
Di tempat yang berbeda Federick dan dokter Sandra yang sudah menikah dan usia pernikahan mereka menginjak 2 bulan. Dokter Sandra kini sudah hamil 4 minggu dan tentu saja Federick sangat senang mendengarnya.
Dokter Sandra dan Federick sedang berbaring di ranjang setelah melakukan kegiatan panasnya di siang hari.
" Daddy tinggal 2 bulan lagi tugas menjadi dokter akan segera selesai ?" ucap dokter Sandra.
" Iya tidak berasa usia pernikahan kita sudah 2 bulan." ucap Federick sambil mengelus perut istrinya yang masih rata.
" Setelah dua bulan masa kerjaku selesai kita pulang kembali ke kota. Aku sangat kangen dengan ke dua sahabatku." ucap dokter Sandra.
" Setelah masa kerja mommy selesai, kita pergi ke luar negri selama 3 bulan karena ada pekerjaan yang daddy kerjakan karena pekerjaan daddy banyak sekalian kita berbulan madu." Ucap Federick sambil mengecup perut istrinya yang masih rata.
Sejak dokter Sandra hamil panggilan yang semula honey dan sayang berubah menjadi mommy dan daddy. Itu juga usul dari Federick sedangkan dokter Sandra tipe wanita penurut hanya menuruti apapun keinginan suaminya.
" Lama sekali kita perginya?" keluh dokter Sandra.
" Kenapa? mommy tidak betah?" tanya Federick sambil menatap wajah cantik istrinya.
" Betah daddy tapi mommy kangen sama ke dua sahabat mommy. Aku ingin menghubungi ke dua sahabatku tapi ponselku malah rusak di banting sama penjahat." ucap dokter Sandra.
" Mereka sudah Daddy berikan hukuman jadi mommy tenang saja?" ucap Federick dengan nada dingin.
" Daddy kasih hukuman apa ke mereka?" tanya dokter Sandra penasaran karena suaminya tidak menceritakannya.
" Sudah lupakan saja tidak perlu mengingatnya kembali." ucap Federick dengan nada masih dingin.
" Ayolah Daddy, mommy sangat penasaran dan anak kita juga ikut penasaran lho?" ucap dokter Clarissa membawa nama anaknya yang belum lahir.
" Jika daddy ceritakan apakah mommy akan pergi dariku?" tanya Federick sambil menatap mata istrinya.
" Tidak, kenapa mommy mesti meninggalkan daddy?" tanya dokter Sandra.
" Setelah Daddy ceritakan pasti mommy akan pergi meninggalkan Daddy dan juga sangat takut dengan Daddy." ucap Federick dengan nada sendu.
Jujur saja selama pernikahan berjalan dua bulan Federick sangat mencintai istrinya dan tidak ingin istrinya di lukai oleh siapapun.
" Daddy percaya lah sama mommy apapun yang terjadi mommy tidak mungkin meninggalkan Daddy." ucap dokter Sandra sambil menatap mata suaminya.
Federick menghembuskan nafasnya perlahan sambil memejamkan matanya setelah berapa saat Federick membuka matanya dan menatap wajah istrinya. Federick pun akhirnya menceritakan semuanya tanpa ada yang ditutupi nya.
FLASH BACK ON
Sepulang dari rumah sakit dokter Sandra mengendarai mobil menuju ke tempat kantor suaminya namun di dalam perjalanan menuju ke kantor suaminya dua mobil selalu mengikuti mobil dokter Sandra. Dokter Sandra pun langsung menghubungi suaminya yang bernama Federick. Sambungan telepon pertama Federick langsung mengangkatnya.
__ADS_1
" Hallo sayang kangen ya?" goda Federick.
" Honey, ada dua mobil mengikuti aku." ucap dokter Sandra dengan menggunakan handset nya.
" Mungkin memang mereka satu arah sayang." jawab Federick.
" Mungkin perasaan aku kali ya honey." tanya dokter Sandra sambil tersenyum malu.
" Bisa jadi sayang, sayang langsung ke kantorku kan hari ini? kita mau melihat - lihat mansion kalau cocok dan bagus kita langsung beli dan menempati mansionnya. Honey lebih suka tinggal di mansion dari pada di hotel." ucap Federick.
" Ini aku lagi dalam perjalanan honey menuju ke arah kantor honey." ucap dokter Clarissa.
" Hati - hati sayang, honey tunggu." ucap Federick.
" Baik..." ucap dokter Sandra terputus karena ada suara tembakkan ke arahnya.
dor
cittttt
akhhhh
Di tengah jalan yang sepi salah satu dari mereka menembakan senjatanya ke arah ban mobil dokter Sandra. Membuat dokter Sandra mengerem mendadak selain terkejut dirinya juga merasakan kalau ban mobilnya terkena tembakan karena mobilnya seperti oleng.
" Aku baik - baik saja tapi tidak tahu honey karena ada dua mobil yang menghadangku dan mereka berjumlah sekitar 12 orang pria yang berwajah sangar. Honey jika ternyata aku mati di bunuh mereka, honey jangan kawin lagi ya?" ucap dokter Sandra.
" Sayang jangan ngomong seperti itu, tunggu sebentar lagi aku akan ke sana." ucap Federick.
" Hei keluar cepat kalau tidak wajah cantikmu akan hancur terkena pecahan kaca." ancam seorang pria.
" Honey, aku hanya bisa bilang kalau aku sangat ... sangat dan sangat mencintaimu.. kalau honey ingin menikah lagi tunggu sampai satu tahun kematianku baru honey menikah lagi." ucap dokter Sandra.
" Sayang!!! jangan bicara seperti itu aku tidak suka." bentak Federick sambil mengendarai mobil dengan kencang.
Dokter Sandra membuka mobilnya dan melawan mereka yang berjumlah 12 orang.
bugh
duak
bugh
duak
__ADS_1
Federick mendengar suara orang - orang berkelahi karena dokter Sandra tidak mematikan ponselnya dan pintu mobil juga tidak di tutup.
Dokter Sandra berusaha menghindar dari serangan mereka dan sekali - kali memberikan tendangan yang mematikan yaitu menendang dengan sangat keras aset berharga pria tersebut.
" Akhhhh sial sakit." teriak salah satu dari mereka sambil duduk berlutut memegangi aset berharga yang terasa sangat sakit sekali.
" Berengs*k, kamu harus mati nona." ucap salah satu dari mereka.
Mereka menyerang bertubi - tubi hingga salah satu dari mereka memukul punggung dokter Sandra.
duak
" Akhhhh honey...." teriak dokter Sandra dan tidak berapa lama dokter Sandra pun tidak sadarkan diri.
brugh
duak
duak
duak
duak
Dokter Sandra langsung tidak sadarkan diri ketika salah satu pria tersebut memukul punggung dokter Sandra. Mereka menendang dokter Sandra tanpa iba tidak memperdulikan jika dokter Sandra sudah pingsan.
Dua orang masuk ke dalam mobil dokter Sandra dan melihat sebuah ponsel tergeletak di kursi pengemudi. Terdengar suara seorang pria yang sedang berteriak. Salah satu dari mereka mendengarkan suaranya.
" Sayang, kamu baik - baik saja?" tanya Federick dengan nada panik
" Sebentar lagi istrimu akan mati dengan cara mengenaskan sama seperti putriku yang kamu siksa hingga kamu membunuhnya dengan cara sadis. Istrimu sekarang di tendang secara beramai - ramai dan sebentar lagi akan menemani putri ku yang sudah tiada." ucap pria paruh baya dengan senyum iblisnya.
brak
Pria paruh baya itupun membanting ponsel dokter Sandra kemudian menginjak nya hingga hancur berkeping-keping tanpa bentuk.
Pria paruh baya itu membalikkan badannya dan melihat dokter Sandra bibir, mulut, kepala dan di sela - sela pahanya mengeluarkan darah segar.
" Berhenti, cek apakah masih hidup atau sudah mati?" tanya pria paruh baya dengan nada dinginnya.
Salah satu dari mereka mengecek nadi dan nafas dokter Sandra.
" Masih ada nafasnya tapi sebentar lagi juga mati karena nafasnya sangat lambat." ucap salah satu dari mereka.
__ADS_1