
Ronald melihat dokter Clarisa selesai mengecek pasien membuat Ronald mendekati dokter Clarisa.
" Kamu masih di sini? siapa yang sakit?" tanya dokter Clarissa
" Nona Karen yang sakit." ucap Ronald
" Apa sahabatku sakit?" teriak dokter Clarissa
" Sstttt berisik jangan teriak." ucap Ronald sambil membekap mulut dokter Clarissa.
Dokter Clarissa menganggukkan kepalanya tanda setuju barulah Ronald melepaskan tangannya.
" Apakah sahabatku sakit karena di siksa tuan David?" tanya dokter Clarissa
" Ya begitulah." ucap Ronald
Tiba - tiba dokter Clarissa ingat akan sesuatu membuat dokter Clarisa langsung menarik tangan Ronald membuat Ronald terkejut.
" Ikut aku ada yang ingin aku katakan sangat penting." ucap dokter Clarisa sambil tetap menarik tangan Ronald.
Ronald pun pasrah mengikuti langkah dokter Clarissa hingga sampai ke parkiran mobil.
" Kak Ronald tolong kendarai mobilku kita makan di restoran xxxx nanti aku ceritakan."ucap dokter Clarissa sambil menyerahkan kunci mobil ke Ronald.
" Baiklah." jawab Ronald singkat.
Ronald pun duduk di kursi pengemudi sedangkan dokter Clarissa duduk di samping pengemudi menuju ke restoran xxxx sesuai permintaan dokter Clarissa.
Hanya sampai 10 menit merekapun sudah sampai di sebuah restoran. Mereka masuk ke dalam restoran dan duduk di ruangan VVIP sambil berhadapan hanya di halangi oleh meja.
" Kak Ronald mau memesan apa?" tanya dokter Clarissa sambil mengambil buku menu.
" Apa saja, apa lebih baik kita bicara baru makan?" tanya Ronald
" Tidak, aku lapar banget perutku sudah perih dari tadi." ucap dokter Clarissa
" Baiklah." jawab Ronald yang tidak tega.
Dokter Clarissa pun melambaikan tangannya ke arah pelayan dan memesan makanan dan minuman.
" Sudah lama ikut tuan David?" tanya dokter Clarissa
" Kadang aku bingung denganmu." tanya Ronald menjawab pertanyaan dengan pertanyaan.
" Bingung kenapa?" tanya dokter Clarissa
" Kadang manggil kak David, kadang tuan dan kadang David padahal tuan David memintamu dan sahabatmu memanggilnya dengan sebutan kak David." ucap Ronald
" Suka - suka Kamilah memanggil apa daripada salah memanggil dengan nama orang lain." ucap dokter Clarissa
" Kamu itu dokter tapi bukan seperti dokter ngeselin banget." ucap Ronald dengan nada kesal
__ADS_1
" Khusus kak David dan kak Ronald tapi untuk yang lain tidak." ucap dokter Clarissa dengan nada santai.
Ronald menatap tajam ke arah dokter Clarissa tapi dokter Clarissa malah tidak takut. Dokter Clarissa ikut membalas dengan tatapan tajam ke arah Ronald sambil mendekatkan wajahnya ke arah Ronald dan hanya menyisakan 5 cm sedangkan bibirnya nyaris bersentuhan.
" Kamu pikir aku takut dengan tatapan ta...hmmpphht." ucap dokter Clarissa terpotong karena mendapatkan ciuman mendadak dari Ronald.
Tanpa sepengetahuan mereka berdua seseorang memotret mereka berdua dari jarak yang tidak begitu jauh.
Dokter Clarissa mendorong dengan sekuat tenaga dan menjauhkan wajahnya dari wajah Ronald. Sedangkan Ronald bisa menahan tubuhnya agar tidak terjatuh.
" Kau..."ucap dokter Clarissa dengan nada kesal dan jari telunjuknya diarahkan di dada Ronald.
" Bibirmu terasa manis." ucap Ronald sambil menjilati bibirnya.
" Ciuman pertamaku kamu ambil." ucap dokter Clarissa sambil menatap tajam ke arah Ronald.
" Sama aku juga ini ciuman pertamaku. Mau aku kembalikan?" tanya Ronald sambil tersenyum.
" Dalam mimpi, lebih baik ngomong sekarang dari pada menunggu makanan tidak da.." ucap dokter Clarissa terpotong karena seorang pelayan mengantarkan makanan yang sudah dipesan oleh dokter Clarissa.
" Seperti yang kamu katakan kita makan dulu baru bicara." ucap Ronald dengan nada santai walau sebenarnya dari tadi jantung nya berdetak kencang sejak dokter Clarissa memegang tangannya dan di tambah ciuman pertama mereka membuat jantung Ronald bertambah kencang
Dokter Clarissa terdiam hanya makan tanpa memperdulikan Ronald. Mereka pun makan tanpa ada yang bicara hanya suara sendok yang terdengar. Hingga 15 menit merekapun selesai makan dan minum.
" Aku tidak perlu berbasa-basi, aku hanya ingin tanya apakah sekarang sahabatku Karen hamil?" tanya dokter Clarissa
" Kamukan sahabatnya masa tidak tahu." ucap Ronald sambil meledek dokter Clarissa.
" Kak Ronald, terus terang aku sangat sibuk karena belum ada pengganti sahabatku. Sahabatku dokter Sandra sebenarnya sebulan lalu sudah pulang tapi sampai sekarang belum ada kabar beritanya. Sedangkan aku menghubungi sahabatku Karen ponselnya juga tidak pernah aktif. Aku mau ke rumahnya selalu sepi. Kini aku mohon sama kak Ronald apakah sahabatku Karen hamil atau tidak?" mohon dokter Clarissa sambil menatap mata Ronald.
Ronald yang melihat dokter Clarissa seperti orang berputus asa akhirnya tidak tega.
" Iya nona Karen sedang hamil dan tadi pagi hampir saja keguguran." ucap Ronald
" Kenapa bisa?" tanya dokter Clarissa dengan nada kuatir.
" Waktu pas sarapan pagi aku tidak sengaja mengungkit masa lalu tuan David dan membuat tuan David langsung marah dan mendorong Karen hingga terjatuh dan mengalami pendarahan padahal tuan David dan nona Karen waktu sarapan baik - baik saja." ucap Ronald
" Kenapa kak Ronald mengingat kejadian masa lalu kak David?" tanya dokter Clarissa
" Karena aku melihat mereka bahagia dan aku mengatakan :
" Tapi aku ikut senang nona karena tuan David sekarang sayang sama nona dan melupakan dendamnya."
" Aku tidak menyangka perkataan ku malah boomerang buat nona Karen karena itulah nona Karen masuk ke rumah sakit." ucap Ronald menunduk dan menyesali perkataannya dengan mata memerah menahan rasa sesak melihat Karen yang meringis kesakitan kemudian tidak sadarkan diri.
" Oh iya aku ingatkan padamu dan juga sahabatmu jangan pernah mengatakan masa lalu tuan David karena bisa membahayakan nona Karen." pinta Ronald.
" Akan aku ingat." ucap dokter Clarissa dengan wajah sedih.
" Kenapa dengan wajah sedihmu?" tanya Ronald bingung
__ADS_1
Dokter Clarissa menghembuskan nafasnya perlahan kemudian menatap mata Ronald.
" Kak Ronald kenal dengan kak Federick?" tanya dokter Clarissa menjawab pertanyaan dengan pertanyaan.
" Iya kenal dia sahabatku, memangnya kenapa? apakah kamu suka?" tanya Ronald dengan nada cemburu
" Tidak, kak Ronald bolehkah aku memelukmu?" tanya dokter Clarissa sambil berjalan ke arah Ronald dan duduk di samping Ronald.
" Ada apa?" tanya Ronald dengan perasaan senang.
Jantung Ronald berdetak kencang ketika dokter Clarissa duduk sangat dekat seperti ini.
xxxxx
Hallo, mampir ke karyaku yang lain ya :
Gadis Culun dan Ceo Lumpuh.
Cinta Satu malam Bersama Mafia
Cinta Satu Malam Bersama Mafia Sension 2
Cinta Pertama Psychopath
Cinta Pertama Mafia.
Perjalanan Cinta Sang Psychopath
Perjalanan Cinta 3 Pria Psychopath
Dan
Mohon dukungan dan Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉
Komentar 😍
Like 😍
vote 😍
tip 😍
Agar Author tetap semangat dalam menulis novel ini. Terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.
Salam Author
Yayuk Triatmaja
__ADS_1
xxxxxx