
David mengikuti Karen yang sedang berbaring di brangkar sampai di depan pintu UGD.
" Maaf tuan sampai di sini." ucap perawat itu dengan nada sopan.
David diam dan duduk sambil menatap pintu ruangan UGD dengan pikiran berkecamuk. David menutup wajahnya dan tanpa disadari air mata David keluar.
Tidak berapa lama Ronald datang dan duduk di samping tuan David. Mereka berdua terdiam tanpa ada yang bicara sedikitpun keduanya berpikir masing-masing.
Tiba - tiba ada brangkar di dorong oleh dua orang perawat dan seorang dokter cantik berjalan bersama pasangan suami istri menuju ke ruang operasi dan melewati mereka.
" Tuan dan nyonya berdoa saja semoga operasi putri nyonya dan tuan berjalan dengan lancar." ucap dokter cantik itu.
" Iya dokter, tolong selamatkan putri kami." mohon ibunya.
Ronald yang merasa familiar dengan suara wanita itu mengangkat wajahnya dan menatap wajah gadis cantik tanpa berkedip. Jantungnya berdetak sangat kencang sedangkan dokter cantik itu tidak memperhatikannya karena sedang mengobrol dengan pasien.
" Dokter... dokter adikku sudah sadar dari komanya." pinta pria tampan yang tiba - tiba datang sambil memegang tangan dokter cantik itu.
" Maaf Untuk sementara di periksa dokter jaga dulu karena dokter satunya lagi cuti. Nanti setelah saya selesai operasi saya akan cek kondisi adik tuan." ucap dokter cantik itu dengan nada lembut.
" Baik dokter saya tunggu." ucap pria tampan itu sambil melepaskan tangan dokter itu dan membalikkan badannya menuju ke ruang perawatan.
Ronald menatap tajam ke arah dokter itu yang sedang berjalan ke arah ruang operasi. Siapa lagi kalau bukan dokter Clarissa yang di tatap oleh Ronald.
( " Kenapa aku merasa cemburu dengan pria itu ya ketika pria itu memegang tangan dokter Clarissa padahal waktu pertama kali kita bertemu kita berdua bertengkar." ucap Ronald dalam hati ).
Setelah hampir satu jam akhirnya dokter yang memeriksa Karen keluar. David berdiri dan berjalan menuju ke arah dokter tersebut.
" Dokter bagaimana kondisi istriku?" tanya David
" Nona Karen dan janinnya baik - baik saja, untunglah janinnya kuat dan cepat di bawa ke rumah sakit." ucap dokter itu.
" Janin? maksudnya?" tanya David terkejut begitu pula dengan Ronald
" Iya nona Karen hamil, selamat tuan sebentar lagi menjadi seorang ayah." ucap dokter itu memberikan selamat dengan menepuk bahu David.
" Hamil? Ronald aku akan menjadi seorang ayah." ucap David membalikkan badannya menatap Ronald dengan senyum kebahagiaan.
" Selamat ya tuan." ucap Ronald ikut bahagia.
" Untuk mengetahui usia kehamilan nona Karen tuan bisa memeriksakan di bagian dokter kandungan. Sebentar lagi nona Karen akan dipindahkan ke ruang perawatan. Maaf tuan saya tinggal dulu mau cek kondisi pasien lainnya." ucap dokter itu berpamitan.
" Baik dokter, terima kasih." ucap David tersenyum bahagia sambil mengulurkan tangannya untuk bersalaman.
Dokter itupun membalas uluran tangan David kemudian tidak berapa lama dokter itupun pergi meninggalkan David bersama Ronald.
Tidak berapa lama dua orang perawat keluar dari ruangan ugd sambil mendorong brankar yang dimana Karen sedang berbaring di ranjang dengan mata masih terpejam.
__ADS_1
" Ronald kamu mau ikut denganku ke ruang perawatan?" tanya David
" Saya menunggu di sini tuan." ucap Ronald
" Kenapa?" tanya David dengan nada terkejut.
" Aku ingin bertemu dengan dokter Clarissa." ucap Ronald yang tidak bisa berbohong dengan bosnya karena Ronald selalu berkata jujur apa adanya.
" Baiklah." jawab David singkat sambil berjalan menuju ke ruang perawatan VVIP.
Kini David sedang duduk di ruang perawatan VVIP di samping ranjang istrinya. David memegang tangan kanan Karen karena tangan kiri Karen sedang di infus.
" Sayang, maafkan aku gara - gara aku tidak menahan diriku kamu dan anak kita hampir celaka." ucap David sambil mengelus perut Karen.
" Eughh.. honey.." panggil Karen lirih sambil menggeliatkan tubuhnya.
" Sayang apakah ada yang sakit?" tanya David
" Tidak ada honey, honey aku haus?" pinta Karen
" Baik sayang akan aku ambilkan minumnya." ucap David
David berdiri dan mengambil minuman yang sudah ada sedotannya. Karen meminum hingga tersisa setengahnya. David menaruh gelasnya kembali ke meja kemudian duduk di samping Karen.
" Sayang maafkan aku." ucap David sendu
" Sudah tidak mual lagi sayang. Sayang kenapa sich kamu selalu sabar menghadapi sikap kasarku?" tanya David dengan nada bingung.
" Karena aku sangat mencintaimu honey." ucap Karen sambil membelai pipi David dengan lembut sambil tersenyum.
" Kenapa kamu mencintaiku sedangkan aku sering menyiksamu." ucap David dengan nada lirih.
" Karena honey suamiku apapun yang terjadi aku akan tetap mencintai honey sampai honey memintaku untuk berhenti mencintai dan juga memintaku untuk pergi dari kehidupan honey." ucap Karen.
" Hatimu seperti malaikat selalu memaafkan apa yang kulakukan padamu." ucap David sambil memegang tangan Karen yang memegang pipinya.
" Honey aku mohon sudah lupakanlah yang tadi." pinta Karen.
" Sayang, di sini ada anak kita. Aku tidak sabar melihat anak kita lahir." ucap David sambil mengelus perut Karen yang masih rata.
" Maksud honey aku hamil?" tanya Karen dengan nada terkejut sambil memegang tangan David yang memegang perutnya.
" Iya sayang kamu hamil, anak kita." ucap David sambil tersenyum menatap wajah cantik istrinya.
Karen terdiam dan menatap sendu suaminya dirinya mengingat akan surat perjanjian selama 3 tahun mereka akan berpisah. David yang melihat perubahan wajah istrinya membuat wajah David berubah.
" Kamu tidak suka hamil?" tanya David sambil menatap tajam istrinya
__ADS_1
" Aku suka hamil honey tapi.." ucap Karen menggantungkan kalimatnya.
" Tapi apa?... apa karena itu dari darah dagingku makanya kamu tidak menginginkan anak kita? ingat ya Karen jangan sekali - kali kamu menggugurkan anak kita karena aku akan menyiksamu juga ke dua orang tuamu!!" bentak David sambil mencengkram leher Karen
" Bukan itu tapi apakah honey tidak i... ngat su..rat per...jan..jian yang ho...ney... bu..at?"tanya Karen dengan nada terbata karena lehernya di cengkram kuat oleh David.
David terkejut dan melepaskan tangannya membuat Karen menghirup nafasnya sebanyak-banyaknya.
xxxxx
Hallo, mampir ke karyaku yang lain ya :
Gadis Culun dan Ceo Lumpuh.
Cinta Satu malam Bersama Mafia
Cinta Satu Malam Bersama Mafia Sension 2
Cinta Pertama Psychopath
Cinta Pertama Mafia.
Perjalanan Cinta Sang Psychopath
Perjalanan Cinta 3 Pria Psychopath
Dan
Mohon dukungan dan Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉
Komentar 😍
Like 😍
vote 😍
tip 😍
Agar Author tetap semangat dalam menulis novel ini. Terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.
Salam Author
Yayuk Triatmaja
__ADS_1
xxxxxx