
" Lalu bagaimana yang satunya lagi?" tanya pria paruh baya itu.
" Di bawa sama anak buah tuan David."lapor anak buahnya.
" Sebelum dia melapor siapa yang menyuruhnya bunuh dia karena aku tahu pasti tuan David akan menyiksanya." perintah pria paruh baya.
" Baik tuan." jawab anak buahnya.
" Oh iya tuan istri tuan David sepertinya sedang hamil karena di sela - sela pahanya keluar darah segar dan tuan David menggendongnya dan dibawa ke rumah sakit." lapor anak buahnya.
" Bagus, selidiki terus jika ada kesempatan bunuh istrinya agar tuan David bisa merasakan hatinya terluka karena kehilangan istrinya sama seperti ku yang kehilangan putri kesayanganku." ucap pria paruh dengan tatapan penuh kebencian dan dendam.
" Baik tuan." jawab anak buahnya.
tut tut tut tut tut tut
Ponselpun dimatikan secara sepihak.
xxxxxxx
Sedangkan di dalam ruangan UGD
Setelah mendapat persetujuan laporan suaminya dan menandatangani surat pernyataan dokter tersebut masuk ke dalam ruangan UGD.
" Bagaimana dok?" tanya dokter Clarissa
" Suaminya setuju jika kandungannya digugurkan asalkan istrinya diselamatkan." ucap dokter tersebut.
" Sebentar aku akan bertanya dengan sahabatku dulu." ucap dokter Clarissa
" Dokter Clarissa, nyonya Karen sedang pingsan mana mungkin dia bisa menjawab pertanyaan dokter?" tanya temannya yang sama - sama dokter.
" Iya aku tahu tapi tidak ada salahnya aku akan mencobanya." ucap dokter Clarissa
Dokter Clarissa mendekati mulutnya ke telinga Karen untuk membisiki sesuatu ke sahabatnya Karen.
" Karen, suamimu setuju jika bayi kalian digugurkan asalkan kamu selamat. Jika kamu tidak setuju kamu harus kuat agar bayi kalian tidak jadi digugurkan." bisik dokter Clarissa
Selesai berbicara dokter Clarissa berdiri tegap kemudian memandangi temannya yang juga sama - sama dokter hanya beda spesialis.
" Kita selamatkan keduanya terlebih dahulu." ucap dokter Clarissa.
" Baik dok." jawab temannya
xxxxxxx
David dan Ronald masih menunggu dengan sabar hingga tidak berapa lama kemudian pintu ruang UGD terbuka.
ceklek
Dokter itu berdiri menatap David dan Ronald yang sedang menunggu kabarnya.
" Nyonya dan kandungannya selamat, di mohon tolong nyonya di jaga jangan sampai keguguran." pinta dokter tersebut.
" Terima kasih dokter." jawab David sambil tersenyum bahagia ketika mendengar anaknya tidak jadi digugurkan.
" Ya sama - sama tuan sudah menjadi tugas kami. Sebentar lagi nyonya akan dipindahkan ke ruang perawatan." ucap dokter tersebut.
" Baik, pindahkan ke ruang perawatan VVIP." printah David
" Baik tuan, maaf saya permisi dulu tuan." pamit dokter tersebut.
David hanya menganggukkan kepalanya dan tidak berapa lama brankar milik Karen di dorong oleh dua perawat dan diikuti oleh dokter Clarissa menuju ke ruang perawatan.
Ponsel milik Ronald berdering dan Ronald pun melihat siapa yang menghubungi dirinya setelah mengetahui nya Ronald menggeser tombol berwarna hijau dan ponselnya ditempelkan di telinga Ronald. Setelah agak lama mengobrol Ronald mematikan ponselnya dan menyimpan kembali ponselnya ke saku jasnya.
__ADS_1
" Maaf tuan, orang itu mati meminum racun." bisik Ronald
" Si*l, buang mayatnya ke jurang." perintah David dengan nada dingin
" Baik tuan." jawab Ronald.
David berjalan ke arah ruang perawatan di mana istrinya sedang di rawat.
ceklek
David membuka pintu dan melihat dokter Clarissa sedang mengecek infus Karen. David duduk di kursi di samping ranjang istrinya sambil menggenggam tangan istrinya.
" Maaf kak David saya mau pulang dulu karena nanti sore saya ada jadwal praktek." pamit dokter Clarissa.
" Ok." jawab David singkat.
Dokter Clarissa berjalan menuju ke arah pintu keluar, dokter Clarissa menarik pintu bersamaan Ronald mendorong pintu membuat dokter Clarissa nyaris terjatuh dan untunglah tangan Ronald menarik tangan dokter Clarissa hingga tidak terjatuh.
" Maaf, aku tidak tahu." ucap Ronald
" Tidak apa-apa." jawab dokter Clarissa sambil tersenyum
" Mau kemana?" tanya Ronald
" Mau pulang karena nanti sore aku ada jadwal praktek." ucap dokter Clarissa.
" Tunggu sebentar." pinta Ronald
Ronald berjalan mendahului dokter Clarissa menuju ke arah tuan David.
" Tuan David bolehkah aku pergi sebentar nanti saya kesini lagi." ijin Ronald.
" Mau kemana?" tanya David tapi pandangan matanya tidak pernah lepas ke arah Karen.
" Mau mengantar Clarissa pulang." ucap Ronald yang tidak bisa bohong dengan tuan David.
" Baik tuan." jawab Ronald tersenyum bahagia pasalnya dirinya diberi waktu yang lumayan lama.
Kini tinggallah Karen dan David yang berada di ruang perawatan VVIP.
" Sayang, bangunlah aku sangat merindukanmu." ucap David dengan tatapan sendu.
ceklek
Ronald membuka pintu kemudian masuk ke dalam.
" Maaf tuan ini masakan buat tuan David yang tadi di masak oleh nona Karen." Ucap Ronald.
" Taruh saja di meja." ucap David
" Baik tuan, maaf tuan saya pergi dulu mengantar Clarissa." pamit Ronald.
" Hmmm." jawab David berupa deheman.
Ronald pun berjalan meninggalkan tuan David berdua dengan nona Karen.
" Bangunlah, aku ingin sekali makan disuapi oleh kamu. Apakah ini keinginan anak kita sayang karena aku tidak tahu kenapa ingin sekali bermanja-manja dengan mu.
" Anak Daddy yang kuat ya? kasihan mommy yang sudah tiga kali bolak balik ke rumah sakit." ucap David sambil mengelus perut Karen yang sudah mulai menonjol.
Karen perlahan membuka matanya dan menatap wajah tampan suaminya. David senang karena Karen sadar.
" Honey." panggil Karen sambil tersenyum
" Sayang, apa ada yang sakit?" tanya David
__ADS_1
" Tidak ada honey, aku haus honey." pinta Karen
" Baiklah, Sebentar ya?" ucap David sambil berdiri untuk mengambil gelas.
" Minumlah." ucap David sambil memberikan sedotan ke mulut Karen.
Karen pun meminum hingga tersisa setengah gelas Karen pun melepaskan sedotannya.
" Sudah honey." ucap Karen
David menaruh kembali gelasnya ke meja yang dekat dengan ranjang.
" Honey, belum makan ya?" tanya Karen
" Belum." Jawab David singkat.
" Honey makanlah nanti sakit." pinta Karen.
" Aku ingin makan di suapi sedangkan sayangku lagi sakit." ucap David dengan tatapan sendu.
" Aku sudah enakkan kok, honey pesan makanan saja nanti aku suapi." ucap Karen
" Benarkah?" tanya David dengan mata berbinar
" Iya honey." jawab Karen sambil tangan kanannya di angkat ke atas dan membelai wajah tampan suaminya.
xxxxxxx
Hallo, mampir ke karyaku yang lain ya :
Gadis Culun dan Ceo Lumpuh.
Cinta Satu malam Bersama Mafia
Cinta Satu Malam Bersama Mafia Sension 2
Cinta Pertama Psychopath
Cinta Pertama Mafia.
Perjalanan Cinta Sang Psychopath
Perjalanan Cinta 3 Pria Psychopath
Dan
Mohon dukungan dan Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉
Komentar 😍
Like 😍
vote 😍
tip 😍
Agar Author tetap semangat dalam menulis novel ini. Terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.
Salam Author
Yayuk Triatmaja
__ADS_1
xxxxxx