
" Kalian tunggulah di sini sampai tiga hari dan kabari aku jika ada sesuatu yang penting, aku ingin pergi." ucap Ronald sambil berdiri meninggalkan ke dua anak buahnya.
" Baik tuan." jawab anak buahnya serempak
Ronald menghubungi anak buahnya yang menunggunya di parkiran mobil. Tidak berapa lama anak buahnya datang dan Ronald membuka pintu dan duduk di kursi belakang pengemudi.
" Antarkan aku ke apartemen yang tadi." ucap Ronald dengan nada dingin.
" Baik tuan." jawab anak buahnya.
Ronald merebahkan badannya di kursi sambil kepalanya menatap kaca jendela mobil.
( " Kenapa aku begitu bodoh kalau aku memang sangat mencintai Clarissa, kenapa baru sekarang aku sadar kalau aku memang tidak bisa pisah dengan Clarissa. Akhhhhh... Clarissa aku sangat mencintaimu... maafkan aku." teriak Ronald dalam hati dan tanpa sadar air mata Ronald keluar ).
Anak buahnya sangat terkejut dengan sikap tuan Ronald karena tuan Ronald terkenal akan kekejamannya kini menangis hanya karena seorang gadis yang meninggal. Anak buahnya tidak berani bertanya karena dirinya tahu kalau seperti itu moodnya sedang jelek.
cittttt
" Bodoh, kamu mengerem mendadak? hahh!!!" bentak Ronald
" Maaf tuan di depan ada mobil menghalangi mobil kita." ucap anak buahnya.
" Baguslah hari ini aku ingin sekali membunuh orang." ucap Ronald yang matanya mulai berubah menggelap.
Ronald langsung turun dari mobil sambil mengeluarkan pisau lipatnya.
" Siapa kalian!!!!" bentak Ronald
" Aku adalah malaikat pencabut nyawa tuan." ucap salah satu dari enam pria tersebut.
" Bukan kalian tapi akulah pencabut nyawa kalian semua." ucap Ronald sambil tersenyum menyeringai.
Ronald berjalan ke arah mereka kemudian menarik rambut pria tersebut.
sretttt
akhhhhh
Ronald memotong leher pria tersebut hingga nyaris terputus seperti memotong ayam membuat pria tersebut berteriak kesakitan kemudian mati dengan cara mengenaskan.
" Serang dia cepat!!!" teriak salah satu dari mereka yang sepertinya ketua mereka.
sretttt
akhhhhh
Ronald memotong leher pria ke dua dan kini tinggal 4 orang lagi. Ronald dengan lincah berhasil menghindar dari serangan mereka dan membalas serangan mereka.
sretttt
akhhhh
Ronald menusuk dada salah satu pria tersebut hingga menembus jantung membuat pria tersebut kesakitan dan tidak berapa lama pria tersebut mati. Ronald mendorong tubuh pria tersebut ke arah ke tiga temannya yang masih hidup.
" Siapa yang menyuruh kalian!!!" bentak Ronald
" Kami tidak akan memberitahukannya." ucap salah satu dari mereka dengan tubuh gemetar menahan rasa takut.
sretttt
akhhhh
__ADS_1
Ronald kembali memotong salah satu dari mereka hingga mati seketika dan kini tingga dua orang lagi.
sretttt
akhhhh
Ronald menusuk dada salah satu pria tersebut hingga menembus jantung membuat pria tersebut kesakitan dan tidak berapa lama pria tersebut mati. Ronald mendorong tubuh pria tersebut ke arah ke temannya yang masih hidup.
" Tinggal kamu sendiri, sekarang katakan atau aku bunuh sama seperti temanmu." ucap Ronald sambil tersenyum menyeringai.
" Sekali tidak tetap tidak " ucap pria itu karena dirinya tidak mengatakannya disebabkan yang menyuruhnya menyandera keluarganya.
" Baiklah kalau itu maumu." ucap Ronald
sretttt
akhhhh
Ronald menusuk dada salah satu pria tersebut hingga menembus jantung membuat pria tersebut kesakitan dan tidak berapa lama pria tersebut mati. Ronald mendorong tubuh pria tersebut ke jalan raya.
Ronald menghubungi anak buahnya untuk membereskan ke enam jasad pembunuh bayaran. Ronald dengan santai masuk ke dalam mobil dan anak buahnya melanjutkan perjalanannya ke apartemen milik dokter Clarissa.
Sampai di apartemen dokter Clarissa, Ronald masuk ke dalam dan membersihkan dirinya. Setelah hampir setengah jam Ronald keluar dari kamar mandi dan mata elangnya melihat noda darah perawan milik dokter Clarissa.
" Hiks... hiks... Clarissaaaaaaaaaa.. " teriak Ronald sambil menangis menyesali perbuatan juga perkataannya.
Ronald duduk di lantai sambil menyesali perbuatannya.
" Seandainya aku bisa menahan diriku untuk tidak melakukan itu, mungkin Clarissa masih di sini bersamaku atau jika aku melakukannya dan aku mau bertanggung jawab Clarissa pasti ada di sini dan kami akan menikah. Maafkan aku Cla? kenapa aku baru tersadar kalau ternyata aku sudah jatuh cinta di saat aku kehilanganmu Cla? tanya Ronald dengan nada lirih.
Karena lelah Ronald pun berbaring di ranjang milik Dokter Clarissa dan tidak berapa lama Ronald pun sudah tertidur pulas.
xxxxxxx
" Si*l, sekarang stop dulu kita cari waktu yang tepat untuk membunuh David dan Ronald." perintah pria paruh baya.
" Baik tuan." ucap anak buahnya dengan patuh.
tut tut tut tut tut tut
Pria paruh baya itupun mematikan ponselnya secara sepihak.
xxxxxxx
Dua Bulan Kemudian
Tidak terasa waktu berjalan dengan cepat, hubungan David dan Karen berjalan dengan harmonis. Hari - hari Karen sangat bahagia terlebih usia kandungan sekarang menginjak 4 bulan lebih dan perutnya sudah mulai membuncit sedangkan usia kandungan dokter Sandra sudah 3 bulan.
Orang tua Karen kini tinggal bersama David dan Karen karena untuk menjaga kandungan Karen karena David sudah melupakan dendamnya hal itu membuat orang tua Karen dan Karen sangat bahagia.
Semenjak meninggalnya dokter Clarissa membuat hati Ronald semakin membeku setiap ada wanita yang mendekati Ronald tampak di wajah Ronald melihat dokter Clarissa yang sedang sedih sepertinya belum merelakan dirinya melupakan dokter Clarissa.
Jiwa Psycopath Ronald semakin sadis membunuh orang - orang jika bermasalah dengannya atau bermasalah dengan bosnya maka dirinya tidak segan - segan membunuh atau menyiksanya terlebih dahulu.
xxxxxxx
Di negara S, seorang wanita cantik sedang berada di toilet ruang kerjanya.
hoek
hoek
__ADS_1
" Kenapa setiap pagi aku selalu mual ya? apakah aku hamil?" tanya wanita itu pada dirinya sendiri.
" Tapi apakah mungkin, kamikan hanya melakukan itu hanya semalam." sambung wanita itu lagi.
" Lebih baik aku pergi ke apotik." ucap wanita itu
Wanita cantik itupun keluar dari ruangannya namun baru beberapa langkah bosnya memanggil dirinya.
" Angelina mau kemana?" tanya bosnya
" Maaf tuan saya ingin pergi keluar sebentar nanti saya ke sini lagi." ucap wanita yang bernama Angelina.
" Perlu kuantar?" tawar bosnya
" Tidak usah tuan, saya hanya sebentar saja. Permisi tuan saya pergi dulu, apakah tuan ingin pesan sesuatu?" tanya Angelina
" Tidak, kalau begitu hati - hati di jalan." ucap bosnya
" Baik tuan, permisi." jawab Angelina
Bosnya hanya menganggukkan kepalanya namun baru beberapa langkah kepalanya bertambah pusing karena tidak kuat Angelina memegang pintu lift .
xxxxx
Hallo, mampir ke karyaku yang lain ya :
Gadis Culun dan Ceo Lumpuh.
Cinta Satu malam Bersama Mafia
Cinta Satu Malam Bersama Mafia Sension 2
Cinta Pertama Psychopath
Cinta Pertama Mafia.
Perjalanan Cinta Sang Psychopath
Perjalanan Cinta 3 Pria Psychopath
Dan
Mohon dukungan dan Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉
Komentar 😍
Like 😍
vote 😍
tip 😍
Agar Author tetap semangat dalam menulis novel ini. Terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.
Salam Author
Yayuk Triatmaja
__ADS_1
xxxxxx