Perjalanan Cinta 3 Pria Psycophat

Perjalanan Cinta 3 Pria Psycophat
Gavin


__ADS_3

Mereka berdua duduk di ruang UGD setelah 2 jam menunggu akhirnya dokter itupun keluar. Gavin dan asistennya berjalan mendekati dokter tersebut.


" Bagaimana keadaan istri saya dok?" tanya Gavin


" Istri tuan sebentar lagi akan dipindahkan ke ruang perawatan." ucap dokter tersebut.


" Apakah istriku mengalami luka yang serius dok?" tanya Gavin


" Tidak ada hanya perlu istirahat beberapa hari sudah boleh pulang." ucap dokter tersebut


" Terima kasih dok." jawab Gavin


" Sama - sama tuan sudah menjadi tugas kami. Maaf kami akan mengecek pasien yang lainnya." pamit dokter tersebut.


" Baik dok, sekali lagi terima kasih." jawab Gavin.


Dokter itupun hanya tersenyum dan meninggalkan mereka berdua dan tidak berapa lama dua perawat keluar dari ruang UGD dan mendorong brankar ke ruang perawatan VVIP.


Kini Gavin duduk di samping ranjang istrinya yang matanya masih terpejam. Setelah menunggu agak lama perlahan mata istrinya mulai terbuka.


" Di mana aku?" tanya dokter Clarisa


" Kamu di rumah sakit sekarang." ucap Gavin dengan nada masih dingin karena dirinya masih kesal dan kecewa dengan dokter Clarissa.


Dokter Clarissa memeluk perutnya yang sudah rata membuat dirinya mengeluarkan air matanya.


" Hiks... hikss... anakku.." tangis dokter Clarissa


" Anak kita selamat, aku ingin kamu jujur apa yang kamu lakukan selama lima bulan tanpa memberitahukan diriku." ucap Gavin.


" Benarkah anak kita selamat? dimana anak kita?" tanya dokter Clarissa sambil mencari sekeliling ruangan tapi kosong.


" Sebentar lagi akan di bawa ke sini, sekali ceritakan?" pinta Gavin ulang


Dokter Clarissa menghembuskan nafasnya perlahan kemudian menatap wajah tampan suaminya.


" Bukankah aku sudah cerita kalau aku dan pria itu bekerja sama membuat obat herbal agar para pria sembuh dari impoten. Setiap malam aku mengobatimu agar honey tidak impoten. Maaf aku tidak bilang dari awal karena aku ingin memberikan kejutan untuk honey. Aku mencintaimu honey sangat mencintaimu dan tidak ada terbersit pikiranku untuk selingkuh." ucap dokter Clarissa mengulangi perkataannya.


Gavin menatap mata istrinya dan tidak ada kebohongan di sana.


" Sekarang aku ingin bertanya apakah honey merasakan ada perubahan?" tanya dokter Clarissa sambil tangan kanannya menyentuh adik kecil milik Gavin.


Gavin terdiam dan hanya memejamkan matanya. Gavin mulai merasakan sentuhan tangan dokter Clarissa dan adik kecilnya mulai beraksi kembali seperti dulu.


" Ahhh... sayang.. terus..." ucap Gavin sambil mendesah

__ADS_1


Dokter Clarissa hanya tersenyum dan masih membelai adik kecil Gavin.


" Honey, mau aku keluarin?" tanya dokter Clarissa


" Bagaimana caranya?" tanya Gavin dengan mata berkabut penuh gairah.


" Kunci ruang perawatan agar tidak ada yang masuk setelah itu buka celana honey dan tempelkan adik kecil honey ke mulutku." bisik dokter Clarissa.


" Buat apa?" tanya Gavin dengan nada bingung.


" Nanti honey akan tahu." ucap dokter Clarissa sambil mengedipkan matanya.


cup


" Baik akan aku lakukan." ucap Gavin sambil tersenyum dan mengecup bibir istrinya.


Gavin pun melakukan apa yang diperintahkan istrinya mengunci pintu ruang perawatan VVIP kemudian membuka celananya hingga menampakkan adik kecilnya yang sudah tegak dengan sempurna membuat Gavin tersenyum bahagia.


Gavin mendekati istrinya dan memberikan adik kecilnya ke mulut istrinya. Istrinya memegang adik kecilnya kemudian memasukkan ke dalam mulutnya kemudian dikeluarkan secara berulang-ulang.


" Sayang... ahhh... enak sayang... terus sayang... ahhh.." desah Gavin.


Dokter Clarissa melakukan secara berulang - ulang dan keluar lah lahar milik Gavin membuat Gavin sangat puas. Gavin membersihkan mulut dokter Clarissa dengan menggunakan tissue kemudian Gavin masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya sambil membawa pakaian celana boxernya dan juga celana panjang yang berada di lantai.


Setelah kurang dari lima belas menit Gavin keluar dengan tubuh segar. Gavin duduk di samping ranjang istrinya sambil menggenggam tangan istrinya.


" Tidak apa-apa honey, hanya aku minta satu hal dari honey yaitu percaya padaku dan jika suatu saat honey merasa curiga atau ada orang yang memfitnah ku honey bertanyalah terlebih dulu padaku agar kesalahan pahaman ini tidak terjadi lagi." ucap dokter Clarissa.


" Iya sayang aku janji." ucap Gavin.


" Sekali lagi maaf aku sayang." ucap Gavin dengan nada penuh penyesalan.


" Iya honey sudah kumaafkan. Oh iya apakah sudah memberikan nama untuk anak kita?" tanya dokter Clarissa mencoba mengalihkan pembicaraan karena tidak tega melihat wajah rasa bersalah suaminya terhadap dirinya.


" Sudah sayang." ucap Gavin


" Siapa namanya honey?" tanya dokter Clarissa.


" Cavin Bautista Aliando." ucap Gavin


" Cavin Bautista Aliando." tanya ulang dokter Clarissa.


" Iya benar, huruf C di ambil dari huruf awalan namamu Clarissa dan Avin di ambil dari nama ku Gavin." ucap Gavin menjelaskan


" Nama honey Gavin Bautista Aliando dan nama anak kita Cavin Bautista Aliando beda di huruf G dan C." ucap dokter Clarissa

__ADS_1


" Ya benar dan namamu sekarang berubah menjadi Clarissa Bautista Aliando. Istri yang sangat kucintai." ucap Gavin


" Terima kasih honey." ucap dokter Clarissa.


tok


tok


tok


" Honey, kuncinya." ucap dokter Clarissa.


" Hehehehe lupa sayang. Sebentar aku buka dulu." ucap Gavin sambil berdiri.


Gavin berjalan ke arah pintu untuk membuka pintu yang tadi di kuncinya.


ceklek


Gavin membuka pintu dan melihat dokter dan perawat sedang berdiri menatap Gavin. Gavin membalikkan badannya dan mendekati istrinya dan diikuti oleh dokter dan perawat. Dokter itupun memeriksa keadaan dokter Clarissa dengan di bantu oleh perawat.


" Kondisi semakin bagus tiga hari lagi bisa pulang." ucap dokter tersebut.


" Lama sekali dokter, bisakah besok saya pulang?" tanya dokter Clarissa


" Kalau nyonya bisa berjalan lagi kemungkinan besok atau lusa bisa pulang." ucap dokter tersebut.


" Hmmm... baiklah, anak kami kemana dok?" tanya dokter Clarissa


" Maaf untuk sementara masih di inkubator kalau nyonya dan tuan mau melihatnya silahkan." ucap dokter tersebut.


" Baik, kami akan ke sana." ucap dokter Clarissa tersenyum bahagia.


Dokter itupun tersenyum dan perawat itupun melepaskan selang infus karena tinggal sedikit kemudian meninggalkan dokter Clarissa dan Gavin.


" Honey kita tengok anak kita ya?" pinta dokter Clarissa


" Ok. Aku ambilkan dulu kursi rodanya." ucap Gavin


Gavin pun keluar dan tidak berapa lama Gavin membawa kursi roda dan perlahan menggendong dokter Clarissa dan di duduk di kursi roda secara perlahan.


Gavin mendorong kursi roda tersebut menuju ke ruang perawatan khusus bayi. Singkat cerita kini mereka sudah berada di ruang bayi dan dokter Clarissa sudah menggendong anaknya yang bernama Cavin.


" Honey, anak kita mirip sekali denganmu." ucap dokter Clarissa.


" Iya sayang, aku juga bingung, kenapa bisa?" tanya Gavin

__ADS_1


" Maaf honey, waktu aku hamil tidak tahu kenapa ingin sekali anak kita mirip denganmu." ucap dokter Clarissa.


" Kenapa?"tanya Gavin dengan nada terkejut


__ADS_2