Perjalanan Cinta 3 Pria Psycophat

Perjalanan Cinta 3 Pria Psycophat
Ronald Tertembak


__ADS_3

Dokter Clarissa mendengar kalau Ronald mengatakan ada yang mengikuti mereka. Dokter Clarissa langsung melihat ke arah belakang dan benar saja dua mobil sedang mengikuti mobil Ronald.


" Tolong ambilkan ponselku di dalam kemejaku. perintah Ronald.


" Baik." Jawab dokter Clarissa


Dokter Clarissa mendekati Ronald dan tangan kanannya mengambil ponsel milik Ronald, ke dua jantung mereka berdetak kencang terlebih hembusan nafas keduanya terasa di wajah mereka masing - masing membuat dokter Clarissa menjadi salah tingkah hingga tanpa sadar tangan kirinya menyentuh adik kecil Ronald.


cup


" Jangan menyentuh adik kecilku." bisik Ronald sambil mengecup bibir dokter Clarisa yang wajahnya sangat dekat dengan wajah Ronald.


" Kenapa menciumku? dan apa maksud kak Ronald memegang adik kecil?" tanya Dokter Clarisa dengan nada polos sambil tangan kirinya tidak sengaja meremas pelan.


" Ssstt... ahhh.. tangan kirimu.. sstttt.. ahhh..lepas jangan sentuh adikku..." desah Ronald.


" Maksud kak Ronald ini." tanya dokter Clarissa sambil meremas pelan dan melihat tangan kirinya memegang adik kecil Ronald.


" Clarissa... stop.. kalau tidak aku benar - benar akan memakanmu." ucap Ronald menahan gairahnya yang memuncak terlebih adik kecilnya sudah mulai terasa sesak.


" Kak kok tambah besar ya?" tanya dokter Clarissa polos sambil melepaskan tangannya yang tadi membelai adik kecil milik Ronald.


" Bagaimana tidak besar kalau kamu tadi menyentuhnya." ucap Ronald dengan nada kesal.


" Hehehehe... maaf tidak sengaja aku pikir bola karena pas di pegang - pegang kok kenyal - kenyal .." ucap Dokter Clarisa sambil tersenyum malu kemudian duduk menghadap ke arah depan sambil memegang ponsel milik Ronald.


" Apa kamu tidak pernah memegangnya?" tanya Ronald sambil melirik sekilas


" Tidak, baru pertama kalinya." ucap dokter Clarissa


" Cari nama Aliando yang berada di kontak di ponselku." ucap Ronald mengalihkan pembicaraan.


" Ok." jawab dokter Clarissa sambil mencari nama Aliando


" Bilang suruh datang segera dan ikuti gps" ucap Ronald


" Ok." jawab dokter Clarissa singkat


Clarissa menekan tombol panggilan dan panggilan pertama langsung di angkat.


" Hallo dengan tuan Aliando?" tanya dokter Clarissa


" Ya benar, kok ponsel tuan Ronald ada di tangan nona?" tanya Aliando


" Saya di...." ucap dokter Clarissa terpotong oleh Ronald


" Aliando ikuti gpsku, mobilku diikuti oleh dua mobil." peristiwa Ronald


" Baik tuan." jawab Aliando


" Matikan ponselnya." perintah Ronald


" Ok." jawab dokter Clarissa


tut tut tut tut tut


Clarissa pun mematikan ponselnya secara sepihak.


cittttt


Ronald mengerem mobilnya secara mendadak karena di depan mobilnya mendadak berhenti. Untunglah ke dua tangan dokter Clarissa menahan tubuhnya agar tidak terkena dasboard mobil. Empat orang keluar dari mobil depan begitu pula dengan mobil belakang ada 8 orang karena di belakang mobil Ronald ada 2 mobil total ada dua belas orang.


" Aduh baru juga berkelahi, masa berkelahi lagi." keluh Ronald


" Sebenarnya siapa mereka dari tadi menyerangku dan juga Karen pasalnya kami tidak mempunyai musuh." ucap dokter Clarissa


" Apa mungkin musuh kak David dan kak Ronald?" sambung dokter Clarisa


" Sudahlah kamu tunggu di dalam." perintah Ronald


" Tidak aku akan membantu karena musuhnya banyak." ucap dokter Clarissa sambil membuka tas untuk mengambil kartu domino.


" Buat apa kartu domino? kamu mau ngajakin aku main? kamu tidak lihat kita di kepung musuh." tanya Ronald beruntun.


" Nanti kak Ronald akan tahu." jawab dokter Clarissa.


" Terserah, aku bawa pistol dua kamu satu aku satu." ucap Ronald

__ADS_1


" Tidak, senjataku sudah cukup kartu domino ini." tolak dokter Clarissa


" Hah!!" ucap Ronald dengan nada bingung


" Nanti akan tahu, ayo kita turun." ucap dokter Clarissa sambil membuka pintu mobilnya.


Ronald yang melihat dokter Clarissa turun, Ronald pun ikut turun.


" Bunuh mereka berdua." teriak salah satu dari mereka.


dor


akhhhhh


jleb


akhhhhh


dor


akhhhhh


jleb


akhhhhh


dor


akhhhhh


jleb


akhhhhh


dor


akhhhhh


jleb


akhhhhh


Ronald yang melihatnya merasa kagum dengan kehebatan dokter Clarissa. Kini tinggal tersisa 4 orang lagi. Punggung Ronald dan punggung dokter Clarissa saling menempel sambil berputar melihat pergerakan musuhnya.


" Siapa yang memerintahkan kalian?" tanya Ronald


" Kami tidak akan memberitahukannya." ucap


klik


klik


Isi pistol Ronald kosong membuat dokter Clarissa meminta pistol yang kosong itu.


" Berikan pistol yang sudah kosong itu padaku." pinta dokter Clarissa


" Buat apa?" tanya Ronald


" Nanti akan tahu." ucap dokter Clarissa


Ronald pun memberikan pistol kosong tersebut kemungkinan mengambil lagi pistol yang berada di sakunya dan bersiap untuk menembak mereka.


" Serang." salah satu dari mereka.


pletak


" Aduh." teriak salah satu dari mereka.


Dokter Clarissa melempar pistol tersebut tepat mengenai dahinya hingga pria itu berteriak kesakitan karena dahinya benjol terkena lemparan pistol dokter Clarissa.


" Pffftttt... hahahaha." tawa Ronald pecah melihat pria tersebut dahinya benjol.


" Si*l serang gadis itu dan bunuh." ucap pria yang terkena lemparan pistol dokter Clarissa.


dor


akhhhh

__ADS_1


jleb


akhhhh


Ronald menembak di kening penjahat tersebut hingga mati di tempat begitu pula dengan dokter Clarissa. Tanpa sepengetahuan dokter Clarissa seseorang mengarahkan pistolnya ke arahnya tapi dengan tatapan elangnya Ronald mengetahuinya membuat Ronald memeluk dokter Clarissa agar tidak tertembak.


" Clarissa awas." teriak Ronald


dor


akhhhh


" Kak Ronald!!" teriak dokter Clarissa sambil tangan kirinya menahan tubuh Ronald tidak jatuh.


jleb


akhhhh


jleb


akhhhh


Ke dua orang itu pun mati seketika terkena senjata domino dokter Clarissa bertepatan kedatangan tuan Aliando beserta anak buahnya.


" Tuan Ronald." panggil tuan Aliando sambil membantu menahan tubuh Ronald yang berat.


" Kak Ronald tertembak tolong bawa ke dalam mobil." pinta dokter Clarisa


Tuan Aliando menatap wajah tuan Ronald dan tampak tuan Ronald mengedipkan matanya dan tuan Aliando tahu arti kedipan matanya.


" Baik." jawab Aliando


Aliando pun membantu membawa tuan Ronald ke dalam mobil.


" Tolong urus mayat - mayat mereka, aku akan membawa kak Ronald ke apartemen ku." ucap dokter Clarissa.


xxxxx


Hallo, mampir ke karyaku yang lain ya :



Gadis Culun dan Ceo Lumpuh.


Cinta Satu malam Bersama Mafia


Cinta Satu Malam Bersama Mafia Sension 2


Cinta Pertama Psychopath


Cinta Pertama Mafia.


Perjalanan Cinta Sang Psychopath


Perjalanan Cinta 3 Pria Psychopath



Dan


Mohon dukungan dan Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉


Komentar 😍


Like 😍


vote 😍


tip 😍


Agar Author tetap semangat dalam menulis novel ini. Terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.


Salam Author


Yayuk Triatmaja


xxxxxx

__ADS_1


__ADS_2