Perjalanan Cinta 3 Pria Psycophat

Perjalanan Cinta 3 Pria Psycophat
Pengorbanan Karen


__ADS_3

Ronald dan Federick sangat terkejut melihat David di tembak.


dor


akh


bruk


Ronald langsung menembak pas di dahi tuan Ferguson hingga dirinya mati di tempat. Ronald dan Federick langsung menembak semuanya tanpa ada yang sisa, mereka mati di tangan Ronald, Federick dan anak buah Federick.


Ronald bersama anak buah Federick membawa tuan David sedangkan Federick melepaskan ikatan di kedua tangan dan ke dua kaki Karen kemudian menggendongnya untuk di bawa ke rumah sakit.


Singkat cerita kini mereka berada di rumah sakit. Karen dan David langsung dilarikan ke ruang UGD. Federick dan Ronald sedang menunggu di ruang UGD sedangkan dokter Sandra berada di dalam ruangan operasi mengambil peluru yang bersarang di ke dua mata, dua kaki dan juga dada yang berada di tubuh David sedangkan Karen dirawat insentif karena mengalami pendarahan kembali.


" Dokter kondisi tuan David semakin kritis karena pelurunya tepat mengenai jantungnya." ucap salah satu dokter.


Dokter Sandra yang sedang mengambil peluru terakhir yang berada di kaki David membuatnya berhenti sesaat. Dokter Sandra menghembuskan nafasnya dengan kasar sambil memandangi wajah pucat David.


" Iya aku tahu, ke dua matanya mengalami buta dan jantungnya terkena peluru. Harapan untuk sembuh hanya 20 persen saja." ucap dokter Sandra.


Karen yang mendengar suara sahabatnya yaitu dokter Sandra perlahan membuka matanya dan menatap wajah sahabatnya.


" Sandra, aku mohon setelah aku melahirkan sumbanglah jantungku, ke dua bola mataku dan juga ke dua ginjalku." ucap Karen


" Ke dua ginjal?" tanya dokter Sandra ulang.


" Ya benar, suamiku ke dua ginjalnya rusak parah karena dari remaja sering mengkonsumsi alkohol sampai mabuk hingga merusak ke dua ginjalnya." ucap Karen lirih


" Kenapa dia meminum alkohol secara berlebihan hingga kak David mabuk?" tanya dokter Sandra


" Karena dia ingin melupakan kesedihan orang tuanya yang meninggal gara - gara ke dua orang tuaku. Aku mohon lakukan permintaan terakhirku." ucap Karen sambil tersenyum tulus.


" Kalau suamimu bangun apa yang mesti aku katakan?" tanya dokter Sandra


" Selama masih sakit katakan kalau aku belum sadar dan jika suamiku sudah bisa melihat dan benar - benar sembuh antarkan suamiku ke kuburanku. Aku mohon lakukanlah permintaan terakhir ku ini." pinta Karen ulang dengan nada lirih.


" Maaf Karen aku tidak bisa." tolak dokter Sandra yang tidak ingin kehilangan sahabat baiknya.


" Sandra aku mohon, kamu juga tahukan setelah aku melahirkan aku bakalan mati jadi berikanlah organku yang penting untuk suamiku." mohon Karen dan tidak berapa lama air mata Karen keluar.


" Tapi suamiku sudah menemukan obat penawar untukmu." ucap dokter Sandra berusaha menolaknya.


" Sandra aku mohon banget, orang tuaku mengambil paksa nyawa ke dua orang tua suamiku dan sekarang aku ingin menebus rasa bersalahku pada suamiku. Berikanlah ke dua ginjal, jantung dan ke dua mataku dan bilang padanya untuk merawat apa yang telah kuberikan padanya. Bilang padanya juga aku sangat mencintai suamiku dan rawatlah anaknya dengan penuh kasih sayang." ucap Karen


" Akh... sakit..." teriak Karen sambil membelai perutnya mulai kram dan tidak berapa lama darah keluar lagi dari sela - sela pahanya.


" Karen kamu harus kuat." pinta dokter Sandra


" Dokter Sandra, tuan David semakin kritis sepertinya harapannya sangat tipis sekali." ucap salah satu dokternya.


" Sahabatku, aku mohon lakukanlah." pinta Karen sambil memejamkan matanya menahan rasa sakit yang teramat sangat.


" Suamiku aku sangat mencintaimu, jaga anak kita baik - baik. Sayang maafkan mommy tidak bisa melihatmu." ucap Karen dan tidak berapa lama Karen pun tidak sadarkan diri.

__ADS_1


" Dokter sepertinya nona Karen harus dioperasi dan kemungkinan hidup sangat tipis." ucap salah satu dokter.


Dokter Sandra menghembuskan nafasnya dengan kasar sambil memejamkan matanya dan tidak berapa lama air matanya keluar. Pengorbanan Karen membuat dirinya terasa sangat menyakitkan hatinya karena dirinya ingin sekali egois tapi permintaan terakhir Karen lah membuatnya terpaksa melakukannya.


" Lakukan operasi pada nyonya Karen setelah itu ambil ke dua ginjal, ke dua mata dan jantung ." perintah dokter Sandra


" Baik dokter." jawab mereka serempak.


Merekapun melakukan tugasnya dengan cepat mengingat kondisi David yang semakin kritis. Dokter Sandra menghapus air matanya dengan kasar kemudian ikut membantu operasi.


xxxxxxx


Di pintu luar UGD Ronald dan Federick menunggu Karen dan David yang berada di ruang UGD.


" Lama sekali." ucap Ronald sambil mengusap wajahnya dengan kasar.


" Kedua mata tuan David bisa dipastikan buta karena ke dua matanya tertembak, kalau ke dua kakinya kemungkinan dua atau tiga Minggu bisa berjalan normal." ucap Federick sambil mengusap wajahnya juga.


" Tapi tembakan yang mengenai dadanya apakah menembus jantungnya?" tanya Ronald pada dirinya sendiri


" Kalau terkena kemungkinan bisa saja meninggal." ucap Federick lirih.


" Akhh... tuan David, sungguh aku tidak bisa membayangkan ke dua ginjalnya rusak, mata buta dan jantungnya.." ucap Ronald tanpa sadar air matanya keluar.


" Iya benar, aku tidak bisa membayangkannya... akhhh... seandainya saja tadi aku datang lebih cepat sahabat istriku Karen tidak akan di sandera dan sahabatku David tidak mengalami kejadian yang sangat mengerikan." ucap Federick menyesali karena tidak datang lebih cepat.


" Sudah terjadi tidak bisa di ubah lagi, kita tidak tahu akan begini jadinya. Tuan David juga sebelum berangkat ke perusahaan hatinya juga merasa tidak enak ternyata..."ucap Ronald menggantungkan kalimatnya.


oooeeeeee


Setelah berapa lama seorang perawat membuka pintu ruangan UGD.


ceklek


Ronald dan Federick langsung berdiri mendekati perawat yang mendorong inkubator berisi bayi Karen dengan David.


" Bayinya laki - laki tuan.- jawab perawatnya.


" Tampan sekali mirip tuan David." ucap Ronald


" Iya benar sangat mirip, duplikatnya tuan David versi bayi." jawab Federick


" Maaf tuan bayinya akan saya bersihkan dulu." ucap perawat tersebut.


" Baik silahkan suster " jawab mereka serempak.


Suster itupun hanya tersenyum sambil mendorong inkubator ke ruang khusus perawatan bayi.


" Anakku nanti mirip siapa ya?" tanya Federick sambil berfikir


" Kalau tidak mirip denganmu ya mirip istrimu." celetuk Ronald.


" Hehehehe." ucap Federick terkekeh-kekeh.

__ADS_1


" Semalam aku bermimpi Clarissa menggendong bayi ketika aku mendekatinya Clarissa di peluk oleh seorang pria asing." ucap Ronald


" Mungkin Clarissa masih hidup, sudah menikah dan mempunyai anak." ucap Federick


" Tidak mungkin kalau mempunyai anak karena sudah tujuh bulan sejak dikabarkan kalau Clarissa meninggal, kalau mempunyai anak kemungkinan besar adalah anakku." ucap Ronald


" What??? apakah kamu sudah melakukannya?" tanya Federick dengan nada terkejut karena pasalnya Ronald adalah tipe orang yang paling anti dengan wanita.


" Sudah dan pertama kali kami melakukannya ternyata sangat enak." ucap Ronald sambil membayangkan dirinya melakukan hubungan suami istri bersama dokter Clarissa.


" Tentu saja enak, aku saja sebelum menikah sudah melakukan terlebih dulu karena aku tidak ingin kalau Sandra dimiliki oleh laki - laki lain." ucap Federick dengan nada santai.


xxxxx


Hallo, mampir ke karyaku yang lain ya :



Gadis Culun dan Ceo Lumpuh.


Cinta Satu malam Bersama Mafia


Cinta Satu Malam Bersama Mafia Sension 2


Cinta Pertama Psychopath


Cinta Pertama Mafia.


Perjalanan Cinta Sang Psychopath


Perjalanan Cinta 3 Pria Psychopath



Dan


Mohon dukungan dan Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉


Komentar 😍


Like 😍


vote 😍


tip 😍


Agar Author tetap semangat dalam menulis novel ini. Terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.


Salam Author


Yayuk Triatmaja


xxxxxx

__ADS_1


__ADS_2