Perjalanan Cinta 3 Pria Psycophat

Perjalanan Cinta 3 Pria Psycophat
Senyum Bahagia


__ADS_3

ceklek


Seorang perawat membawa nampan yang berisi makanan dan minuman untuk Karen dan David menerima nampan tersebut dan menaruhnya di meja.


" Sayang makan dulu ya? aku suapi." ucap David


" Tapi telp Ronald dulu aku takut ponselku hilang." pinta Karen.


" Baiklah aku hubungi Ronald dulu." jawab David.


David mengeluarkan ponselnya dan mengetik sesuatu setelah selesai David menaruhnya di meja dekat ranjang istrinya.


" Sudah sekarang kamu makan ya?" pinta David.


" Baiklah." jawab Karen singkat sambil senyum bahagia


Davidpun mengambil bubur dan meniup perlahan sendok yang berisi buburnya yang ditempelkan ke mulutnya setelah di rasa cukup David menyuapi Karen.


Suapan ke dua Karen menutup mulutnya dan tangan David yang memegang sendok diarahkan ke mulut David.


" Selain menyuapi aku suamiku juga makan." ucap Karen sambil tersenyum


David tersenyum dan membuka mulutnya hingga tidak terasa buburnya habis tanpa sisa. Davidpun menaruh mangkok bekas bubur ke atas meja dan mengambil gelas yang berisi minuaman mineral. Karen meminum segelas air dan sisanya David yang menghabiskan.


" Sekarang kamu istirahat sayang biar cepat sembuh. Aku ingin melanjutkan pekerjaan kembali." ucap David sambil membetulkan selimut Karen.


" Baik honey." jawab Karen sambil memejamkan matanya.


David berdiri dan membalikkan badannya menuju sofa untuk mengerjakan pekerjaan kantor yang sempat tertunda.


xxxxxxx


Tiga Hari Kemudian


Kini David dan Karen berada di mansion tempat tinggal mereka. Karen dan David sedang bersandar di kepala ranjang sambil berpelukan.


" Honey besok aku kerja lagi di tempatmu ya?" pinta Karen sambil kepalanya bersandar di dada bidang suaminya.


"Di pusat apa di cabang?" tanya David


" Terserah honey, aku bosan honey kalau di rumah terus." ucap Karen sambil menggambar abstrak di dada bidang suaminya dengan menggunakan tangannya.


" Di pusat saja sayang biar aku semangat kerjanya." ucap David


" Benarkah honey?" ucap Karen


" Iya sayang, agar kemana - mana sama aku terus." ucap David"


" Honey tidak bosan seharian ketemu aku terus? di rumah juga di kantor?" tanya Karen


" Apa kamu bosan setiap hari melihatku?" tanya David dengan nada kesal


cup


" Tidak honey aku mana bosan melihatmu malah aku pikir honey yang bosan jika melihatku terus." ucap Karen sambil mengecup pipi suaminya.


ctak


" Aduh... honey... sakit.." ucap Karen manja sambil mengusap keningnya yang disentil oleh suaminya.


David mengelus kening Karen sambil meniupnya, Karen menghirup aroma mint yang keluar dari mulut David.


" Habis kamu ngomongnya seperti itu mana bisa aku bosan denganmu. Aku ingin kita seperti ini terus." ucap David sambil menatap mata istrinya.


Karen melihat mata David dan tidak ada kebohongan di matanya membuat Karen tersenyum bahagia.


" Honey." panggil Karen


" Iya sayang." jawab David


" Honey aku ingin merasakan nasi goreng buatan honey." pinta Karen dengan menampilkan puppy eyes nya.


" Maaf sayang aku tidak bisa masak yang ada malah masakkanku kamu buang karena tidak enak." ucap David


Karen terdiam dan wajahnya dibenamkan ke dada bidang suaminya dan tidak berapa lama keluar air mata. David yang membelai rambut Karen merasakan kemejanya basah.


" Sayang kenapa kamu menangis?" tanya David terkejut sambil menarik perlahan dagu Karen.


" Hiks..hiks... aku ingin nasi goreng buatanmu honey... hiks...hiks.." ucap Karen sambil terisak.


" Aku tidak bisa masak sayang, aku suruh pelayan atau beli di restoran." ucap David


" Aku tidak mau, sudahlah lupakan aku ingin tidur." ucap Karen sambil membalikkan badannya dan membelakangi David.


" Sayang, kamu marah?" tanya David berusaha menahan amarahnya karena David bukan pria yang sabar dan jika mengatakan tidak maka tetap tidak dan itu sulit untuk di rubah.


Karen yang merasakan ada nada yang berbeda dari suaminya langsung membalikkan badannya dan memeluk suaminya.


" Tidak ada honey, aku hanya mengantuk." ucap Karen berbohong.


David menghembuskan nafasnya perlahan untuk menghilangkan rasa amarahnya.

__ADS_1


" Baiklah aku akan masak." ucap David pasrah.


Karen duduk dan menatap wajah tampan suaminya sambil tersenyum.


" Benarkah honey?" tanya Karen tidak percaya


" Ya, temani aku masak dan katakan apa bumbunya." ucap David


cup


" Baik honey ayo kita ke dapur." ajak Karen.


skip


Kini David sedang meracik bumbu sesuai arahan istrinya. Dapur yang semula rapih kini seperti kapal pecah, para pelayan hanya bisa bengong tidak percaya karena baru kali ini majikannya yang arogant dan senang menghukum orang sedang memasak untuk istrinya. Mereka juga hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan perlahan karena dapurnya berantakan sekali.


Setengah jam berkutat di dapur kini masakan nasi goreng buatan David sudah jadi dan David memberikan nasi goreng ke istrinya yang sedang duduk di kursi makan menunggu masakan suaminya.


" Sudah jadi sayang, maaf kalau rasanya kurang enak." ucap David.


cup


" Pasti enak." Jawab Karen sambil matanya berbinar menatap nasi goreng buatan suaminya dan mengecup pipi suaminya.


Karen mulai memasukkan nasi goreng ke dalam mulutnya dan memejamkan matanya menikmati nasi goreng yang sedang dimakannya.


" Enak sayang?" tanya David dengan nada kuatir.


" Hmmm enak banget sayang." ucap Karen sambil mengambil nasi gorengnya.


David tersenyum mendengar pujian dari istrinya. Karen memakan dengan sangat lahap hingga tinggal seperempat lagi.


" Sayang pelan - pelan nanti keselek. Boleh aku cobain?" tanya David penasaran


" Boleh sayang." jawab Karen


David pun mengambil sendok bekas Karen baru masuk sebentar ke mulutnya langsung dimuntahkan.


" Enak apanya? rasanya asin banget dan pahit karena nasinya gosong. Sudah sini aku buang nanti kamu keracunan." omel David sambil menarik piring Karen tapi tangan Karen menahannya.


" Tidak boleh di buang ini enak." ucap Karen


" Tidak enak sayang." ucap David sambil meminum 2 gelas untuk menghilangkan rasa asin dan pahit di mulutnya.


" Enak honey." ucap Karen dengan mata mulai berembun tanda air matanya akan keluar.


" Buang nanti kamu keracunan!!" bentak David.


David yang tidak tega melihat istrinya menangis hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan kasar.


" Maaf, makanlah." ucap David sambil mendorong piringnya ke arah istrinya.


" Terima kasih honey." jawab Karen tersenyum sambil menghapus air matanya.


David bingung dengan sikap Karen tadi nangis sekarang tersenyum. Karen melanjutkan makannya hingga nasi gorengnya habis.


cup


" Makasih honey." ucap Karen sambil mengecup pipi suaminya.


" Perutmu terasa sakit?" tanya David kuatir


" Tidak terasa enak, nasi goreng suamiku sangat enak sekali." puji Karen.


" Apakah lidahmu bermasalah?" tanya David


" Tidak memangnya kenapa?" tanya Karen bingung


" Rasa nasi goreng nya tidak enak asin dan pahit masa kamu tidak merasakan?" tanya David dengan nada masih bingung.


" Masakan honey enak kok mungkin lidah honey ada masalah." ucap Karen sambil bibir bawahnya di majukan.


cup


" Sudahlah kita istirahat, aku ngantuk." ucap David sambil menggenggam tangan Karen.


Merekapun berjalan menaiki anak tangga menuju ke kamarnya sedangkan para pelayan membersihkan dapur yang sudah seperti kapal pecah.


Karen dan David duduk berdampingan di sofa. David mengambil dompetnya yang berada di meja dekat sofa dan mengeluarkan dua kartu, kartu kredit tanpa batas dan kartu debit yang berisi Rp. 100.000.000


" Sayang ambillah 2 kartu ini dan pakailah sesuka hatimu." ucap David sambil menyerahkan dua kartu ke tangan Karen.


" Tidak honey, apa yang kuperlukan sudah ada semua." tolak Karen secara halus.


" Aku bekerja untuk istri dan kamu adalah istriku jadi gunakanlah. Terserah sayang mau dibelikan apapun aku tidak marah." ucap David


" Baiklah aku simpan saja dulu." ucap Karen pasrah karena Karen sepenuhnya sudah tahu watak suaminya yang tidak suka di bantah.


" Sayang aku ingin itu, maukah?" tanya David


Karen hanya menganggukkan kepalanya membuat David tersenyum dan langsung menggendong Karen ke arah ranjang dan merekapun melakukan kegiatan panasnya di sore hari. Setelah selesai mereka berdua pun tertidur pulas. Selama mereka tidur bersama, mimpi buruk David mulai hilang.

__ADS_1


Sorenya mereka terbangun dan membersihkan dirinya dan seperti biasa Karen memasak buat suaminya yang sedang menunggu di meja makan.


Selesai memasak merekapun makan dalam diam tanpa bicara. Selesai makan bersama merekapun berjalan ke arah kamar untuk istirahat.


xxxxx


Malam pun berganti pagi dan Karen perlahan membuka matanya dan menatap ke atas melihat suaminya yang masih setia memejamkan matanya. Karen perlahan melepaskan tangan David yang memeluk dirinya. Setelah berhasil lepas Karen turun dari ranjang untuk membersihkan dirinya.


Selesai mandi dan berpakaian Karen berjalan keluar menuju ke dapur. Sampai di dapur Karen membuat sarapan pagi buat suaminya dan juga dirinya. Selesai masak semua makanan di taruh di meja makan, Karen menaiki anak tangga menuju ke arah kamarnya untuk menyiapkan air hangat dan pakaian kerja suaminya.


Setelah selesai melakukannya Karen duduk di ranjang suaminya dan membelai wajah tampan suaminya.


" Honey sudah siang bangun yuk." ucap Karen dengan nada lembut.


" Sayang masih ngantuk." ucap David sambil memejamkan matanya.


cup


Karen mendekati wajahnya ke wajah suaminya kemudian mengecup bibir suaminya dan menarik wajahnya tapi David menahan tengkuk Karen untuk melum**nya. Setelah agak lama baru dilepaskan karena Karen menepuk dada David tanda nafasnya sudah mulai kehabisan.


" Ciuman pagi sayang." ucap David sambil membuka matanya yang tadi terpejam.


" Mandilah honey." pinta Karen


" Baik honey kita mandi bersama yuk!" ajak David.


Tanpa menunggu jawaban David menggendong istrinya dan berjalan ke arah kamar mandi. Karen mengalungkan ke dua tangannya di leher suaminya dan wajahnya disembunyikan di wajah suaminya. Senyum bahagia Karen selalu menghiasi di wajah Karen karena kini suaminya sudah tidak menyiksanya lagi.


Mereka pun mandi hampir 1 jam lamanya. Kini mereka sudah berpakaian dan duduk di meja makan. Karen mengambil makanan untuk suaminya kemudian untuk dirinya. Mereka makan dalam diam tidak ada yang berbicara. Selesai makan David dan Karen berangkat ke kantor.


Karen dan David berjalan berdampingan sambil saling menggenggam tangan. Seperti biasa Ronald berjalan di belakang mereka. Banyak karyawan yang menyapa mereka bertiga dan seperti biasanya Karen lah yang membalas sapaan para karyawan.


Kini David dan Karen berada di ruang kerja milik David. Karen membantu pekerjaan suaminya sebagai sekretaris.


xxxxxxx


Di Tempat Yang Berbeda


Federick pergi menyusul Sandra karena dirinya sangat merindukan nya. Sampai di kota xxxx Federick menginap di hotel xxxx karena jarak ke kota ke desa xxxx membutuhkan 2 jam perjalanan.


Tubuh Federick yang lelah membuatnya ingin istirahat dulu di hotel. Setelah dua jam istirahat Federick berangkat ke desa xxxx dengan mengendarai mobil.


Dua jam kemudian Federick sudah sampai dan menanyakan alamat rumah dokter Sandra. Setelah tahu Federick pergi ke alamat yang ditunjukkan oleh warga sekitar.


Sampai di sana Federick melihat rumah yang ditinggali dokter Sandra sangat sederhana dan kecil.


tok


tok


tok


xxxxx


Hallo, mampir ke karyaku yang lain ya :



Gadis Culun dan Ceo Lumpuh.


Cinta Satu malam Bersama Mafia


Cinta Satu Malam Bersama Mafia Sension 2


Cinta Pertama Psychopath


Cinta Pertama Mafia.


Perjalanan Cinta Sang Psychopath


Perjalanan Cinta 3 Pria Psychopath



Dan


Mohon dukungan dan Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉


Komentar 😍


Like 😍


vote 😍


tip 😍


Agar Author tetap semangat dalam menulis novel ini. Terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.


Salam Author


Yayuk Triatmaja

__ADS_1


xxxxxx


__ADS_2