
Satu jam lamanya barulah mereka selesai memasak dan menyimpannya di kotak makanan bertepatan ponsel milik Karen berdering.
Karen mengambil ponselnya yang berada di meja makan untuk melihat siapa yang menghubungi dirinya ternyata suaminya.
" Hallo honey.." panggil Karen sambil tersenyum.
" Lagi apa sayang?" tanya David dengan suara lembut.
" Habis selesai masak honey, aku sama sahabatku Clarissa ke kantor honey ya? Clarissa sudah masak buat Ronald sedangkan aku sudah masak buat honey." jawab Karen dengan suara lembut.
" Boleh sayang, aku tunggu di sini." jawab David
" Ok, honey aku berangkat dulu ke kantor honey." jawab Karen
" Ok, hati - hati." jawab David
tut tut tut tut tut tut
Karen dan David mematikan sambungan komunikasi bersamaan.
" Kita berangkat naik mobilku ya?" pinta dokter Clarissa.
" Ok." Jawab Karen singkat
Karen dan dokter Clarissa keluar dari pintu utama dan berjalan ke arah garasi mobil. Dokter Clarissa duduk di kursi pengemudi sedangkan Karen duduk di samping pengemudi.
Dokter Clarissa mengendarai mobil dengan kecepatan sedang menuju ke kantor milik David.
xxxxxxx
Di Tempat Yang Berbeda
" Tuan, kekasih tuan Ronald dan istri tuan David sudah keluar dari mansion." ucap anak buahnya
" Ikuti mobil mereka jika berada di tempat sepi bunuh mereka berdua." ucap pria paruh baya dari sebrang tanpa ada iba sedikitpun.
" Baik tuan." jawab anak buahnya.
Tut Tut Tut Tut Tut Tut Tut Tut
Panggilan komunikasi pun terputus secara sepihak.
xxxxxxx
Dokter Clarissa dan Karen sedang mengobrol di dalam mobil tentang masa lalu persahabatan mereka bertiga Karen, Dokter Sandra dan Dokter Clarissa. Mata elang Karen melihat dua mobil berwarna hitam dan kaca mobilnya pun juga sama, sama - sama berwarna hitam mengikuti mobil milik dokter Clarissa.
" Sepertinya ada yang mengikuti mobil kita." ucap Karen
Dokter Clarissa melihat spion mobil yang berada di dalam mobil dan memang benar 2 mobil berwarna hitam itu mengikuti mereka.
" Kamu telp suamimu apakah 2 mobil itu yang mengawal kita atau musuh?" pinta dokter Clarissa.
" Ok " Jawab Karen
Karen pun mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi suaminya. Deringan pertama langsung di angkat oleh David.
" Ada apa sayang?" tanya David
__ADS_1
" Honey, apakah honey meminta bodyguard honey untuk mengawalku?" tanya Karen.
" Tidak memang kenapa?" tanya David sambil mengerutkan keningnya.
" Karena ada dua mobil berwarna hitam mengikuti kami." ucap Karen memberitahukan ke suaminya.
"Berapa jumlah orang di dalam mobilnya?" tanya David penasaran
" Tidak tahu karena kaca mobilnya juga gelap." jawab Karen
" Jangan melewati tempat yang sepi, cari jalan alternatif yang ramai." ucap David
" Sudah terlanjur ke tempat jalan yang se.." ucap Karen terpotong karena tiba - tiba mobil yang dibelakangnya menyalip mobil dokter Clarissa.
cittttt
duak
" Akhhhh.. perutku sakit..." rintih Karen
Dokter Clarissa langsung mengerem mendadak karena mobilnya yang tadi menyalip mobil mereka langsung menghentikan mobilnya mendadak membuat kepala Karen langsung terkena dasbor mobil membuat perut Karen terasa kram sedangkan dokter Clarissa terkena stir kemudi.
" Sayang ada apa?" tanya David panik
" Mobilnya tadi menyalip mobil Clarissa dan mendadak berhenti di depan mobil Clarisa karena itu Clarissa langsung mengerem mobilnya, perutku sakit honey." rintih Karen.
Dua orang keluar dari mobil dan langsung menembakkan pistolnya ke arah Karen dan dokter Clarissa membuat mereka berdua terkejut dan langsung berteriak untunglah mobil dokter Clarissa anti peluru hal itu membuat ponsel milik Karen terjatuh di bawah kakinya.
" Hallo sayang, apa yang terjadi... hallo..." teriak David panik
" Cla, perutku sakit mereka berdua keluar dari mobil dan dua orang lagi keluar dari arah depan." ucap Karen sambil memegangi perutnya tiba - tiba di sela - sela pahanya keluar darah segar membuat wajah Karen bertambah pucat.
" Dari arah belakang mereka berempat juga keluar dari mobil total 8 orang yang keluar dari mobil sambil membawa senjata." ucap dokter Clarissa
" Clarissa lebih baik kamu selamatkan dirimu, aku sudah tidak kuat lagi tinggalkan aku." pinta Karen
Dari arah depan dan belakang menembakkan kembali senjatanya masing-masing menembakan senjatanya ke arah mobil dokter Clarissa.
" Tidak akan, kita adalah sahabat dan seorang sahabat tidak akan mungkin meninggalkan sahabatnya dalam bahaya jika kita memang ditakdirkan harus mati bersama aku rela karena aku tidak tega melihat sahabat baikku mati sendiri." ucap dokter Clarissa
" Iya tapi kaca mobil ini memang anti peluru tapi lama-kelamaan akan retak dan juga pecah... akhhhh perutku sakit.." ucap Karen sambil merintih menahan rasa sakit yang luar biasa.
" Karen... ada da...rah... keluar dari sela - sela pahamu." ucap dokter Clarissa sambil menunjuk ke arah paha Karen
" Aku sudah tidak kuat Cla, jaga dirimu baik - baik, jangan lupa pesanku dan sampaikan ke suamiku David kalau aku mencintainya." ucap Karen sambil tersenyum kemudian tidak berapa lama Karen memejamkan matanya.
" Karen... tidakkkkkkk...." teriak dokter Clarissa yang melihat Karen pendarahan dan pingsan.
xxxxxxx
Di tempat yang berbeda tepatnya di perusahaan milik David, ketika mendengar suara Karen merintih kesakitan membuat David berdiri dan mengambil jas miliknya yang berada di kursi kebesarannya dengan menggunakan tangan kanannya sedangkan tangan kirinya memegang ponsel miliknya.
David melangkahkan kakinya dengan cepat untuk keluar dari ruang pribadinya dan berjalan ke arah pintu lift bertepatan dengan Ronald keluar dari pintu lift.
" Tuan ada apa?" tanya Ronald terkejut karena melihat aura gelap pada mata milik David yang memancarkan ingin membunuh seseorang.
" Kita pergi keluar." ucap David sambil masuk ke dalam pintu lift
__ADS_1
Ronald yang tadi ingin keluar langsung tangannya menekan tombol lantai dasar menuju parkiran mobil.
" Karen dan Clarissa sedang di serang." ucap David sambil menurunkan ponselnya dan menekan tombol loud speaker.
Mereka berdua mendengar percakapan Karen dan dokter Clarissa membuat mata David dan mata Ronald langsung berubah berwarna merah aura iblisnya langsung keluar.
Ting
Pintu lift terbuka dan merekapun langsung keluar dari pintu lift dan melangkahkan kakinya dengan cepat menuju ke arah mobil milik David.
Ronald membuka pintu mobil belakang kemudian David langsung masuk ke dalam mobil kemudian Ronald menutup pintu mobil dan dilanjutkan membuka pintu mobil kemudi dan masuk ke dalam mobil.
Ronald langsung mengemudikan dengan kecepatan tinggi.
" Lebih cepat lagi." perintah David sambil mengambil ponsel satunya untuk mengetahui letak posisi Karen dan dokter Clarissa dengan menggunakan GPS di ponsel milik Karen.
xxxxxxx
Ayo donk vote, like, hadiah dan komentarnya agar author semangat menulisnya.
xxxxxxx
Hallo, mampir ke karyaku yang lain ya :
Gadis Culun dan Ceo Lumpuh.
Cinta Satu malam Bersama Mafia
Cinta Satu Malam Bersama Mafia Sension 2
Cinta Pertama Psychopath
Cinta Pertama Mafia.
Perjalanan Cinta Sang Psychopath
Perjalanan Cinta 3 Pria Psychopath
Dan
Mohon dukungan dan Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉
Komentar 😍
Like 😍
vote 😍
tip 😍
Agar Author tetap semangat dalam menulis novel ini. Terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.
Salam Author
__ADS_1
Yayuk Triatmaja
xxxxxx