sudah baik denganmu karena sakit tapi ini balasanmu. Apakah kamu ingin aku hukum lagi hah!!!" bentak David.
" Silahkan menghukumku tapi sebelumnya makan dulu." ucap Karen
" Kenapa perduli menyuruhku makan? kenapa perduli menyelamatkan aku ketika musuhku ingin membunuhku? Apa kamu ada rencana busuk berpura - pura baik terus menusukku dari belakang sama seperti orang tuamu." tanya David beruntun dengan nada tinggi
" Karena aku sangat mencintaimu dan aku tidak ingin kak David sakit kalau makannya telat. Apakah seorang istri tidak boleh memperhatikan suaminya?" tanya Karen dengan nada lembut.
" Aku sering menyiksamu tidak mungkin kalau kamu mencintaiku. Bagiku cinta itu adalah kebohongan aku tidak percaya dengan apa itu cinta." ucap David
" Bagaimana caranya tuan David percaya kalau aku mencintai tuan?" tanya Karen dengan nada sendu.
David mengambil botol berisi racun yang diberikan oleh Federick.
" Di dalam botol ini ada racun yang sangat berbahaya jika diminumnya jantungnya akan lambat berdetak, dan tubuhnya akan merasakan sakit yang luar biasa, nafas terasa sesak dan akibatnya darah segar akan keluar dari hidung dan mulut. Apakah kamu mau meminumnya jika memang mencintaiku?" tanya David tidak percaya
" Aku rasa semua orang tidak akan mau melakukan itu karena itulah aku tidak percaya apa itu cinta." sambung David sambil menatap Karen dengan sinis.
" Bukalah tutup botol itu dan berikan padaku, aku akan meminumnya." ucap Karen.
David membuka tutup botol itu kemudian memberikan ke arah Karen. Karen menerimanya dan langsung meminumnya.
" Sekarang kamu percayakan?" tanya Karen sambil menatap David dengan sendu.
David terkejut ketika Karen mau melakukan nya.
" Kenapa kamu meminumnya?" tanya David
" Karena aku sangat mencintaimu." ucap Karen sambil tersenyum.
Perlahan-lahan Karen merasakan tubuhnya sakit yang luar biasa dan detak jantungnya berdetak lambat dan nafasnya mulai terasa sesak persis seperti yang dikatakan David. David tahu Karen merasakan tubuhnya terasa sakit.
" Bagaimana tubuhmu terasa sakit bukan? dan terasa sesak seperti tidak bisa bernafas. Kamu menyesal bukan meminum obat itu karena tubuhmu tersiksa seperti ini." ucap David dengan nada sinis.
" Aku tidak akan pernah menyesal karena aku sangat dan sangat mencintaimu, aku harap honey mempercayaiku kalau aku selalu mencintaimu. Maafkan aku dan semoga honey bahagia." ucap Karen sambil tersenyum dan menatap wajah tampan suaminya untuk terakhir kalinya. Tidak berapa lama Karen memejamkan matanya dan tidak sadarkan diri
Darah mulai keluar dari hidung dan mulut Karen membuat David mengeluarkan obat penawar nya dan disuntikkan ke tubuh Karen sebelum terlambat.
" Aku ingin menyiksamu dan ingin membunuhmu tapi aku tidak bisa. Aku juga sangat sangat mencintaimu sayang tapi di sisi satunya dendamku pada keluargamu membuatku ingin menyiksamu." ucap David lirih sambil memegang tangan Karen.
Karena lelah David tertidur sambil kepalanya bersandar di tangan Karen.
xxxxxxx
Tidak terasa hari berganti pagi, Karen perlahan membuka matanya dan merasakan tangan kanannya terasa berat dan kebas membuat Karen memalingkan wajahnya.
Wajah tampan suaminya tertidur sangat pulas membuat Karen tidak tega membangunkannya. Karen tersenyum menatap wajah suaminya.
( " Aku tahu, honey pasti akan memberikan obat penawar untukku karena aku tahu honey mulai mencintaiku. Aku hanya membutuhkan kesabaran dalam menghadapi sikap honey yang terkadang tidak bisa mengontrol emosi. Aku yakin suatu saat honey akan memaafkan ke dua orang tuaku dan kita hidup bahagia. I love my husband." ucap Karen dalam hati ).
__ADS_1
Perlahan David membuka matanya hal itu membuat Karen langsung menutup matanya agar David tidak tahu kalau Karen menatap David. David melihat Karen masih setia memejamkan matanya. David membelai wajah istrinya dari mata, hidung, pipi dan terakhir bibir Karen.
" Aku tidak tahu dekat denganmu aku merasa nyaman dan mimpi burukku setiap hari datang namun ketika aku tidur bersamamu mimpi burukku hilang." ucap David
David mengecup bibir Karen yang sudah menjadi candunya. Ciuman singkat membuat David menginginkan lagi. Karen mengalungkan kedua tangannya dan membalas ciuman David membuat David melepaskan tangan Karen sambil menatap tajam ke arah Karen.
" Kamu pura - pura memejamkan mata?" tanya David
Karen membuka satu matanya sambil tersenyum menggoda David.
" Iya, cium lagi donk, ternyata enak juga ciuman." goda Karen
" Tidak." jawab David singkat sambil duduk kembali.
" Ya sudah aku mau cium dokter kalau dokternya cowok." goda Karen
" Silahkan kalau mulut kalian berdua aku jahit." ucap David.
" Pffftttt, tega sekali suamiku tersayang." goda Karen
" Karen!!" teriak David
" Sssttt ini rumah sakit jangan teriak." ucap Karen.
" Kamu ini..." ucapan David terpotong oleh kedatangan seorang dokter dan seorang perawat.
Dokter itu mulai mengecek keadaan Karen setelah selesai mengecek dokter itu tersenyum.
" Tidak ada dok, kapan saya bisa pulang?" tanya Karen
" Siang ini bisa pulang karena kondisinya semakin baik." ucap dokter itu.
" Benarkah dok? syukurlah aku senang mendengarnya." ucap Karen tersenyum bahagia akhirnya bisa pulang.
" Karena hari ini pulang infusnya di cabut ya." ucap dokter.
" Baik dok." jawab Karen.
Perawat itupun melepaskan jarum infus yang berada di lengan Karen. Setelah selesai dokter dan perawat itu pergi meninggalkan mereka berdua.
" Oh iya mulai sekarang jangan panggil aku tuan." pinta David
" Terus aku panggil apa? honey, sayang, yang, atau my husband?" tanya Karen sambil tersenyum
" Terserah." jawab David
" Honey." panggil Karen
David menatap tajam ke arah Karen membuat Karen bingung.
" Kok aku panggil honey menatap ku? katanya jangan panggil tuan lagi" ucap Karen sambil cemberut
" Oh kamu memanggilku kirain memanggil orang lain." ucap David
__ADS_1
Karen hanya menepuk keningnya kemudian tersenyum.
" Iya sekarang aku memanggilmu dengan sebutan honey. Bolehkah?" tanya Karen
" Terserah, sekarang kita pulang." ucap David
" Baik honey." jawab Karen
" Satu lagi jika kita berdua kamu boleh memanggilku apa saja tapi jika di luar tetap memanggilku tuan dan jangan merasa senang dulu karena aku belum sepenuhnya mencintaimu." ucap David dengan tegas.
" Baik." jawab Debby singkat hatinya yang tadi senang kini sedih lagi dan David tahu akan itu.
David masih belum sepenuhnya memaafkan ke dua orang tua Karen karena itulah David membentengi dirinya untuk tidak mencintai Karen.
xxxxx
Hallo, mampir ke karyaku yang lain ya :
Gadis Culun dan Ceo Lumpuh.
Cinta Satu malam Bersama Mafia
Cinta Satu Malam Bersama Mafia Sension 2
Cinta Pertama Psychopath
Cinta Pertama Mafia.
Perjalanan Cinta Sang Psychopath
Dan
Mohon dukungan dan Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉
Komentar 😍
Like 😍
vote 😍
tip 😍
Agar Author tetap semangat dalam menulis novel ini. Terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.
Salam Author
Yayuk Triatmaja
xxxxxx
__ADS_1