Perjalanan Cinta 3 Pria Psycophat

Perjalanan Cinta 3 Pria Psycophat
Federick dan David


__ADS_3

Federick kembali ke ruangan lab untuk mencari penawar obat untuk Karen.


" Jika nona Karen hamil maka racun dari orang itu dan racun yang kubuat ikut bergabung maka racun di tubuh nona Karen akan bertambah kuat dan bisa membunuh janin dan nona Karen. Aku hanya bisa membuat obat untuk memperpanjang umurnya sampai 2 atau 3 tahun lagi yang setiap seminggu sekali harus rutin di konsumsi. Dalam waktu 3 tahun aku ada waktu untuk mencari penawarnya." ucap Federick.


Federick menatap pelayannya yang sedang menatap dirinya dengan tajam.


" Tenang saja sebentar lagi kamu akan mati karena saya ada pesanan untuk membuat obat racun tanpa diketahui oleh seorang dokter." ucap Federick sambil tersenyum devil.


Federick mulai meracik kembali ramuan beracun yang lebih berbahaya dari racun Karen. Setelah berhasil di buat Federick mendekati pelayan itu yang ke dua kaki dan tangannya di ikat dengan kencang yang menyatu dengan ranjangnya.


" Percuma kamu bergerak karena kedua tangan dan kakimu akan memerah, terima saja kematian mu." ucap Federick dengan wajah polosnya.


Federick menyuntik ke lengan pelayan itu, setelah selesai Federick menyimpan kembali alat suntikkan dan botol yang berisi racun yang sudah di pesan seseorang.


" Setengah jam lagi kamu akan mati dan nanti seorang bodyguardku akan membuangmu ke lubang yang mirip sumur dan sangat dalam tanpa tahu dasarnya." ucap Federick dengan nada santai.


Federick duduk dengan santai sambil memperhatikan pelayan itu dengan tubuh yang masih polos tanpa sehelai benang pun dan penuh luka lebam baik tubuhnya maupun mulutnya.


" Aku heran melihatmu polos tanpa sehelai benang adik kecilku tidak berpengaruh sama sekali tapi kenapa dekat dengan Sandra adik kecilku langsung tegang dan ingin sekali merasakannya padahal masih memakai pakaian lengkap." ucap Federick menatap pelayan itu dengan wajah polosnya.111


Pelayan itu hanya memalingkan wajahnya, tubuhnya sudah mulai menggigil karena tidak menggunakan pakaian.


" Oh kamu kedinginan, tenang karena aku pria paling baik maka aku kasih selimut." ucap Federick tanpa dosa.


Federick mengambil selimut kemudian tubuh pelayan itupun diselimuti. Tidak berapa lama tubuhnya mulai kejang - kejang tanda obatnya mulai bereaksi selama 5 menit kemudian pelayan itupun menghembuskan nafasnya terakhirnya.


" Akhirnya mati juga." ucap Federick dengan santai sambil melepaskan ke dua ikatan tangan dan kedua kaki pelayan itu.


Federick dengan santai menggendong mayat tersebut dan di bawa keluar sambil memanggil bodyguard untuk di buang ke jurang.11


" Buang bawa mayat ini ke jurang." perintah Federick sambil memberikan mayat pelayan itu.


Bodyguard itupun membawa mayat pelayan untuk di buang ke lubang mirip sumur yang sangat dalam tanpa tahu dasar tempat khusus eksperimen Federick membuang mayat-mayat.


Federick berjalan ke kamarnya untuk mandi karena tubuhnya sangat lengket dan lelah. Selesai mandi dan berpakaian Federick mengambil ponselnya untuk melihat pesan masuk.


" Sandra kenapa tidak menghubungi aku ya?" tanya Federick bingung.


Federick pun menghubungi dokter Sandra karena Federick sangat merindukan suaranya. Deringan pertama, ke dua, ke tiga dan ke empat tidak di angkat padahal nomernya aktif.


Federick yang penasaran mencoba menghubungi dokter Sandra kembali tapi berkali kali mencoba dokter Sandra tidak mengangkatnya malah nomer Federick langsung di blokir oleh dokter Sandra.


" Si*l nomerku di blokir, awas ya kamu Sandra akan aku balas." ucap Federick sambil tersenyum menyeringai.


Federick yang tubuhnya lelah membuatnya merebahkan dirinya dan tidak berapa lama Federick sudah tertidur pulas.


xxxxxxx


Di Rumah Sakit


Dokter Sandra yang sangat kecewa dengan Federick atas ucapannya menerima tugas dari pimpinan rumah sakit untuk membantu orang-orang pendalaman di desa xxxx bersama 4 dokter dan 5 perawat.


" Kenapa kamu ambil? apa karena laki - laki itu?" tanya dokter Clarisa

__ADS_1


" Iya, karena itu aku ingin menenangkan diriku di sana. Aku juga sebenarnya sangat suka tinggal pendalaman karena itulah aku ambil." ucap dokter Sandra.


" Aku sebagai seorang sahabat hanya bisa mendoakan yang terbaik buat sahabatku." ucap dokter Clarisa.


" Terima kasih atas doanya, salam buat Karen karena besok pagi aku akan berangkat ke bandara." ucap dokter Clarisa.


" Kamu hubungi donk." ucap dokter Sandra


" Kalau aku hubungi malasnya pria itu nanti tahu akan kepergian ku." ucap dokter Sandra.


" Benar juga sih tadi aja pria itu ada dan sepertinya mereka bersahabat." ucap dokter Clarisa.


" Karena itulah aku tidak mau menghubungi Karen apalagi Karen kan lagi sakit." ucap dokter Sandra


" Betul juga sich yang ada nanti tambah banyak pikiran dan mudah sakit." ucap dokter Clarisa.


" Aku pamit pulang dulu menyiapkan semuanya." ucap dokter Sandra berpelukan sambil cipika cipiki


" Ok, hati - hati di jalan. Besok pagi aku antar ke bandara jam 7 pagi kan?" tanya dokter Clarissa.


" Yup. Ok aku pulang dulu." pamit dokter Sandra


" Bye." jawab dokter Clarissa


" Bye." balas dokter Sandra


Dokter Sandra pun pergi meninggalkan rumah sakit sedangkan dokter Clarissa berjalan ke arah ruangannya.


xxxxx


" Sudah makan?" tanya Karen


" Belum." jawab David


" Kenapa belum makan?" tanya Karen


" Belum lapar, kamu sudah lapar?" tanya David


" Iya." jawab Karen singkat


David mengambil bubur buatan sahabat Karen.


" Ini ada bubur buatan sahabatmu sepertinya sudah dingin karena kamu lama sadarnya." ucap David


" Tidak apa-apa." ucap Karen sambil tangan kanannya mengadahkan ke David meminta mangkok.


" Kamu mau minta apa?" tanya David bingung


" Mangkok, aku bisa makan sendiri." ucap Karen


" Tidak biar aku suapi." ucap David


" Sekarang buka mulutmu." sambung David.

__ADS_1


Karen membuka mulutnya dan David mulai menyuapi bubur yang sudah mulai dingin. Hanya 5 menit bubur itupun habis, David memberikan gelas yang berisi air mineral. Karen meminumnya dengan menggunakan sedotan.


Hati Karen sangat senang mendapatkan perlakuan suaminya. Selesai meminum gelas itupun di taruh di meja.


" Tuan tidak makan?" tanya Karen


" Belum lapar." ucap David


Karen melirik ada piring yang masih utuh.


" Makanannya sudah dingin ya? aku masak buat tuan ya?" pinta Karen


" Aku belum lapar." ulang David.


" Baiklah setelah ini dan seterusnya aku tidak akan makan kalau tuan tidak makan." ucap Karen


xxxxx


Hallo, mampir ke karyaku yang lain ya :



Gadis Culun dan Ceo Lumpuh.


Cinta Satu malam Bersama Mafia


Cinta Satu Malam Bersama Mafia sension 2


Cinta Pertama Psychopath


Cinta Pertama Mafia.


Perjalanan Cinta Sang Psychopath



Dan


Mohon dukungan dan Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉


Komentar 😍


Like 😍


vote 😍


tip 😍


Agar Author tetap semangat dalam menulis novel ini. Terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.


Salam Author


Yayuk Triatmaja

__ADS_1


xxxxxx


__ADS_2