
David duduk di kursi ruang perawatan sebelah Karen. David menatap wajah cantik istrinya walau terlihat pucat tapi masih cantik.
krucuk
krucuk
krucuk
Suara cacing sedang berdemo di perut David membuat Karen terbangun dan membuka matanya, Karen melihat David Sedang menatap dirinya.
" Honey lapar?" tanya Karen lirih
" Iya, maaf mengganggu tidurmu." ucap David tidak enak.
" Tidak apa - apa honey. Honey makanlah nanti sakit." ucap Karen sambil memegang tangan suaminya.
" Baiklah aku akan memesan ke Ronald." ucap David sambil membelai rambut Karen.
David mengambil ponselnya di saku kemejanya kemudian mengirim pesan ke Ronald setelah selesai David memasukkan kembali ponselnya di saku kemejanya.
" Sayang, maafkan aku yang selama ini sering menyiksamu." mohon David sambil menatap sendu istrinya.
" Ssstt... sudah lupakanlah masalalu kita memulai dari awal." ucap Karen sambil jari telunjuknya kanannya diarahkan ke bibir David
David memegang jari telunjuk Karen kemudian mengecupnya.
" Terima kasih sayang, kamu memang wanita yang paling baik. Ajarkan aku untuk memiliki hati untuk memaafkan kesalahan orang." ucap David
" Iya honey." jawab Karen
" Sayangku lapar?" tanya David
" Iya honey aku sangat lapar." ucap Karen
" Aku suapi ya." tawar David
" Baik sayang." ucap Karen sambil tersenyum.
David mengambil mangkok dan mulai menyuapi Karen hingga bubur di mangkok habis tanpa sisa. David melihat bibir Karen ada sisa bubur membuat David mendekati wajah Karen membuat Karen memejamkan matanya. David menji**t bibir Karen yang ada sisa buburnya setelah itu duduk tegap kembali.
" Nah sekarang sisa bubur di mulutmu sudah bersih." ucap David sambil tersenyum.
Karen membuka matanya dan menatap David seakan tidak percaya.
" Honey tidak jijik?" tanya Karen
" Kenapa jijik dengan istri sendiri." ucap David sambil menjilat bibirnya sendiri.
" Honey." panggil Karen sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.
" Kenapa ditutupi?" bisik David sambil membuka ke dua tangan Karen.
" Malu." ucap Karen dengan wajah memerah
" Kenapa malu?" goda David sambil tersenyum
ceklek
Pintu ruang perawatan terbuka tampak Ronald membuka pintu sambil membawa paper bag membuat Karen dan David menatap Ronald.
" Aku tahu kalau aku tampan jadi jangan melihatku seperti itu." ucap Ronald percaya diri.
" Honey perasaan ada yang bicara siapa ya?" ucap Karen usil
" Pffftttt hahahaha...." tawa David lepas mendengar ucapan istrinya.
Karen dan Ronald saling pandang kemudian tersenyum karena senang melihat tawa lepas David.
__ADS_1
" Honey kalau tertawa seperti ini semakin bertambah tampan." puji Karen.
David langsung berhenti tertawa dan memasang kembali wajah datarnya.
" Yah honey kok wajahnya seperti itu lagi kurang tampan tahu." ucap Karen dengan wajah cemberut.
" Iya.. iya aku senyum nich." ucap David sambil tersenyum.
" Nah gitu dong kan tambah tampan. Kalau senyum begini kan aku tidak pernah bosan memandang wajah tampan honey." ucap Karen
" Berarti kalau aku tidak senyum kamu bosan ya sama aku?" tanya David dengan nada kesal
" Eh.. ngga honey." ucap Karen dengan nada bingung sambil menatap ke Ronald meminta bantuan.
Ronald yang melihat Karen meminta bantuan langsung mengangkat ke dua bahunya membuat Karen menghembuskan nafasnya perlahan.
" Honey tetap tampan dan tidak pernah bosanin apalagi kalau tersenyum tampannya bertambah kali lipat." Ucap Karen sambil memegang tangan David.
" Honey makan ya waktunya makan siang." sambung Karen mencoba mengalihkan perhatiannya.
" Baiklah." jawab David singkat
" Kalau begitu saya permisi dulu nona dan tuan." jawab Ronald sambil menaruh paper bag di meja dekat sofa kemudian membalikkan badannya dan berjalan ke arah keluar meninggalkan David dan Karen.
David berdiri dan berjalan ke arah sofa kemudian membuka paper bag yang berisi makanan. Seperti biasa David makan sedikit hanya 2 suap saja David berhenti makan dan Karen melihatnya membuat Karen bingung.
" Honey kenapa makannya hanya dua suap?" tanya Karen
" Aku kalau makan memang seperti ini hanya satu sampai tiga suap." ucap David menjelaskan.
" Tapi kalau aku yang masak kenapa habis padahal itu lebih dari tiga suap." ucap Karen dengan nada bingung.
" Aku juga tidak tahu sayang." ucap David
" Kalau begitu bawa kesini makanannya." pinta Karen sambil berusaha duduk.
" Honey duduklah di sampingku." pinta Karen
Lagi - lagi David menuruti keinginan Karen.
Karen mengambil sendok yang sudah ada nasi dan lauknya.
" Honey ayo buka mulut honey." pinta Karen
David tanpa protes membuka mulutnya dan Karen menyuapi David suapan pertama David mengunyahnya hingga habis kemudian menyuapinya kembali hingga tidak terasa makanannya pun habis tanpa sisa.
" Honey mau pakai gelas bekasku atau pakai gelas yang baru?" tanya Karen
" Bekasmu saja sayang." jawab David sambil mengambil gelas bekas minuman Karen.
Davidpun meminumnya hingga habis membuat Karen tersenyum. Setelah selesai minum David menaruh gelasnya kembali.
" Honey kalau makan itu harus dihabiskan banyak orang kelaparan karena tidak bisa makan. Kita seharusnya bersyukur setiap hari bisa makan enak." ucap Karen dengan nada lembut sambil memegang tangan David.
David terdiam merenungkan perkataan istrinya yang ada benarnya. David tersenyum menatap wajah cantik istrinya kemudian memeluknya.
" Aku bersyukur bisa menikah denganmu sayang. Terima kasih kehadiran mu sangat berarti untukku, aku mohon jangan pernah berhenti untuk mencintaiku." ucap David sambil mengecup pucuk rambut Karen.
Karen hanya tersenyum sambil menatap wajah tampan suaminya.
" Sayang aku sangat lelah aku mau tidur di sofa." ucap David
" Kalau tidur di sebelahku mau tidak?" tanya Karen sambil menggeserkan tubuhnya kemudian berbaring miring sambil menatap suaminya.
" Apakah sayang tidak merasakan sempit?" tanya David yang sebenarnya ingin tidur di sebelah Karen.
Tidak honey, tidurlah aku ingin tidur di peluk honey. Sepertinya anak kita ingin dipeluk daddynya." ucap Karen sambil tersenyum.
__ADS_1
David tersenyum dan langsung merebahkan dirinya di samping Karen. Karen bersandar di dada suaminya sedangkan David tangan kanannya memeluk Karen dan tangan kirinya membelai perut Karen.
Karen perlahan menutup matanya dan tidak berapa lama Karenpun tertidur pulas.
cup
" Selamat tidur sayang." ucap David sambil mengecup kening Karen dan tidak berapa lama Davidpun tertidur pulas.
xxxxx
Di Tempat Yang Berbeda
" Apa? jadi putriku di perk**a secara bergiliran? dan kemudian di siksa dan... dan... putriku meninggal." ucap pria paruh baya tidak percaya putri nya mati sangat mengenaskan.
" Iya tuan." jawab anak buahnya.
" Siapa pelakunya?" tanya pria paruh baya.
" Tuan David dan asistennya tuan Ronald." ucap anak buahnya.
" Apa???cari kelemahan mereka dan beritahukan padaku." ucap pria paruh baya itu
" Baik tuan." jawab anak buahnya.
Tut Tut Tut Tut Tut Tut
Pria paruh baya itupun mematikan sambungan komunikasi nya.
xxxxx
Hallo, mampir ke karyaku yang lain ya :
Gadis Culun dan Ceo Lumpuh.
Cinta Satu malam Bersama Mafia
Cinta Satu Malam Bersama Mafia Sension 2
Cinta Pertama Psychopath
Cinta Pertama Mafia.
Perjalanan Cinta Sang Psychopath
Perjalanan Cinta 3 Pria Psychopath
Dan
Mohon dukungan dan Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉
Komentar 😍
Like 😍
vote 😍
tip 😍
Agar Author tetap semangat dalam menulis novel ini. Terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.
Salam Author
Yayuk Triatmaja
__ADS_1
xxxxxx