Perjalanan Cinta 3 Pria Psycophat

Perjalanan Cinta 3 Pria Psycophat
Cari Waktu


__ADS_3

"Aku haus honey." ucap dokter Sandra lirih.


"Sebentar ya sayang." ucap Federick.


Federick pun memberikan gelas yang sudah ada sedotannya dan dokter Sandra meminumnya selesai minum Federick menaruh kembali gelasnya kemudian menggengam tangan dokter Sandra.


"Sayang, sebentar lagi kita menjadi orang tua." ucap Federick sambil membelai perut istrinya yang masih rata.


"Benarkah honey?" tanya dokter Sandra


"Ya benar sayang, kalau kamu sudah sehat kita periksa kandunganmu aku ingin tahu." ucap Federick.


"Ya sayang, aku juga penasaran." ucap dokter Sandra.


"Bagaimana kalau mulai sekarang panggilan nya berubah menjadi mommy dan daddy?" usul Federick


"Baik Daddy." jawab dokter Sandra


Federick tersenyum mendengar ucapan dokter Sandra yang mirip suara anak kecil. Merekapun bercakap-cakap kadang serius dan kadang tertawa. Kebahagian mereka bertambah dengan kehadiran anak yang dinantikan oleh mereka berdua.


Hingga tidak terasa tiga hari dokter Sandra di rawat di rumah sakit dan kini mereka berdua berada di ruangan dokter kandungan. Dokter Sandra berbaring di ranjang dan seorang perawat menarik dress ke atas milik dokter Sandra sampai ke perut berbarengan dengan menutupi kaki sampai di bawah perut.


Perawat itu memberikan gel ke perut dokter Sandra yang terasa dingin. Setelah selesai dokter itupun menaruh stick di perut dokter Sandra untuk melihat bentuk janinnya.


"Ini janin nyonya ada dua bulatan, selamat ya tuan dan nyonya." ucap dokter tersebut


"Berapa usia kandungannya dok?" tanya dokter Sandra


"Tunggu sebentar." ucap dokter tersebut


"Perkiraan baru tiga minggu." ucap dokter tersebut


"Oh iya hampir saya lupa karena waktu itu nyonya mengalami luka di bagian perut jadi saya harap nyonya jangan berpergian jauh dan tidak boleh capek karena bisa membahayakan janin nyonya." sambung dokter tersebut


"Baik dokter."Jawab dokter Sandra


"Dokterkan bilang kalau istriku tidak boleh capek, bolehkah kami tetap melakukan hubungan suami istri setiap hari?" tanya Federick dengan ucapan polosnya.


"Auch sakit mommy." ucap Federick sambil mengusap pinggangnya yang di cubit oleh istrinya.


"Malu daddy." ucap dokter Sandra dengan wajah bersemu merah.


"Tidak apa - apa nyonya memang kebanyakan para suami menanyakan hal itu. Selama 3 bulan jangan dulu tuan agar janinnya lebih kuat." ucap dokter tersebut


Federick hanya menghembuskan nafasnya dengan kasar sedangkan istrinya hanya tersenyum melihat wajah frustasi suaminya.


Perawat itu membersihkan perut dokter Sandra dengan tissue setelah di kasih resep obat penguat kandungan merekapun keluar dari ruangan dokter kandungan.


Kini mereka berada di dalam mobil menuju mansion, dokter Sandra menatap wajah tampan suaminya yang dari awal menanyakan tentang hubungan suami istri sampai di dalam mobil wajahnya terlihat frustasi membuat dokter Sandra tidak tega melihatnya karena dokter Sandra tahu kalau suaminya mempunyai hasrat yang sangat tinggi.


"Daddy, aku tahu daddy frustasi, aku mempunyai 2 usul apa daddy mau mendengarkan?" tanya dokter Sandra


"Apa itu?" tanya Federick sambil wajahnya diarahkan ke samping istrinya yang sedang memandangnya.


"Usul pertama daddy kan bisa membuat obat untuk memperkuat janin maka buatlah agar kita bisa melakukan hubungan suami istri.


"Aku baru membuat obat ramuan memperkuat janin tapi efeknya ibunya akan meninggal setelah anak itu lahir." ucap dokter Federick.


"Kalau begitu berikanlah obat itu padaku." pinta dokter Sandra

__ADS_1


"Apa maksudmu? kamu ingin meminumnya?" tanya Federick sambil menaikkan salah satu alis matanya.


"Iya, walau nyawaku akan menjadi taruhannya aku tidak apa-apa asalkan daddy bahagia dan wajah daddy tidak di tekuk lagi." ucap dokter Sandra


"Tidak, lebih baik aku menahan hasrat ku dari pada aku mesti kehilanganmu." tolak Federick


"Yang ke dua?" tanya Federick dengan nada penasaran


"Usul yang ke dua carilah penggantiku dan menikahlah dengannya aku akan mundur." ucap dokter Sandra


"Apa kamu tidak mencintaiku?" tanya Federick sambil menatap tajam kearah istrinya.


"Justru karena aku mencintaimu, aku tidak ingin daddy tersiksa karena ingin melakukan itu." ucap dokter Sandra.


"Semua usulmu aku tolak, kita pulang." ucap Federick sambil menyalakan mobil.


"Apakah daddy marah padaku?" tanya dokter Sandra dengan nada sedih


"Tidak, jangan berpikir macam-macam, kita pulang sekarang." ucap Federick.


Federick mengendarai mobil dengan kecepatan sedang sedangkan istrinya hanya diam sambil menatap jalan raya.


FLASH BACK OFF


"Itulah yang terjadi, apakah mommy ingin meninggalkan Daddy karena sudah tahu kalau Daddy ternyata pria kejam dan tidak punya rasa iba sedikitpun." ucap Federick dengan nada sendu


"Tidak Daddy, Mommy tidak akan meninggalkan Daddy karena Mommy sangat mencintai Daddy. Asalkan Daddy berusaha mengontrol emosi dan jangan sampai membunuhnya karena mati dan hidup seseorang ditentukan oleh sang Pencipta." ucap dokter Sandra.


"Baik Mommy, Daddy akan berusaha menahan sabar dan terima kasih mommy mau menerima Daddy apa adanya." ucap Federick.


Dokter Sandra memeluk suaminya dan menatap wajah tampan suaminya.


"Tentu saja ingin tapi Daddy selalu menahannya demi anak - anak Daddy." ucap Federick sambil membalas pelukan istrinya sambil tersenyum.


"Jika main satu ronde, Mommy rasa tidak apa - apa Daddy." jawab dokter Sandra


"Aku tidak mau menyakiti kalian bertiga. Kamu dan kedua anak kembar kita." ucap Federick sambil tersenyum menatap wajah cantik istrinya.


Dokter Sandra bangun dari ranjangnya dan duduk di pangkuan suaminya.


"Lakukan secara perlahan-lahan." bisik dokter Sandra tepat di telingan Federick.


"Apakah tidak apa-apa?" tanya Federick antara ingin dan tidak tapi lebih cenderung ke arah keinginan.


"Iya Daddy. Bukankah Daddy lupa kalau Mommy juga dokter kandungan? Jadi lakukanlah secara perlahan." bisik dokter Sandra sambil mengecup bibir suaminya dengan singkat.


Federick yang sudah tidak bisa menahan hasratnya melakukan kegiatan suami istri di siang hari hingga terdengar suara ******* mereka berdua.


xxxxxxx


Di Tempat Berbeda


Kini Karen sudah pulang ke mansion milik suaminya. Karen hanya memasak masakan kesukaan suaminya selebihnya Karen istirahat tidak boleh melakukan apa-apa karena David tidak ingin terjadi sesuatu dengan anaknya.


"Sayang aku berangkat kerja dulu, jangan kemana-mana dan jangan melakukan sesuatu yang membuat mu cape." ucap David mengingatkan istrinya.


"Tapi honey aku bosan." ucap Karen dengan nada manja.


"Tapi sayang, di dalam perutmu ada anak kita dan Aku tidak ingin terjadi sesuatu dengan anak kita." ucap David.

__ADS_1


"Baiklah." jawab Karen dengan nada pasrah.


"Suruh sahabatmu saja datang ke sini." usul David.


"Bolehkah?" tanya Karen dengan wajah berbinar


"Iya sayang." ucap David


cup


"Ingat pesanku jangan di langgar." ucap David kemudian mengecup bibir istrinya dengan singkat.


David mendekatkan wajahnya ke perut istrinya yang sudah sedikit menonjol.


"Anak Daddy jaga mommy ya? Jangan nakal." ucap David sambil mengecup perut istrinya dengan lembut.


"Baik Daddy." jawab Karen sambil tersenyum dengan menirukan suara anak kecil.


David tersenyum kemudian David dan Karen berjalan sampai depan pintu utama.


"Selamat pagi Nyonya." sapa Ronald sambil membukakan pintu mobil belakang pengemudi untuk tuan David.


"Pagi Ronald." jawab Karen


David melambaikan tangannya ke arah istrinya dan Karenpun membalas lambaian tangan suaminya hingga mobil suaminya tidak kelihatan barulah Karen membalikkan badannya dan masuk ke dalam mansion.


xxxxxxx


"Tuan. Tuan David dan Tuan Ronald sudah pergi sepertinya mereka berdua ke kantor." ucap seseorang anak buahnya


"Bagus, cari waktu yang tepat untuk membunuh istri tuan David." ucap pria paruh baya tersebut


"Baik tuan." jawab anak buahnya


tut tut tut tut tut tut


Sambungan komunikasi pun terputus.


xxxxx


Mohon dukungan dan Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉


Komentar 😍


Like 😍


Rate Bintang 5 😍


vote 😍


tip 😍


Agar Author tetap semangat dalam menulis novel ini. Terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, rate bintang 5, vote dan tipnya.


Salam Author


Yayuk Triatmaja


xxxxxx

__ADS_1


__ADS_2