Perjalanan Cinta 3 Pria Psycophat

Perjalanan Cinta 3 Pria Psycophat
Karen dan David


__ADS_3

Pagi hari yang cerah Karen merasakan tubuhnya terasa berat membuat Karen memaksakan untuk membuka matanya. Matanya membulat sempurna karena Karen tertidur sambil memeluk seorang pria dan kepalanya bersandar di dadanya. Perlahan Karen mengangkat kepalanya tampak suaminya masih setia memejamkan matanya.


( " Kalau suamiku tidur seperti bayi yang menggemaskan. Suamiku sangat tampan seandainya sedikit saja mencintai ku aku sangat bahagia. Ah sudahlah jangan terlalu berharap, aku harap suamiku selalu bahagia." ucap Karen dalam hati ).


Karen terkejut tangannya di infus dan berusaha mengingat apa yang terjadi.


( " Tanganku kenapa di infus yang aku ingat ketika aku berjalan untuk membuat bubur lagi aku tidak ingat apakah suamiku menolongku? atau ada dokter yang datang dan melihatku jatuh terus di tolong. Sudahlah aku harus turun dari ranjang kalau tidak nanti aku di dorong seperti dulu." ucap Karen dalam hati ).


Karen perlahan melepaskan pelukan David tapi pelukannya semakin erat. Karen tidak putus asa Karen berusaha melepaskan pelukan David namun David semakin erat karena tenaganya lebih besar darinya. Akhirnya Karen pun menyerah dan perlahan membangunkan suaminya.


" Maaf tuan, saya tidak bisa bernafas." ucap Karen sambil memeluk pelan dada David


Davidpun mengendurkan pelukannya agar Karen bisa bernafas kembali. Karen mencoba melepaskan tangan David tapi David tetap tidak mau melepaskan nya.


" Biarkan seperti ini aku masih mengantuk." ucap David yang masih setia memejamkan matanya.


" Tapi maaf Tuan, saya ingin ke kamar mandi, tolong lepaskan pelukannya?" ucap Karen sambil tangan kanannya menyentuh lengan David.


David pun terpaksa melepaskan pelukannya, Karen perlahan turun dari ranjang sambil membawa botol infus. Karen berjalan perlahan menuju ke kamar mandi. Setelah selesai Karen keluar dari kamar mandi, Karen melihat David sedang memandang dirinya tanpa berkedip dan ekspresi.


Karen hanya diam dan berjalan menuju ranjang khusus untuk menunggu pasien namun baru beberapa langkah David memanggilnya.


" Mau kemana?" tanya David


" Mau berbaring di ranjang itu." ucap Karen sambil menunjukkan ranjang khusus untuk menunggu pasien.


" Tidak boleh, buatkan aku sarapan pagi." perintah David


" Baik." jawab Karen


Karen menarik selang infus karena tidak mungkin bukan masak memakai selang infus pasti sangat ribet. David sebenarnya tidak tega dan ingin Karen untuk istirahat tapi dendamnya terhadap orang tua Karen membuatnya ingin menyiksanya.


Karen berjalan keluar menuju ke dapur meninggalkan David sendiri.


" Kenapa setiap aku menyiksanya, Karen sama sekali tidak pernah mengeluh atau protes. Menuruti semua permintaan ku padahal dia bisa saja melawan, sebenarnya apa rencana Karen untukku?" Guman David.


" Kenapa setiap aku memeluk Karen mimpi buruk ku hilang dan aku merasa nyaman dipeluknya. Apa aku sudah jatuh cinta padanya? tapi... tidak... tidak... dia anak pembunuh dia harus kusiksa agar orang tuanya merasakan sakit seperti yang dulu aku rasakan." ucap David.


David pun sama seperti Karen menarik selang infus dan bangun dari tempat tidur dan berjalan menuju ke kamar mandi setelah selesai David berbaring kembali di ranjangnya.

__ADS_1


Tidak berapa lama pintu kamarnya terbuka David pura - pura memejamkan matanya. Seorang dokter dan perawat membuka pintu untuk mengecek pasien.


" Maaf tuan, saya ingin mengecek tuan." ucap dokter itu


David membuka matanya dan hanya menganggukkan kepalanya sedangkan perawat memasang kembali jarum infusnya.


" Maaf tuan kenapa jarum infus tuan dan nona sama - sama di lepas? dan kemana nona tuan?" tanya dokter


ceklek


David diam untuk mencari jawaban yang pas bertepatan kedatangan Karen yang membuka pintu sambil membawa mangkok berisi bubur. Dokter dan perawat menengok untuk melihat siapa yang datang. David hanya menatap Karen dengan tatapan datar.


" Nona, habis dari mana?" tanya dokter


" Buat bubur buat suamiku." ucap Karen sambil tersenyum dan menaruh mangkok bubur ke meja.


" Nona kan semalam pingsan seharusnya nona istirahat dan lagi pula di rumah sakit sudah disiapkan makanan buat pasien." ucap dokter itu.


" Maaf dokter saya sudah sehat kok, suamiku sudah terbiasa menyukai masakanku apalagi sekarang suamiku sedang sakit karena itulah aku memasaknya." ucap Karen sambil tersenyum.


" Bagaimana keadaan suamiku dokter?" tanya Karen berusaha mengalihkan pembicaraan.


" Hari ini bisa pulang ke rumah, hanya tinggal pemulihan saja." ucap dokter.


Dokter itupun membalas senyuman Karen dan berjalan keluar sedang kan perawat itu mengambil suntikan dan selang infus bekas Karen. Kini tinggal mereka berdua di ruangan itu.


" Kamu itu sudah menikah jangan suka tebar pesona !!! omel David


" Tebar pesona maksudnya?" tanya Karen dengan nada bingung


" Ngapain kamu senyam senyum ke dokter itu kalau bukan tebar pesona?" tanya David dengan nada sinis.


" Tuan juga kenapa selalu memasang wajah jelek? padahal tuan itu sangat tampan coba saja senyum sedikit saja pasti berkali lipat tampan nya." ucap Karen


" Kamu?" ucap David dengan nada kesal


" Saya Karen tuan, apa tuan sudah lupa?" ucap Karen


" Mana bubur nya saya lapar awas ya kalau tidak enak?" ucap David mengancam

__ADS_1


" Awas ya kalau tidak enak buang bubur nya di wajahku? aku tidak akan memasak lagi." ucap Karen


" Kenapa sekarang kamu berani membantah hah!!! bentak David


" Maaf." ucap Karen


" Cepat suapi aku." perintah David


" Iya." jawab Karen singkat


Karen mengambil mangkok yang berisi bubur dan mengambil bubur hanya sedikit.


" Kenapa sedikit?" Protes David.


" Masih panas tuan." jawab Karen


Keren dengan kesabaran menyuapi sedikit demi sedikit bubur ke mulut David hingga bubur itupun habis. Ada sisa bubur sedikit di bibir David, Karen mencari tissue tapi tidak ada dan akhirnya tangan Karen diarahkan ke mulut David dan membersihkan sisa bubur yang menempel di bibir David.


David memejamkan mata menikmati sentuhan tangan Karen. Setelah Karen menarik tangannya barulah David membuka matanya.


" Apa yang kamu lakukan?" tanya David


" Ada sisa bubur di bibir tuan lihatlah?" ucap Karen memperlihatkan ibu jarinya ke David


Karen menjilat ibu jarinya membuat David membulatkan matanya.


" Apa yang kamu lakukan?" tanya David


" Menjilat ibu jariku seperti tuan lihat." ucap Karen santai


" Kenapa? Kamu tidak jijik?" tanya David.


" Aku penasaran sama rasanya karena namanya bubur rasanya sama semua, nanti kalau bubur dari rumah sakit datang aku akan mencobanya rasa nya sama atau tidak. Kenapa jijik tuan kan suamiku." ucap Karen santai


" Kamu tidak takut pada ku?" tanya David


" Tidak? kenapa takut?" tanya Karen


" Sepertinya aku belum menghukummu lagi karena itu kamu mulai berani, nanti kalau aku sudah pulang dari rumah sakit aku akan menyiksamu lagi." ucap David sambil tersenyum menyeringai membuat semua orang takut jika memandangnya.

__ADS_1


" Lakukan lah jika memang itu membuat tuan merasa puas." ucap Karen dengan nada santai


" Kamu tidak takut untuk aku siksa dan membunuh mu?" tanya David


__ADS_2