Perjalanan Cinta 3 Pria Psycophat

Perjalanan Cinta 3 Pria Psycophat
END


__ADS_3

" Istrimu sedang koma, tunggulah sampai kamu selesai di buka perban mata dan bisa melihat Karen." ucap Federick berusaha mengalihkan perhatian.


" Tapi aku ingin melihat istriku." ucap David


" Sekarang sudah malam, bagaimana besok pagi saja tuan menengok nona." ucap Ronald


" Tapi aku ingin tahu apakah istriku baik - baik saja atau tidak?" ucap David tetap memaksa.


Ronald menatap tajam ke arah dokter tersebut agar membantunya berbicara.


glek


Dokter tersebut menelan salivanya dengan kasar dan terpaksa ikut berbohong.


" Benar kata tuan Ronald lebih baik tuan David melihat nona Karen besok saja." ucap dokter tersebut.


" Hahh... baiklah, besok antarkan aku ke ruangan Karen." ucap David.


" Baik tuan." Jawab Ronald dan dokter tersebut secara bersamaan.


" Kalau begitu saya permisi dulu karena saya ingin mengecek kondisi pasien yang lain." ucap dokter tersebut.


" Baiklah, terima kasih dokter." ucap Ronald


" Sama - sama tuan." Jawab dokter tersebut.


Dokter itupun pergi meninggalkan ke tiga pria tampan tersebut. Federick memberikan kode ke arah Ronald dan Ronald yang mengerti arti kode tersebut hanya menganggukkan kepalanya.


" Tuan, lebih baik tuan beristirahat dulu." ucap Ronald sambil membenarkan selimut tuan David.


" Kamu mau kemana Ronald?" tanya David


Ronald menatap Federick meminta bantuan dan Federick menyatukan ke dua tangannya kemudian digoyangkan seperti menggendong bayi. Ronald yang mengerti langsung menganggukkan kepalanya kembali.


" Saya dan Federick ingin melihat lagi bayi tuan yang sangat tampan itu." ucap Ronald


" Bisakah di bawa ke sini aku ingin menyentuhnya." pinta David.


" Saya akan tanyakan ke perawat nya apakah boleh di bawa ke sini." ucap Ronald.


" Kalau tidak boleh bilang padanya rumah sakit ini akan aku rubuhkan." ancam David


glek


glek


Ronald dan Federick menelan salivanya dengan kasar mendengar ancaman tuan David.


" Baik tuan nanti akan saya sampaikan." ucap Ronald dengan nada pasrah.

__ADS_1


" Nanti akan saya panggilkan bodyguard untuk menjaga tuan di dalam dan di luar." ucap Ronald


" Lakukanlah." ucap David


Merekapun meninggalkan David sendirian dan tidak berapa lama terdengar suara ketukan pintu.


tok


tok


tok


" Masuk." ucap David


ceklek


Seorang bodyguard membuka pintu dan berjalan ke arah David.


" Maaf tuan, saya bodyguard yang diperintahkan untuk menjaga tuan." ucap bodyguard tersebut.


" Hmmm... duduklah di sofa, kalau aku butuh sesuatu kamu harus dengar." ucap David.


" Baik tuan." Jawab bodyguard tersebut.


Bodyguard itupun duduk di sofa menunggu dirinya sewaktu - waktu di panggil. Sedangkan di luar ruangan pintu perawatan VVIP Federick dan Ronald duduk di kursi tunggu


" Federick bagaimana ini, besok tuan David ingin menengok keadaan Karen sedangkan kamu tahu sendiri bagaimana Karen." ucap Ronald.


" Tidak ada salahnya mencoba, lakukan saja yang penting jangan sampai tuan curiga." ucap Ronald.


" Ok, nanti aku yang atur semuanya." ucap Federick


" Aku ingin melihat istri dan anakku dulu, nanti aku ke sini lagi." ucap Federick


Federick berdiri meninggalkan Ronald sendirian.


" Aish... aku jadi sendiri.. kok aku kangen banget sama Clarissa, seandainya saja Clarissa masih hidup aku ingin bersujud untuk meminta maaf." ucap Ronald dengan nada sedih dengan matanya mulai berkaca-kaca.


Tidak ingin terlarut dalam kesedihan Ronald berjalan ke arah ruangan khusus bayi untuk menemui perawat. Sampai di ruangan khusus bayi Ronald mengetuk pintu tersebut.


tok


tok


tok


ceklek


Seorang perawat membuka pintu ruangan khusus bayi.

__ADS_1


" Ada apa tuan?" tanya perawat itu dengan nada sopan.


" Ayahnya atas nama tuan David Aliandro ingin menemui bayinya." ucap Ronald.


" Maaf tuan, bukannya ayahnya sedang sakit? dan peraturan rumah sakit tidak boleh bayi berdekatan dengan orang sakit takutnya nanti bayinya ikut tertular karena bayi itu rentan tertular dengan orang yang sedang sakit." ucap perawat itu dengan nada sopan.


" Oh begitu ya sus, ok nanti akan saya sampaikan ke tuan saya." ucap Ronald sambil membalikkan badannya meninggalkan perawat tersebut.


" Baik tuan." Jawab perawat tersebut sambil menutup pintunya.


Ronald kembali dan menjelaskan ke tuan David dan David pun mengerti.


xxxxxxx


Cerita David menggendong anaknya dan menemui istrinya di ruang ICU serta sampai David bisa melihat kembali dan mengetahui kebenaran kalau istrinya sudah meninggal diceritakan di novel yang ke dua.



Maaf author tamatkan novel ini, cerita selanjutnya ada di sesion dua yang menceritakan tentang :




Setelah dua tahun Karen dan David dipertemukan kembali dengan suasana yang berbeda dan mengalami berbagai konflik. Akankah mereka akan menikah atau David menemukan pengganti Karen?




Hubungan Federick dan dokter Sandra berjalan dengan harmonis namun tiba - tiba muncullah musuh masa lalu yang sangat dendam padanya hingga menculik anak mereka.


Akankah anak mereka selamat dari penculikan tersebut?




Hubungan Gavin dan dokter Clarissa berjalan dengan harmonis hingga dokter Clarissa hamil anak ke dua mereka membuat mereka sangat bahagia. Di hari kebahagiaan mereka dokter Clarissa bertemu kembali dengan Ronald. Akankah dokter Clarissa tetap setia dengan suaminya atau kembali dengan mantan kekasihnya yang sudah mempunyai anak.




Ronald yang masih setia sendiri tanpa sengaja bertemu dengan musuh lamanya. Ketika anak sahabatnya di culik Ronald ikut menculik anak Gavin dan dokter Clarissa tanpa tahu kalau anak yang di culiknya sebenarnya adalah anak kandungnya dengan kekasihnya. Apa yang dilakukan Ronald ketika mengetahui kalau anak yang di culik adalah darah dagingnya sedangkan wajahnya tidak mirip sama sekali dengannya.



__ADS_1


xxxxxxx


Maafkan kalau ada kata - kata dalam kesalahan nama dan lain sebagainya. Semoga suka dengan novelku ini. Terima kasih


__ADS_2